Berlayar di atas Perahu Kertas

October 3, 2009, Posted by Ihwan at 06:06

Perahu Kertas bercerita tentang kisah cinta dua Agen Neptunus bernama Kugy dan Keenan. Kugy, seorang cewek cantik, mungil, berdaya imajinasi tingkat tinggi namun berantakan. Keenan, seorang cowok indo, tampan, cerdas dan dengan keajaiban tangannya mampu menciptakan lukisan-lukisan yang magis.

Kugy sejak kecil mempunyai cita-cita menjadi seorang Juru Dongeng, semua hal dia lakukan demi mewujudkanya. Keenan sendiri mewarisi bakat melukis dari ibunya dan kelak ingin menyerahkan hidup sepenuhnya untuk melukis. Namun sayang jalan menuju cita-cita itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Kugy berusaha realistis jika profesi Juru Dongeng belum mampu dijadikan sebagai sandaran hidup, sedangkan Keenan harus menghadapi pertentangan dari Papanya yang seolah ingin memusnahkan bakat di dalam dirinya tersebut. Haruskah mereka mengorbankan cita-cita bahkan jati diri mereka sendiri?

Mereka berdua akhirnya saling membantu dan menguatkan hingga tanpa mereka sadari tumbuhlah benih-benih cinta di antara mereka berdua. Namun sayang Kugy telah memiliki Ojos, sehingga dengan terpaksa keduanya memendam rasa cinta itu.11134-perahu_kertas

Meski Dee memulai kisah Kugy dan Keenan dari usia mereka ketika masih baru saja lulus SMA, namun sejak awal aku yakin bahwa novel Dee nggak akan jatuh menjadi novel percintaan remaja yang mendayu-dayu dan lebay. Perahu Kertas memang bukan kisah cinta yang biasa, di dalamnya kita akan dibuat tersenyum hingga tertawa oleh humor yang nggak murahan. Senang hingga gembira banget dengan hal-hal kecil yang nampak sederhana dan sepele sekali. Terharu hingga meneteskan air mata demi menyaksikan kesedihan dan pengorbanan para tokohnya demi orang-orang yang mereka cintai. Hebatnya lagi, Dee tidak membutuhkan kisah yang tragis dan dramatis untuk melakukan semua itu.

Menaiki Perahu Kertas kita akan mendapatkan banyak pelajaran hidup. Bahwa terkadang kita harus rela menjadi seseorang yang bukan diri kita dulu, untuk akhirnya menjadi diri kita yang asli. Ungkapan ini begitu mengena buat diriku pribadi karena sesuai dengan apa yang pernah kualami. Apa yang dirasakan Kugy juga aku rasakan, bahwa sampai sekarang aku masih belum bisa menggantungkan hidupku sepenuhnya pada menulis. Untungnya aku bekerja pada bidang yang masih berkaitan dengan dunia buku sehingga aku tidak putus sepenuhnya dari dunia tulis-menulis hanya demi mencari sesuap nasi dan segenggam berlian. Mulai lebay deh bahasanya.

Pelajaran yang lainnya dan lagi-lagi sangat mengena buatku pribadi adalah Cinta Itu Melepaskan Bukan Mengekang. Meski pada akhirnya Kugy dan Keenan mengetahui bahwa mereka saling mencintai namun mereka memilih untuk saling melepaskan karena tak ingin menyakiti hati pasangan masing-masing.

Setelah membaca novel ini, aku makin bersyukur karena kemarin-kemarin tidak sampai melakukan hal yang bisa menyakiti orang pernah aku sayangi dikarenakan rasa terlukaku yang bermutasi menjadi kebencian. Memang sih, itu bukanlah sesuatu hal yang mudah, melepaskan begitu saja orang yang kita cintai untuk orang lain.

Namun yakinlah bahwa Hati tidak pernah memilih namun dipilih. Karena jika kita memilih maka kita tidak akan pernah tulus mencinta. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Currently have 9 Comments

  1. Dewi Lestari says:

    Terima kasih sekali untuk review-nya. I’m glad you enjoy the book! (and gain some fruitful insights from it too :) )

    ~ D ~

  2. ehone says:

    Wow…ga nyangka banget, seorang Dee mau mampir dan kasih komen di situsku yang masih baru ini ^_^

    Aku juga makasih banget karena Mbak udah nulis buku2 yang inspiring banget, beneran deh aku tuh ngefans n terinspirasi banget sama Mbak Dee.
    Dulu aku pernah datang di acara bedah buku Filosofi Kopi di Malang, kapan Mbak datang lagi ke Malang. Ditunggu yaa.

  3. ambar says:

    perahu kertasnya bagus, tapi aku kok ngerasa sedikit kosong ketika kugy ma keenan terpisah dan menjalani kehidupannya sendiri2. meskipun bagian itu tidak ada, bagian sblm dan sesudahnya jika disatukan dah dpt cerita.

  4. ehone says:

    Kalo menurutku bagian itu tetep perlu ada soalnya ntar pembaca jadi bingung dunk kalo tiba-tiba muncul Luhde dan Remi.

    nggak mungkin dunk Dee bikin bagian cerita yg ga ada gunanya.
    aku awalnya mengira sakola alit cuman sekedar pelengkap aja, tapi ternyata seiring dengan berjalannya cerita sakola alit punya peranan yang penting.
    tapi kalo boleh ngambil kesimpulan juga, Dee kayaknya sedikit terinfluence sama demam pendidikan yang diusung laskar pelangi.

  5. titiw says:

    4 thumbs up for this book!! *angkat2 jempol kaki* pembantuku aja baca cuman 2 hari, heheheh.. :D

  6. ehone says:

    Wah pembantunya ikut baca juga…? kereeeen…!!

    Aku juga dua hari bacanya, dari awal baca nggak bisa n nggak mau berhenti deh. penginnya sih sehari tapi waktunya ga ada he3

  7. metty says:

    NICE…,bagus banget “Perahu Kertas” nya akhirnya melaju hingga ke samudra. Tak tentu dari manapun menghanyutkan Perahu Kertas ini,,,akhirnya para pambaca pasti PUAS banget deh.
    Makasih banyak yah Mba Dee,,,novel nya sangat inspiratif dan kreatif dalam menarik ulur emosi pembaca nya. Dari setiap kata2,keadaan,tempat dan emosi yg diutaran seakan2 saya ada disana. 8 jam saya telah jalan2 dan berfantasi ke dalam dunia “Perahu Kertas”.

  8. ehone says:

    Metty: Thanx ya udah mau mampir dan berkomentar di blog saya.
    Salam kenal ya :)

  9. Hey actually nice blog!! Man .. Beautiful .. Incredible .. I will bookmark your weblog furthermore take the feeds also…

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo