(bukan) Lajang Desperado
Hal paling nggak nyaman yang sering aku alami kalau salah seorang teman di kantor menikah adalah pertanyaan kapan aku bakal menyusul naik ke ranjang ups salah, pelaminan maksudnya.
Sumpah itu nggak nyaman banget buatku mengingat statusku yang emang masih lajang dan masih seorangan wae ini. Kadang kalau mood lagi nggak enak malah levelnya meningkat menjadi menyebalkan, apalagi kalau temen-temenku yang lidahnya setajam silet itu ikut-ikutan mbacot.
Tau sendirilah, namanya cowok kalau udah bercanda tuh sadis banget, nggak mikirin perasaan orang yang dibencandain. Aku sih tahu niat mereka hanya guyon tapi tetep aja yang namanya manusia punya hati punya perasaan, kalau terus-terusan diganggu juga sakit hati dan pengin marah . Hanya orang nggak normal aja yang nggak pernah marah.
Beberapa temen yang aku curhatin seringkali heran kenapa aku keliatan resah banget dengan statusku yang masih melajang ini.
“Tenang aja Mas. Sampeyan kan cowok, mau nikah umur berapa pun nggak masalah. Beda sama cewek yang punya beberapa kendala kalau nikah terlalu tua.”
Emang bener sih yang mereka katakan itu tapi aku juga nggak mau dunk menikah terlalu tua, kesian anak-anakku ntar. Aku pun sebenarnya juga nggak resah gelisah ampe nggak bisa boker ya, aku masih bisa menikmati hidup kok meski lagi jomblo. Keluargaku juga nyante aja, mereka belum menuntutku untuk segera menikah. Masalahnya ya cuma sama lingkungan kerjaku itu.
Kalau tahun-tahun sebelumnya, yang sering jadi korban Pertanyaan Setan itu adalah Mas Ipin, kebetulan umurnya di atasku dan masih jomblo. Nah, berhubung sekarang dia udah punya cewek maka Pertanyaan Setan itu lebih sering ditujukan buatku. Apalagi kemarin-kemarin tuh, Nova sama Putro menikah udah kayak balapan aja soalnya waktunya yang berdekatan.
Aku nggak perlu nyeritain gimana mereka mojokin aku dengan Pertanyaan Setan itu, atau guyonan dan becandaan mereka yang sadis bin nggak ‘bermoral’ karena nyeritainnya sama aja dengan membuka luka di hatiku….halaaah lebay banget. Yang jelas, aku sekarang lagi belajar untuk nerapin ungkapan ‘Masuk Telinga Kanan Keluar Telinga Kiri’ atau kalau bisa kayak usul Johan Arista di status fesbukku yaitu “ Masuk Telinga Kanan Keluar Telinga Kanan’, jadi omongan-omongan yang BrengShit itu nggak perlu mampir di hati.
Aku tahu itu semua nggak mudah dan aku juga tahu mereka bakalan berhenti ngajuin Pertanyaan Setan itu kalau aku udah nikah. Tapi aku juga nggak mau buru-buru nikah hanya karena pengin lepas dari gangguan orang-orang usil itu. Aku nggak se-desperado itu kaliii. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, di mana kita berjanji untuk sehidup semati-suka dan duka ditanggung bersama bukan hanya pada pasangan kita tapi juga pada Sang Pencipta. Terlalu bodoh dan nekat banget kalau aku nikah dengan alasan sedangkal itu.
Yang aku lakukan sekarang adalah berusaha memperbaiki diri dulu karena beberapa kali aku telah mencoba menjalin hubungan namun belum berhasil. Emang susah-susah gampang nyari orang yang bener-bener cocok sama kita. Dulu pernah dapet yang aku suka tapi kami nggak nyambung kalau ngobrol, hubungan jadinya terasa hambar. Trus ketemu sama yang ngobrolnya nyambung tapi nggak ada feeling apa-apa, kayaknya lebih nyaman jadi sahabat. Trus ada juga yang menyukai (akhirnya he3) tapi sayangnya bukan tipeku. Bukannya mau sok jual mahal ya, tapi urusan hati dan perasaan nggak bisa dipaksain dunk. Yang terakhir kemarin, aku udah nemuin yang nyambung ngobrolnya tapi doi ternyata belum mau berkomitmen…boleh dibilang penolakan secara halus geto deh hix3.
Sometimes, ada rasa lelah kalau melihat begitu banyak kegagalan yang aku alamin. Munak banget kalau aku bilang nggak pernah merasa putus asa dan down. Apalagi kalau lagi ngadepin suatu masalah, pengin deh ada someone yang bisa diajak curhat dan sharing gitu. Tapi aku sebisa mungkin untuk segera bangkit dan nggak jatuh dalam jurang ke-mellow-an hiks hiks hiks. Dan aku akan tetap menjaga keyakinanku bahwa sudah ada someone entah di mana yang telah ditakdirkan Allah sebagai jodohku, hanya masalah waktu dan tempat aja yang memisahkan kami saat ini. Minjem lirik lagunya Opie, Kuyakin akan datang pasangan jiwaku pada waktu dan cara yang indah, Amin.
*desperado = putus asa







Mas .. ipin itu sapa ya .. apa ?? wakakakk kk ..
Ihwan: itu nama temen kerjaku, kamu gimana sih Nas baca kok nggak nyambung gitu ha3