Iam Introvert…so what?

October 15, 2009, Posted by Ihwan at 08:21

Kemarin aku membaca artikel dari sebuah majalah terbitan ibukota yang membahas tentang sifat pendiam atau dalam dunia psikologi disebut Introvert.
Sebagai orang yang merasa dan sering dijulukin Si Pendiam baik sama keluarga, sahabat maupun teman-teman kerja, aku merasa ‘lega’ karena dalam artikel itu disebutkan bahwa sebenarnya tidak ada yang salah dengan sifat pendiam. Namun sering kali orang kebanyakan memandangnya sebagai suatu hal yang nggak wajar, aneh dan berbagai pandangan negatif lainnya.

Di dalam Ilmu Psikologi sendiri dikenal konsep Introvert dan Ekstrovert. Perbedaan yang paling menyolok mata dari kedua sifat itu adalah orang Introvert lebih suka menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri dibandingkan dengan orang banyak. Tapi bukan berarti mereka anti sosial lho, mereka juga bisa bersosialisasi namun jika disuruh memilih, maka mereka akan jauh lebih nyaman jika tidak berlama-lama berada di tengah-tengah banyak orang.
Sifat di atas bener-bener gue banget. Pas jaman sekolah dulu, aku lebih suka menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku di perpustakaaan dari pada bercengkrama atau nongkrong-nongkrong nggak jelas di kantin/warung depan sekolah. Kebiasaan ini terus terbawa hingga di lingkungan kerja. Ironisnya pekerjaan yang kugeluti mengharuskanku berhadapan dengan orang banyak dan menuntutku untuk lebih aktif berbicara.

Seringkali aku heran, meskipun sudah beristirahat dengan cukup sehabis pulang kerja namun aku masih saja merasa ‘capek’ dan bawaannya pengin berlama-lama di dalam kamar. Nggak jarang orang rumah sampai nanyain apakah aku lagi ada masalah kok sampai nggak keluar-keluar dari kamar. Paling males dan ogah-ogahan jika ada yang menginterupsi waktu sendiriku (me time) itu, entah itu orang rumah yang pengin ngajak ngobrol atau ponakan-ponakan yang suka ngikutin aku mulai dari pintu masuk hingga ke kamar.

Nah aku akhirnya menemukan jawaban kenapa dulu aku sampai kayak gitu, di artikel itu diterangkan bahwa setelah satu atau dua jam bersosialisasi, kaum Introvert merasa perlu untuk off sejenak dan ‘mengisi baterai’ kembali. Bayangin aja, setiap hari selama 8 jam aku ‘menghadapi’ratusan mahasiswa yang datang ke perpus. Saat masih di bagian fotokopian dulu, yang bekerja tuh bukan cuma tangan tapi juga mulut. Mulai dari nanyain buku apa yang mau difokopi hingga fotokopiannya selesai. Yang namanya pengunjung tuh maunya macem-macem, ada yang penginnya cepet, minta hasilnya yang bagus, nggak sabar ngantri dan masih banyak lagi tingkah laku yag seringkali memancing emosi. Jadi wajar rasanya jika sehabis kerja aku pengin menyendiri tanpa diganggu oleh siapapun, termasuk keluargaku sendiri sekalipun.

Tanpa kusadari, situasi kerja seperti itu berdampak positif bagi perkembangan diriku, Sifat pemaluku sedikit demi sedikit berkurang. Aku tidak lagi canggung bila berhadapan dengan orang banyak. Tapi anehnya, sifat pendiamku nggak banyak berkurang. Tapi untungnya aku bukan tipe pendiam akut yang bener-bener irit bicara dan terkesan sombong gitu. Aku masih butuh berkomunikasi dengan orang lain, tapi ya itu tadi, aku lebih nyaman ngobrol model one to one aja. Nggak heran jika saat ngumpul bersama keluarga, teman kerja ataupun dengan teman dari dunia maya, aku lebih banyak diam mendengarkan atau bicara seperlunya saja.

Tapi sekarang, kayaknya aku kena ‘karma’ karena sifat pendiamku itu. Di bagianku yang sekarang, yaitu di bagian sirkulasi tepatnya di pintu keluar, job descriptionku hanyalah ‘duduk ganteng’ mengawasi mahasiswa yang keluar masuk membawa buku. Jarang banget ngomongnya, paling-paling kalau ada mahasiswa yang nanya ini-itu baru deh mulutku yang bekerja.
Sumpah, kadang kalau lagi bosan gitu perasaan ‘merasa sendiri di tengah keramaian’ itu bener-bener menyiksa. Makanya jangan heran jika setiap hari aku nggak pernah absent dari yang namanya onlen di berbagai jejaring sosial yang ada di internet. Mulai dari Multiply, Facebook hingga Twitter. Walaupun hanya dalam bentuk interaksi dunia maya, tapi hal itu cukup ampuh untuk melewatkan waktu kerjaku yang terasa lama dan membosankan.

So, aku minta maaf ya buat temen-temen yang mungkin merasa ‘terganggu’ dengan update-an status, quicknote dan twit-ku yang hampir tiap menit itu ha ha ha. Mohon dimaklumi karena ternyata orang pendiam pun bisa mati gaya juga dengan kesendiriannya.

*buat yang pengin merubah sifat Introvert-nya menjadi Ekstrovert bisa liat tipsnya di sini.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Currently have 2 Comments

  1. ael says:

    pantes tulisannya banyak, mas XD

  2. ehone says:

    Saya emang lebih suka ngungkapin semua perasaan lewat tulisan.
    Thanx atas kunjungan n komennya Mas
    Salam kenal :)

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo