Maen Film Dokumenter
Sungguh, Allah memang benar2 Maha Pemurah dan Pengertian banget pada diriku. Di saat aku sedang mengalami kejenuhan menjalani kehidupanku yang itu-itu mulu, Dia memberiku sebuah ‘hadiah’ yang memberikan suntikan semangat baru dalam hidupku. Ciee…dalem banget she.
Mau tahu nggak? Hadiah apa sih yang katanya sobat2ku keren itu?
Alkisah, halaah, bahasanya kayak dongeng aja. Kemarin pas aku lagi kerja, menjalankan tugasku di bagian loker, datanglah 3 mahasiswa jurusan Komunikasi yang memintaku untuk menjadi pemain di sebuah film dokumenter yang akan mereka buat. Tentu saja aku kaget dengernya, perasaan aku nggak ikutan casting kok tiba2 diminta main di film mereka, jadi tokoh utama lagi. Glodak!
Mereka lalu ngejelasin padaku kalau mereka mau ikutan sebuah lomba program acara yang diadakan TVRI. Kebetulan mereka membaca profilku yang pernah dimuat di sebuah majalah kampus di UB, nah dari situlah mereka ingin mengangkat kisahku, seorang tukang fotokopi yang nekat menulis sebagian kisah hidupnya dalam sebuah novel. Alasan mereka sih, katanya aku sebagai seorang yang biasa aja tetapi mampu memberi inspirasi bagi yang lain.
Wedew…nggak salah tuh?
Kalau sebagai orang biasa itu emang bener. Tapi memberi inspirasi bagi yang lain? Aku merasa nggak pantes untuk dikatakan seperti itu.
Jujur saja, saat mendengar tawaran itu, perasaanku campur-aduk. Antara seneng sekaligus takut. Senang atas kepercayaan dan kesempatan yang mereka berikan padaku, tetapi di sisi lain juga takut nggak bisa ngasih yang terbaik buat mereka. Aku kan nggak pernah tampil di depan kamera.
Tapi ya udahlah, aku Bismilah aja, akhirnya aku terima tawaran mereka. Ini kan sesuatu yang baru buatku, nggak ada ruginya kan dicoba? Sekalian juga promosi gratis buat Xerografer he3.
Lagian aku juga salut dengan keseriusan mereka mau bikin film ini. Mereka sempat menunjukkan script yang udah mereka buat, detail dan lengkap banget pokoknya.
Rencananya sih syutingnya dimulai hari ini, waktunya selama seminggu. Adapun lokasi yang dipakai adalah di perpus tempatku kerja dan rumahku. Wew…moga2 aja syutingnya nggak pake di kamar segala, ntar bisa ketahuan jorkisnya he3.
Minta doanya ya dari MP’ers sekalian agar syutingnya berjalan dengan lancar dan hasilnya bisa maksimal. Semoga filmnya nanti memang benar-benar bisa memberikan inspirasi bagi yang melihatnya, Amin.
foto syuting hari pertama sudah bisa liat di sini.






