Pindah Hati Ke Lensa Kontak

Sudah semingguan ini aku memakai lensa kontak untuk menggantikan kacamata yang sudah nggak nyaman dipakai, yang sebelah kanan sudah banyak tergores mikanya. Kebetulan aku pakai yang frame less tapi hanya bagian bawahnya saja.
Jujur ya, motivasi utamaku pindah hati ke lensa kontak adalah untuk memperbaiki penampilan, ha ha ha jujur banget gue jadi orang. Habis gimana ya? Kalau aku liat-liat pas lagi ngaca ataupun hasil foto-foto narsis, kayaknya lebih oke nggak pakai kacamata deh.
Trus juga setelah aku bandingin foto jaman dulu sebelum pake kacamata sama sekarang, mataku jadi makin belok dan berkantung gitu. Duh, kok gue jadi terdengar seperti wanita umur 30an yang krisis pede yak? wkwkwkwk
Ada beberapa temen yang juga kasih masukan soal kebiasaanku yang suka mendongak kalau pas jalan atau ngomong sama orang, kesannya kayak orang bloon gitu. Kayaknya sih kebiasaan itu emang dimiliki hampir semua orang yang pake kacamata deh.
Berbekal tiga alasan itu, aku pun memantapkan diri untuk ganti pake lensa kontak. Perkara motivasi ini emang penting banget ya, soalnya memakai lensa kontak itu butuh kedisiplinan yang tinggi. Kita harus telaten menjaga kebersihan lensa kontak, baik sebelum maupun sesudah memakainya. Sebelum memegang lensa kontak, jari kita harus bener-bener steril dan kering. Apalagi pada awal awal pemakaian, biasanya agak kesulitan untuk memasang atau melepas lensa kontak dari mata kita. Ucapan Donna Harun bahwa kalau mau cakep itu harus mau ribet emang benar adanya!
Sebelum membeli lensa kontak tentunya mata kita harus diperiksa lagi, siapa tahu minus sudah berubah. Dan ternyata minus mataku emang nambah lagi, termasuk silindernya juga. Pantesan beberapa hari sebelumnya mataku tuh terasa pedih dan berair mulu gitu tapi anehnya nggak disertai kemerahan di mata.
Aku emang punya kebiasaan buruk yang udah kuduga menjadi penyebab utama pertambahan minus dan silinderku itu, yaitu ngenet pake hape sebelum tidur. Yang menjadi masalah adalah pake hapenya tanpa penerangan sama sekali, aku emang biasa tidur dengan lampu dimatikan sih. Kata Mas Penjaga Optiknya, radiasi yang dipancarkan dari layer hape tuh emang nggak bagus buat mata, apalagi kalau make hapenya di gelap-gelapan kayak aku.
Oh iya, asal kalian tahu lensa kontakku ini warnanya cokelat lho! Ha ha ha kalian pasti shock bacanya. Pikirku sih, sudah kepalang basah maka nyebur aja sekalian. Malahan si Mas Penjaga Optik nawarin pake yang warna biru, aje gileee lo! Gue masih tahu diri kaleee, masa kulit sawo matang gini nekat pake matanya bule.
Tanggapan orang-orang sekitar bout gantinya aku pake lensa kontak tentu aja beragam, ada yang pro dan kontra. Dari pihak yang mendukung bilang aku keliatan beda gitu deh, Glodak! Ada yang ngomentarin warnanya yang katanya bikin mataku kayak matanya ular, nggak apa-apa deh daripada mata buaya darat. Temenku di dunia maya, Echan, shock gitu pas tahu aku pake lensa kontak soalnya diantara temen2 cowok yang dia punya, hanya gue aja yang pake gituan. Apalagi ini warnanya cokelat, salut dia sama aku karena dia sendiri pake yang nggak berwarna.
Yang agak-agak kontra sih pamanku, beliau bilang aku “Kakean Polah” atau kalau ditranslate ke bahasa Indonesia artinya tuh: Kebanyaken Tingkah alias aneh-aneh aja. Baru nyadar rupanya kalau keponakannya yang satu ini kadang emang suka aneh-aneh tingkah lakunya.







selamat berlensa kontak
jangan lupa selalu melakukan blog kontak
selalu jaga kebersihan
Thanx Mbak atas advice dan kunjungan baliknya