Nostagila with YOSAN

March 1, 2009, Posted by Ihwan at 9:46 am

Siang itu sepulang dari perpus kota aku menemukan sebuah benda yang mengingatkanku pada masa-masa keimutanku dulu. Benda itu tergeletak begitu saja di atas meja komputerku, pasti dua adikku yang sebelumnya main game di komputerku lupa membawanya pulang. Tau nggak benda apakah itu? Empat bungkus permen karet bermerk YOSAN. (Ya iyalah bisa langsung ketebak dari judulnya :p)

dsc04879

Buat kalian yang merupakan generasi 90an pasti masih inget dong sama permen karet yang satu itu. Permen karet yang berhasil menggerakkan hampir semua anak-anak pada jaman itu (termasuk aku) untuk membelinya sebanyak mungkin demi mengumpulkan huruf-huruf Y-A-S-O-N yang terdapat di setiap bungkusnya. Jika kita berhasil mengumpulkan lima huruf itu maka kita mendapatkan hadiah sesuai dengan apa yang tercantum di huruf N-nya. Hadiahnya boleh dibilang sangat menggiurkan untuk ukuran saat itu, mulai dari tas sekolah, sepeda Yosan, kaos, tamiya de el el.

Aku masih inget betul gara-gara tergiur pengin salah satu hadiah itu aku sampai bela-belain ngumpulin duit dengan cara nggak jajan di sekolah agar bisa beli permen karet YOSAN sebanyak-banyaknya. Sialnya, walaupun udah sering beli tuh permen tapi nggak pernah dapetin huruf N-nya. Setahuku, temen-temenku juga ngalamin hal yang sama, kesulitan nemuin huruf N. Akhirnya karena putus asa, aku berhenti hunting huruf N itu dan melupakannya.

Eh nggak tahunya, sekarang tuh permen muncul lagi di depan mataku. Kemasannya emang sedikit berubah, malah boleh dibilang mengalami penurunan kualitas. Gambar beruangnya nggak sebagus gambar yang ada di bungkus YOSAN era 90an, udah gitu kertasnya juga tipis. Kalau rasanya sih uhm…masih sama mungkin, aku nggak begitu inget sih gimana rasanya dulu. Kalau soal kelenturan dan kekuatan bahannya untuk ditiup menjadi balon aku nggak berani komentar soalnya dari dulu aku emang nggak pernah becus bikin balon dari permen karet.

Satu-satunya hal yang masih dipertahanin adalah strategi pemasarannya, masih sama cing kayak YOSAN era 90an dulu. Pembeli disuruh ngumpulin lima huruf untuk ditukerin dengan berbagai macam hadiah. Siapa sih yang megang bagian promonya, kok nggak kreatif banget. Trus-trus, hadiahnya tuh juga masih sama kayak dulu. Coba kalau hadiahnya ditingkatin misalnya handphone, PS, laptop atau kalau mau yang lebih nekat lagi kasih Blackberry sekalian pasti buanyak yang beli. Dan aku dengan sukarela akan ikut terjun lagi dalam perburuan mencari kelima huruf tersebut.

Tapi kayaknya nasib adik-adikku nggak jauh lebih beruntung dariku dulu, masa dari empat bungkus itu huruf yang tercantum di baliknya tuh sama, A semua! Parah banget dah, jangan-jangan emang dari sononya cuman ada huruf A doang. Biarpun mborong satu kardus juga nggak bakalan ketemu kali kelima hurufnya.

Tapi walaupun gitu aku cukup salut sama permen karet produksi Tangerang ini karena masih bisa teteup eksis di antara serbuan snack jaman sekarang yang makin variatif dan menggoda selera anak-anak. Ditambah lagi dengan krisis ekonomi global yang melanda dunia, harga-harga bahan pokok yang semakin meningkat, halaah kok jadi ngomongin ekonomi gini. Aaah, jadi pengin bernostagila sama snack 90an yang lainnya kayak mie Krip-Krip, masih inget nggak sama bungkusnya yang merah putih itu? Nasionalis banget.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Currently have 2 Comments

  1. roy saputra says:

    wahaha. nostalgia banget nih! betewe, saya copy gambarnya ya!

  2. ihwan says:

    silahkan, asal disebutkan sumbernya ya ntar kalau diupload ulang.

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo