Welcome to Malang, Mas Noko

July 1, 2009, Posted by Ihwan at 1:53 am

Senin malam itu adalah jadwal latihan rutin capo di Gedung Sakri UB. Pas aku datang hanya ada Reza, Sayu, Mas Sandy, tiga orang yang aku lupa namanya siapa, trus juga Jindan yang lagi meluk Attabaque (gendang) baru dengan mesranya di tengah-tengah arena latihan he3.

Tak beberapa lama latihan dibuka sama Jindan walaupun jumlah anak yang hadir nggak bertambah sama sekali. Setelah berdoa kami lalu melakukan pemanasan dengan berlari mengelilingi arena latihan. Baru setelah beberapa putaran, satu persatu datanglah teman-teman yang lainnya. Maklumlah, namanya juga orang Indonesia yang terkenal dengan jam karetnya.

Selesai melakukan pemanasan, latihan pun langsung dimulai oleh instruktur yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku sempat bertanya-tanya apa beliau ini instruktur baru atau tamu dari luar kota. Secara fisik tingginya mungkin sama denganku, cuman bedanya badannya keliatan kekar dan lumayan berotot. Melihat dari pembawaannya yang keliatan tenang dan berwibawa, serta sikap para senior yang respect banget sama beliau, aku menebak pasti levelnya udah tinggi banget neh.

Nggak seperti latihan biasanya yang dimulai dengan melakukan gerakan Ginga, Mas Instruktur Baru ini (selanjutnya kita sebut aja MIB ya karena aku juga lum tahu namanya siapa he3) malah mengajak kami bermain tangkap-tangkapan dan kejar-kejaran. Tapi tentu saja bukan sekedar bermain, di dalamnya tetap ada gerakan capoeira yang harus dilakukan. Yang paling melelahkan itu pas kejar-kejaran dimana kami pada berlarian kesana kemari menghindari para instruktur yang mengejar kami. Barang siapa yang ketangkep, harus mematung dengan pose Negativa. Barang siapa yang ingin membebaskan temannya harus terlebih dahulu melakukan gerakan Ginga dan Melialua Defrente (ehm…bener nggak ya namanya itu, masih lupa-lupa inget sih). Pokoknya kami malam itu back to masa kanak-kanak yang indah deh.

Puas bermain-main, MIB (aku baru inget, ternyata beliau malam itu memakai kaus hitam kalau nggak salah) lalu membagi kami dalam empat kelompok dan diadakan semacam adu balap dengan melakukan gerakan capoeira yang lainnya. Pokoknya seru banget deh, antara senang, capek tapi anehnya malah makin semangat latihannya. Saat dikasih jeda waktu untuk istirahat, aku sempatin nanya sama salah satu seniorku siapa gerangan nama MIB. Ternyata oh ternyata beliau ini adalah Mas Noko. Selama ini aku udah sering denger namanya dari para senior tapi belum tahu orangnya kayak apa. Beliau ini selain sudah keliling Indonesia, juga udah pernah memperdalam ilmu Capoeira di negeri asalnya sana yaitu Brasil. TOP BGT deh pokoknya.

Latihan malam itu makin special aja karena untuk pertama kalinya aku diajarin Angola. Asal tahu aja, yang namanya Angola tuh di dalam jogo hanya dimainkan oleh para senior yang notabene sudah advance gitu loh. Gerakannya cukup sulit dan menguras banyak tenaga karena dimainkan secara perlahan, trus banyak main di bawah dan bener-bener mengandalkan kekuatan tangan. Udah gitu, otak kita juga ikutan main karena di Angola dituntut untuk menyusun strategi agar bisa menghentikan gerakan lawan. Ehm…kok aku makin terdengar sotoy ya he3, udah ah cukup itu aja ceritanya tentang Angola, ntar takut salah.

Oh iya, aku juga seneng banget pas turun di Roda sempet dicompra dan main sama Mas Noko. Rasa grogi pastinya ada, tapi aku berusaha mengeluarkan kemampuan terbaikku…biuuuh kemampuan terbaik apanya Wan, lha wong sering terdesak gitu mainnya dan ditake-down mpe kebanting di lantai ha ha ha.

Walaupun gitu, sebagai seorang (calon) capoeirista nggak boleh ada rasa kapok apalagi menyerah dalam berlatih. Buktinya aku tetep ikut latihan esok harinya di Unmer.

Mas Noko emang rencananya bakal semingguan di Malang, ya iyalah kan beliau yang ngajar di Workshop 5 Juli nanti. Makanya Mas Widha menghimbau kami agar bisa memanfaatkan Mas Noko…ups maksudnya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Mas Noko.

So…dalam seminggu ini aku mungkin bakalan tiap hari latihan. Buat yang pengin ngajak kencan atau sekadar jalan dipending dulu ya wakakakakaka. Vou dizer minha mulher, Paranà Capoeira me venceu, Paranà*.

* I’m going to tell my woman, Paranà (that) Capoeira conquered me

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

No comment yet.

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo