Dikeroyok Sakit Pinggang dan Gabagen
Beberapa waktu yang lalu kondisi badanku sempat ngedrop, yang diawali dengan pinggang yang sedikit sakit. Keadaan ini cukup mengangguku mengingat pekerjaanku yang lebih banyak duduk dan sedikit sekali bergerak. Rasanya tuh panas dan agak nyeri gitu kalau dipake duduk dalam waktu yang agak lama, makanya aku sesekali berdiri atau mampir-mampir ke meja temenku untuk sekedar menghilangkan rasa panas dan nyeri tersebut.
Aku sih udah tahu penyebabnya karena dulu juga pernah mengalaminya, dua kali kalo nggak salah. Yupe bener sekali, kurangnya konsumsi air putih lah yang menjadi biang kerok sakit pinggangku itu. Supaya nggak berkepanjangan dan takutnya menghantam ke ginjal (moga-moga sih enggak ya) aku segera minum obat khusus sakit pinggang yang selama ini udah terbukti khasiatnya (marketing banget bahasanya). Selain itu tentunya juga menambah konsumsi air putih, nggak masalah deh walopun efek sampingnya adalah aku jadi sering ke belakang. Yang penting kan sembuh, tul nggak?
Belum sembuh bener sakit pinggangku, eh tahu-tahu badanku kena demam. Mau nggak mau aku terpaksa ijin nggak masuk kerja…ha ha ha gaya banget ngomongnya, kayak pegawai teladan aja padahal di kantor memegang ranking nomer dua sebagai pegawai yang sering (bukan suka lho ya) datang mepet jam masuk kantor.
Meski sudah habis satu strip obat flu namun demamku tetep nggak mau minggat dari badanku, malahan muncul ruam (kemerahan di kulit) yang agak gatal, awalnya sih hanya di wajah trus lama-kelamaan menyebar ke seluruh tubuh. Orang rumah langsung nge-judge kalau aku sakit Gabagen aka Campak, atau istilah medisnya tuh Morbili. Tentu saja aku heran karena selama ini Gabagen tuh identik dengan penyakitnya anak kecil, lha kok aku bisa kena ya?
Akhirnya aku nyerah dan pergi ke dokter deket rumah, namanya Dokter Husnul. Ternyata emang bener aku terkena Gabagen. Menurut Dokter Husnul, Gabagen bukan hanya diderita anak kecil, orang dewasa juga bisa kena penyakit itu. Campak menular melalui melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup percikan ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita morbili/campak.
Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana saja. Aku sempat nebak-nebak, kira-kira aku ketularan Campak di mana ya? Waktuku kan lebih banyak aku habisin di tempat kerja, pasti ketularan dari salah satu mahasiswa yang datang ke perpus. Awas ya, tunggu pembalasanku he3
Selain minum obat dari dokter, atas saran Rini, aku juga minum degan (kelapa muda) hijau agar ruam di badanku keluar semua . Trus sama orang rumah aku juga dibelikan jamu kunir madu. Aku sih nurut aja, yang penting sakit Gabagennya lekas sembuh.
Nggak enak banget soalnya sakit Gabagen itu, badan rasanya gatal dan gerah tapi badan kita sama sekali nggak boleh kena air. Karena kalau terkena air maka ruam-ruam yang udah keluar itu bakalan ‘masuk’ lagi sehingga Gabagennya nggak sembuh-sembuh. Jadi selama dua hari nggak masuk kerja itu, aku sama sekali nggak mandi. Huuuh, gerah abies deh rasanya. Tapi nggak sampe bau kambing lho soalnya kan untuk menghilangkan gatelnya itu aku menaburi badanku dengan bedak.
Ya udah gitu aja sih, sharingku tentang dropnya badanku kemarin. Hikmah yang bisa diambil, rajin-rajin minum air putih biar nggak sampai kena sakit pinggang lagi. Trus juga jaga kondisi badan dan cukup istirahat biar kondisi badan tetap fit sehingga nggak gampang drop n ketularan virus.
info lengkap tentang Gabagen bisa dilihat di sini.







Air putih itu sangat mujarab dan sangat dianjurkan. Saya sendiri punya pengalaman tidak mengenakkan akibat kurangnya minum air putih. Cukup sudah pengalaman itu menjadi pencambuk agar saya rajin minum air putih. Sehari 8 gelas, labih bagus bahkan lebih….
Bisa dishare nggak Mas pengalaman tidak mengenakkannya itu? Apa sama dengan saya yang mengalami sakit pinggang…?
dateng lagi nih berkunjung………….
udah sembuh kan
Sering-sering juga ga pa-pa kok Mbah.
Kambuh lagi neh, tapi cuma dikit kok. emang bener-bener ga boleh kelewatan minum air putih.