Long Way to Sempu Island

March 31, 2009, Posted by Ihwan at 1:12 pm

dsc05339

Bagi sebagian besar orang, mungkin memutuskan untuk ikut berpetualang ke alam bebas semudah membalikkan telapak tangan. But its not for me. Bukannya aku nggak suka berpetualang, suka banget malahan, tapi masalahnya aku punya keluarga yang over protectif pada anak-anaknya. Silahkan jika mau mengetawai, ngeledek abis-abisan atau semacamnya, di umurku yang hampir menginjak 30an ini aku masih harus ‘ijin’ terlebih dahulu kepada keluarga untuk ikut acara reuni Paskibra SMANDA (nama sekolah sma-ku dulu) di Pulau Sempu tanggal 28-29 Maret 2009. Pulau Sempu sendiri merupakan pulau kecil yang berada di lepas pantai Sendang Biru, sebuah pantai yang ada di daerah Malang Selatan.

Kalau dulu pas masih ABG alasan keluarga melarangku ikutan petualang karena kuatir bakalan terjadi apa-apa sama aku, secara kondisi fisikku yang kerempeng ini. Nah sekarang, ditambahin lagi satu alasannya oleh salah satu bibiku. Beliau bilang gini waktu aku ngomong mau ikutan ke Sempu : “Ibumu tuh sekarang hanya punya kamu, kakak-kakakmu udah pada nikah dan sibuk ngurusin keluarganya. Kalau ada apa-apa sama kamu gimana, kamu nggak kasihan sama ibumu?” Aku yang tadinya ngotot nggak mau dilarang, jadi kepikiran juga. Kalau aku nekat berangkat dan Ibuku ternyata nggak rela trus terjadi hal-hal yang nggak diinginkan gimana? Secara dulu Ibu pernah ngomong padaku kalau di masa tuanya nanti beliau penginnya ikut sama aku. Bukannya mau nyombong, aku memang anak kesayangan di rumah. Maklumlah, anak bungsu, udah gitu baik hati, suka nabung dan tidak sombong (congkak dikit tapi) ho ho ho.

Sebenarnya agak lucu juga, aku udah pernah ke tempat yang lebih jauh dari Sempu tapi kenapa masih aja dilarang-larang. Aku tahu alasannya (ada2 aja alasannya) karena selama ini aku perginya diajak sama kantor, tempat rekreasinya ‘jelas’ dan semuanya ditanggung sama kantor (baik biaya maupun keselamatan) aka gratisan. Pokoknya modal dengkul doang lah.

Ya udahlah, akhirnya aku merelakan diri untuk nggak ikutan acara itu. Sumpah, dibutuhkan ‘pengorbanan perasaan’ yang lumayan berat, mengingat di Pulau Sempu itu terdapat laguna yang indah banget yang katanya seh nggak jauh beda sama The Beach-nya Leonardo De Capricot. Ditambah lagi mendekati hari H, anak-anak di fesbuk statusnya pada kompakan melakukan persiapan buat ke sana. Gimana nggak makan hati coba? Padahal aku juga udah bela-belain tukeran jadwal lembur sabtu biar bisa ikutan ke Sempu. Aaaah, mboh kah. Pengin misuh2 aja bawaannya.

Untuk menghibur diri, aku lalu iseng-iseng searching segala informasi di internet tentang Pulau Sempu. Pikirku, nggak bisa mendatangi secara langsung tapi lewat foto2 dan cerita di dunia maya nggak apa-apa lah. Kesian banget seeeh gueeee. Di internet ternyata buanyak banget orang-orang yang menuliskan pengalaman serunya ketika mengunjungi Pulau Sempu, udah gitu disertai foto-foto pemandangan yang indaaah banget. Apalagi foto yang memperlihatkan laguna hijau yang oleh penduduk disebut Segara Anakan. Makin banyak artikel dan foto yang kuliat, aku makin ngileer aja dibuatnya. Aku mikir2, mana mungkin aku melewatkan gitu aja tempat yang begitu indah yang ada di muka bumi ini ceilaaah. Apalagi mereka yang udah ke Sempu itu tempat tinggalnya jauh2, masa aku yang orang Malang asli malah nggak pernah ke sana. Pokoknya aku harus ke Sempu sekarang atau nggak sama sekali!!! Lalu aku coba ngecek apakah anak-anak pada onlen fesbuknya, ternyata nggak ada satupun yang onlen. Gantian aku liat di grup alumni paski, kali aja ada info tentang kepastian acaranya. Shitt, ternyata juga nggak ada. Aku cek satu persatu profilnya anak-anak paski yang kukenal, mulai dari Fahmi, Novan, Kiki, Deny untuk cari tahu nomer hapenya, nggak adaaa jugaaaa. Makin panik aja aku, mana berangkatnya tuh besok. Untunglah di saat-saat genting itu, aku teringat Rindra (temen sekampusnya Fahmi), aku sms-in dia buat nanyain nopenya Fahmi. Aku nungguin mpe lima belas menit tapi nggak dibales2. Sambil nunggu balasan dari Rindra, aku ngecek lagi daftar temen fesbuk yang onlen. Yess, akhirnya ada juga anak paski yang onlen. Ternyata dia nggak ikutan ke Sempu karena ada acara keluarga, untungnya dia tahu nopenya Fahmi dan Novan. Segera aku nanyain ke Fahmi di mana tempat ngumpulnya dan jam berapa berangkat ke Sempu. Yang bikin aku kaget adalah jam berangkatnya yang pagi beneeer yaitu pukul 6 pagi trus ke sananya tuh naik motor. Terang aja aku kaget secara aku tuh lelet banget kalau bawa motor, apa nanti malah nggak tambah memperlambat rombongan. Dulu aja pas maen ke Cangar, motorku selalu di belakang sendiri jalannya n sering ketinggalan. Lalu aku juga belum ada persiapan apa-apa, waktu aku sms Fahmi aja aku masih di warnet. Mana sempet beli perbekalan makanan dan sebagenya kalau berangkat sepagi itu. Fahmi lalu ngejelasin kalau berangkat naik motor itu malah lebih cepet, pas mereka survey lapangan aja hanya butuh 2 jam dari Malang-Sendang Biru. Untuk info lebih jelasnya, Fahmi kemudian menyuruhku menghubungi Novan yang bertindak sebagai ketua rombongan.

