Laskar Pelangi

November 18, 2007, Posted by Ihwan at 03:31

Sebenarnya sudah sejak lama aku melihat novel Laskar Pelangi di toko buku, namun entah kenapa hatiku tak tertarik untuk membelinya meski di covernya ada stempel: best seller. Mungkin itu semua disebabkan kemalasanku untuk membaca novel-novel setebal bantal, novel paling tebal yang pernah kubaca adalah The Gogons, sekitar 287 halaman tebalnya. Alasan lainnya, keadaan dompetku yang pas-pasan menuntutku untuk lebih selektif dalam membeli buku. Prinsipku saat itu, beli buku yang bagus tapi jangan terlalu mahal.

Bahkan setelah Andrea Hirata menerbitkan novel lanjutannya yaitu Sang Pemimpi dan Endensor, aku masih tak tertarik untuk membacanya. Baru setelah melihat tayangan Kick Andy di Metro TV dimana Andrea Hirata menjadi bintang tamu, hatiku langsung tersentuh dan penasaran ingin membaca novelnya. Thanks buat Ijo yang udah ngasih info buatku.

Akhirnya Laskar Pelangi sudah ada dalam genggaman tanganku, tebalnya halaman tak menyurutkan tekadku untuk membacanya. Sebelum membaca isinya, aku membaca pujian-pujian yang diberikan untuk Laskar Pelangi, wow…its amazing!
Lembar demi lembar kubaca dan semakin lama aku merasakan diriku hanyut dalam nostalgia masa kecil seorang bocah kccil bernama Ikal tentang sahabat2nya yang tergabung dalam Laskar Pelangi. Ada Lintang yang genius alami, Mahar sang seniman berbakat, Sahara, Trapani, Borek aka Samson, Kucai, Syahdan, A Kiong, Harun dan Flo. Bahasa yang begitu halus dan santun serta penulisan yang sangat detail membuatku serasa membaca sebuah dongeng yang indah.
Berbagai perasaan silih berganti menyelimuti hatiku:  trenyuh melihat kemiskinan yang mendera anggota Laskar Pelangi, terharu dan bangga dengan semangat tinggi mereka dalam menuntut ilmu, tersenyum oleh kepolosan dan sendau gurau mereka. Dan tentu saja, kagum dan salut pada keteguhan Ibu Muslimah dan Bapak Harfan dalam mengajarkan ilmu dan budi pekerti pada anak-anak didiknya.

Novel ini adalah gambaran umum tentang dunia pendidikan di Indonesia yang cenderung tidak memihak pada kaum miskin, tapi di sini kita tidak diajak untuk menangisinya namun diajak melihat bagaimana anak-anak Laskar Pelangi tetap gigih menuntut ilmu meski terhimpit oleh keterbatasan ekonomi. Yaa, walaupun tidak semua anggota LP berhasil melaluinya, aku benar-benar terharu dan rasanya ingin menangis saat membaca bab dimana Lintang terpaksa keluar dari sekolah dikarenakan ayahnya meninggal dunia dan Lintang harus memikul beban sebagai tulang punggung keluarga. Padahal kurang empat bulan mereka akan menghadapi Ebatanas, sia-sia sudah kecerdasan bocah genius itu. Hatiku miris ketika aku mengetahu bahwa Lintang dewasa akhirnya hanya bekerja sebagai sopir truk di sebuah penambangan pasir. Akupun terhenyak saat mengetahui nasib Si Tampan Trapani yang masuk rumah sakit jiwa akibat ketergantungannya yang begitu besar pada sang bunda.
Tapi rasa sedihku terobati oleh garis hidup anggota Laskar Pelangi lainnya yang tidak disangka-sangka, A Kiong yang akhirnya masuk Islam dan menikah dengan Sahara, padahal dulu mereka sering berantem. Syahdan yang mendapat beasiswa di Jepang dan menjadi seorang IT dan Kucai yang dulu paling lemot malah akhirnya berhasil meraih gelar MBA. Flo yang tomboy akhirnya menjadi guru TK dan bercita-cita membangun gerakan wanita Muhammadiyah. Tak lupa, sang seniman berbakat Mahar yang berhasil menjadi penulis buku.
Dan kini aku penasaran ingin mengikuti bagaimana perjalanan Ikal (tokoh perwakilan dari sang penulis) yang akan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Nggak sabar nih pengin baca Sang Pemimpi.

Setelah membaca Laskar Pelangi aku makin mensyukuri pendidikan yang telah kudapatkan dulu, meski hanya sampai tamat SMU. Bagaimanapun juga masa kecilku dulu lebih beruntung bila dibandingkan dengan anggota Laskar Pelangi. Dari novel ini, aku juga mencoba belajar bagaimana menulis cerita yang deskriptif tanpa harus berbelit-belit dan tidak membuat pembaca merasa bosan. Menurut beberapa temanku, kelemahan menulisku terletak pada bagian itu.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

No comment yet.

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo