Akibat Salah Landing Jadi Salah Urat
Saat latihan capoeira sebulan yang lalu, aku mengalami sedikit cedera kaki ketika latihan Jumping. Latihan ini dilakukan berpasangan dimana kami harus bergantian melompati satu sama lain. Untuk yang beginner cukup melompat setinggi pinggang aja, jadi teman yang dilompati membungkuk membelakangi kita. Sedangkan yang medium dan expert harus melompat setinggi badan pasangannya. Karena aku udah 6 bulan latihan maka aku harus melakukan latihan Jumping yang kedua. Dulu aku sudah pernah mencobanya tapi gagal soalnya mentalku belum siap alias nggak berani he3. Ketika sudah sampai di dekat temanku, bukannya langsung melompat eh malah kakiku langsung ngerem cakram.
Nah, berhubung sore itu ada junior-junior malu dong ya kalau sampai nggak bisa melakukannya. Maka aku pun berusaha mengsugesti diriku sendiri bahwa aku pasti bisa melompati temenku. Kebetulan aku berpasangan sama Nazhary, tinggi badannya sama dengan sekitar 160 cm.
Kalo nggak salah waktu itu Nazhary duluan yang melompati aku tapi nggak bisa. Kayak aku dulu, rupanya dia belum siap atau nggak yakin bisa melompatiku. Pas giliranku, sengaja aku cari tempat ancang-ancang yang agak jauh supaya bisa mendapatkan tenaga tolakan yang besar sehingga bisa melompat setinggi mungkin.
Aku lihat Nazhary yang berdiri membelakangiku dengan pandangan penuh focus. Kuulang-ulangi sugesti di dalam diriku bahwa aku pasti bisa melompati badan Nazhary. Bisa bisa bisaaa…!!
Aku mulai berlari kea rah Nazhary, semakin lama semakin cepat dan ketika sudah mendekatinya kutumpukan kedua tanganku di pundak Nazhary dan langsung kuangkat kedua kakiku saat itu juga. Ajaib! Tiba-tiba saja aku merasa kayak ada yang mendorong badanku ke atas, kayak memantul gitu. Rasanya bener-bener lepas banget ketika badanku melayang di atas kepala Nazhary. Berasa kayak harimau yang melompat hendak menerkam mangsanya, halaah lebay.
Yess!! Pekikku dalam hati begitu kedua kakiku menginjak tanha lagi. Iam really-really feel great dan masih nggak percaya kalau aku ternyata bisa melompat setinggi itu.
Pas aku mengulanginya untuk kedua kali aku bisa melakukannya lagi, Nazhary yang tadinya nggak bisa ikut termotivasi dan akhirnya bisa juga melakukannya. Namun sayangnya pas ketiga kalinya aku melakukan kesalahan saat landing, kaki kananku terpeleset oleh rerumputan yang basah oleh hujan. Akibatnya kaki kananku tertarik ke belakang dengan jari manis yang tertekuk. Rasanya sih nggak begitu sakit waktu itu makanya aku hanya menganggapnya sepele.
Kesleo di kaki kananku itu hanya aku obatin dengan mengoleskan salep penghilang rasa nyeri, terutama di ruas jari manis karena di bagian itulah yang paling nyeri. Kalau dipakai buat jalan atau tertekuk gitu rasanya sakit. Aku baru tahu ternyata mata kakiku sampe menghitam gara-gara salah landing itu, tapi anehnya malah nggak sakit. Aku masih punya kok fotonya, ntar deh aku pasang sekalian he3.
Sebulan sudah berlalu, tapi sakit di ruas jari manis kakiku nggak kunjung sembuh. Apalagi kalau sehabis latihan gitu sakitnya nambah dan kalau raba-raba telapak kakiku kayak agak bengkak di ruas jari manisnya. Aku mulai mikir (lha sebelumnya nggak mikir dunk) cedera ini nggak bisa dibiarin neh.
Ketika aku ceritain cederaku ke Budi, temen kerjaku, dia bilang mungkin tulang jari manisku itu kurang bener letaknya gara-gara salah landing itu. Lalu dia memintaku untuk duduk dengan kaki terbujur lurus dan kemudian dengan sotoy-nya dia manarik jari manisku. Pas ditarik sih rasanya biasa aja tapi efeknya setelah itu malah jadi makin parah. Nggak cuma tambah nyeri pas dipakai jalan tapi juga panas. Wah, malpraktik neh ceritanya.
Pas di rumah aku coba merendam kakiku itu dengan air hangat (cenderung panas sih) untuk meredakan nyerinya, siapa tahu manjur. Bibiku yang tahu hal itu menyarankan aku untuk pijat urat, kebetulan beliau dulu pernah ngalamin cedera yang sama kayak aku. Tapi beliau juga bilang kalau pijat urat itu agak sakit, beliau aja pas dipijat dulu katanya sampai kesakitan banget. Mendengar hal itu aku jadi agak keder. Juju aja, aku tuh termasuk orang yang kurang tahan sama rasa sakit.
“Gimana neh pijat apa enggak ya?”, batinku dalam hati.
“Kalau nggak dipijat ntar nggak sembuh-sembuh…”
Hmmm….
Nantikan lanjutannya di blog berikutnya, okey?
*sengaja dibikin bersambung karena dulu ada yang ngeluh blogku kepanjangan ceritanya, jadi nggak ada maksud untuk menyaingi sinetron stripping yang semakin menggila di teve-teve kita itu







wew…. enak kok klo bis d pijat …
sakit sebentr jg gpp
Afwan: yupe, aq juga pernah kok pijat. tapi kalo pijat urat belum. tunggu aja cerita selanjutnya