Sepulang dari warnet, aku langsung bilang sama Ibu dan Bibiku kalau aku mutusin untuk tetep ikut ke Sempu. Mereka tentu aja heran, kemarin bilang nggak jadi ikut eh sekarang datang2 dari warnet langsung berubah pikiran. Kemudian dengan penuh kesabaran plus penuh argumentasi aku jelasin kalau aku bakalan baik2 aja di sana, asal mereka merestui pasti aku selamat sampe tujuan. Sebenarnya sempet ada rencana mau berangkat diam-diam, sekalian aja pagi2 buta cabutnya. Tentu saja itu hanya angan liarku aja, bisa-bisa ibuku shock pas bangun tidur liat kamarku udah kosong melompong nggak ada orangnya he3.

***

Sesuai dengan jadwal, aku berangkat dari rumah jam 6 pagi dan meluncur ke POM Bensin MOG untuk jemput Novan. Jadi ceritanya, Novan tuh awalnya mau berangkat sendirian naek angkot sementara yang lainnya bawa motor, duh kacian banget sih ketua rombongan kita ini he3. Untunglah, aku nggak jadi bareng Kiki yang rencdsc05319ananya mau nyusul ke Sempu hari minggunya, jadi Novan bisa bonceng sama aku. Setelah Deny sama Alam (temen sekampusnya yang hoby mancing) datang, kami berempat meluncur ke Masjid Raya Gadang. Di sana udah menunggu 4 orang lainnya, yaitu Fahmi, Agus, Dewi dan Wina. Jadi total anggota rombongan ada 8 orang. Sebenarnya ada 3 senior juga yang mau ikut yaitu Mas Onal, Mas Ridho dan Mas Kobin. Tapi mereka berangkatnya agak siangan dan naik angkot. Sekitar jam delapan kami singgah dulu di rumahnya Deny (dia di Malang ngekos) yang ada di Turen untuk istarahat bentar sambil memperlengkap perbekalan kami. Perjalanan menuju Sendang Biru lumayan berat dan jauuuh banget, padahal di peta jarak Malang-Sendang Biru tuh nggak sampe lima centimeter :P . Medannya cukup berat, dengan jalan yang berkelok-kelok, naik turun seperti tiada habisnya. Nggak seperti perjalanan ke Cangar dimana aku bisa menikmati pemadangan pegunungan dan perkebunan yang indah di kanan kirinya, di jalan menuju Sendang Biru ini aku bener2 konsen abis sama jalan dan berusaha ‘memacu’ motorku lebih cepat dari biasanya biar nggak ketinggalan jauh sama yang lain. Walaupun Fahmi sama Novan sengaja memperlambat motornya untuk mengiringi di belakang, tapi aku juga nggdsc05322ak mau menambah lama perjalanan yang memakan waktu 3 jam lebih itu.

Sesampainya di Sendang Biru kami segera melapor ke pos penjagaan, membayar ongkos masuk masing2 orang, berhubung kami kamping dikenai biaya sebesar 4000 rupiah. Lalu ishoma sambil menunggu rombongan Mas Onal datang. Pukul setengah satu, Mas Onal kirim sms dan minta dijemput di TPI (Tempat Pelelangan/Pasar Ikan…nggak tau betul apa nggak kepanjangannya itu). Di sana Mas Onal membelikan rombongan ikan tongkol laut sebanyak 5 kg untuk dimakan di Pulau Sempu. Biar nanti nggak ribet2 amat, ikannya kami bakarkan di warung ikan bakar jadi nanti pas mau makan tinggal memanasinya saja. Setelah semuanya sudah makan siang dan siap baik fisik dan mental (ciee bahasanya) kami pun berangkat menuju Pulau Sempu jam setengah tiga sore. Oh iya, motor2 sudah kami titipkan pada penduduk yang membuka jasa penitipan kendaraan. Untuk motor tarifnya 5000 rupiah, nggak tau kalau mobil berapa. Sedangkan tarif menyeberang dari Sendang Biru ke Pulau Sempu sebesar 100 ribu rupiah untuk pulang jemput, jadi besok pas kita mau balik tinggal kirim sms ke pak nelayannya. Yang aku baca di internet sih perjalannya hanya lima menit doang, tapi kami kok sampe 20 menitan yak? Apa jalurnya udah berubah he3.

Pengin tahu gimana, gimana serunya pengalaman kamping di Segara Anakan? Sabar dulu yaa, masih dalam tahap recovery body neh jadi otak belum bisa maksimal buat nulis banyak2 he he he.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

No comment yet.

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo