Bedah Buku Xerografer di Radio Mas FM Malang
Xerografer kali ini dibedah di Radio Mas FM yang memang mempunyai acara bedah buku tiap hari sabtu jam 10 pagi. Dengan ditemani Mas Arif-Kacab Agromedia Malang-aku tiba di radio pukul setengah sepuluh. Sambil menunggu penyiarnya datang kami ditemani ngobrol oleh Mbak Bagian Pemasaran (aku lupa namanya) Mas FM. Mbak yang asli Makasar ini ternyata dulu aktif di Gerakan Membaca yang ada di sana. Nggak lama kemudian penyiarnya datang, namanya Mbak Vini. Kami berempat lalu ngobrol ngalor ngidul and bla bla bla hingga waktu siaran tiba.
Tepat pukul sepuluh aku disuruh masuk ke ruang siaran, karena ini yang pertama kalinya maka aku ‘todong’ Mas Arif untuk nemenin. Kalo ada pertanyaan yang sulit biar dia yang jawab ha ha ha. Awalnya kukira aku bakalan make headset dan duduk di sebelah Mbak Vini atau gimana gitu, ternyata enggak. Di depan meja siaran ada meja bundar dengan empat mikrofon di atasnya, aku dan Mas Arif cukup duduk nyantai di situ. Jadi kayak orang ngobrol biasa aja.
Setelah membuka acara dan memperkenalkan aku dan Xerografer, Mbak Vini kemudian menanyakan beberapa pertanyaan, misalnya tentang proses penulisan Xero, lalu kesulitan dan hambatannya itu apa aja dan lain sebagainya. Setelah aku jawab pertanyaan2 itu, acara break sebentar untuk muter iklan dan lagu. Acara dilanjutin lagi dan Mbak Vini kembali bercuap-cuap, eh nggak tahunya tiba-tiba hapeku berbunyi. Dengan panik aku ngambil hape itu dari saku, Mas Arif langsung ngasih aba-aba agar aku mematikannya. Aku sempat melihat lcd-nya, ternyata dari Nina. Nggak tahu ada perlu apa dia nelpon, mau nanya something or iseng2 aja. Terpaksa deh aku reject dan kubikin silent hapeku.
Tibalah kami di sesi yang bikin aku dag-dig-dug yaitu tanya-jawab. Sambil menunggu telepon masuk, Mbak Vini memutar lagu. Sementara aku dalam hati berdoa, semoga pertanyaannya nanti nggak sulit. Ternyata ampe lagu selesai nggak ada telepon yang masuk, aku sempet mbatin, ini ada yang dengerin nggak sih? Nggak lucu dong kalo ternyata sejak tadi kami bertiga ngomong sendiri :p
Akhirnya penelpon pertama masuk, namanya Bejo.
Bejo: mau nanya nih, apa sih yang menarik dari Xerografer?
Mas Arif : yang menarik adalah profesi tukang fotokopi ini belum pernah diangkat oleh penulis lain dan itu adalah sesuatu yang baru. Dan Mas Ihwan ini memang benar2 seorang tukang fotokopi dan masih kerja di Perpus Unibraw. Jadi isinya nggak cinta-cintaan mulu tapi juga ada cerita2 lucu tentang pekerjaannya.
Ihwan: yang bikin menarik adalah di dalamnya ada pengalaman si Budi mengenal yang namanya internet, mulai dari bikin email dan FS hingga akhirnya kenalan ama cewek. Lalu juga bagaimana bisa seorang mahasiswi cakep mau pacaran ama seorang tukang fotokopi, emang ada apanya seeh.
Nggak lama masuk penelpon kedua, namanya Pak Sur. Beliau ini mengaku pendengar setia acara bedah buku Mas FM.
Pak Sur: saya tidak akan memberikan pertanyaan. Saya hanya ingin memberi dukungan sama penulisnya, semoga bisa tetap berkarya dan sukses. Buat penerbitnya juga, saya kagum karena mau menerbitkan novel yang bercerita tentang tukang fotokopi.
Mas Arif dan Ihwan: Makasih Pak Sur (ge-er mode on)
Acara break lagi dan masuklah telepon2 berikutnya, sayangnya nggak ada satupun penelpon cewek.
Revan: ada kemungkinan nggak Gagas membuat genre baru yaitu genre proletar yang mengangkat cerita kaum pinggiran. Misalnya aja nanti ada curhat colongan tukang becak, tukang bakso, tukang cilok. Makasih.
Mas Arif: Bisa2 saja tapi ntar novelnya jangan hanya teriak-teriak soal kemiskinan doang, harus ada yang menarik di dalamnya. Yang paling penting adalah gaya penulisannya, kalo emang menarik akan kami terbitkan.
Aditya: Mau nanya nih, bagaimana tanggapan teman2 Mas Ihwan setelah tahu kalau mereka juga diceritakan dalam novel tersebut? Apakah mereka nggak keberatan. (pertanyaan ini paling sering diajukan)
Ihwan: Ooh, rata2 mereka nggak keberatan karena nama teman saya dalam Xero itu disamarkan. Bahkan ketika saya menunjukkan draftnya mereka seneng2 aja bacanya. Ada juga sih satu-dua yang protes tapi nggak masalah kok.
Acarapun akhirnya selesai dan kami kemudian pamitan sama Mbak Vini. Kami berdua langsung meluncur ke Gramedia Matos soalnya Mas Arif mau ngirim buku ke sana. Sempat ngobrol ama Kepala Gramedia Matos, beliau bilang kalau sekarang itu novel yang laris adalah novel2 yang mengisahkan percintaan cewek dengan cowok2 wah. Semacam cinderella story lah. Aku hanya membatin, masa aku harus banting stir jadi penulis teenlit or chicklit :p
Dari Matos kami langsung ke perpus cos aku masih harus lembur jam satu. Sekalian makan bareng di baksonya Cak Ipul. Habis makan aku ngajarin Mas Arif setting MP-nya dan setelah kelar aku masuk ke perpus. Kerja lagi deh…
Next: Mbak Windy Ariestanty (editor senior Gagas) baru aja ngeluarin novel baru berjudul Shit Happens. Ternyata Mbak Windy ini anak Malang juga lho. Dia pengin promoin novelnya di radio2 Malang, sekalian pulang kampung ceritanya. Nah, Mas Arif mau ngeduetin kami berdua. Doain ya biar lancar, Amin.







hello, there. thanks 4 visiting my blog. c u in malang.
1uY4Fm njhetmrocjez, [url=http://nlstkxyrncjw.com/]nlstkxyrncjw[/url], [link=http://mcyezrptbidg.com/]mcyezrptbidg[/link], http://mqxkybhgaimc.com/