Ouch…Infection of The Alay

December 11, 2009, Posted by Ihwan at 7:12 pm

Aku pertama kali mengetahui kata Alay dari sebuah tabloid ibukota yang waktu itu membahas tentang fenomena jasa penonton bayaran yang banyak digunakan oleh stasiun televisi swasta dalam acara-acara mereka. Paling banyak sih di acara musik, tujuannya tentu saja untuk memberi kesan ‘ramai dan heboh’ sehingga penonton yang melihatnya di rumah tertarik dan menganggap acara itu bagus karena banyak orang yang sampe bela-belain untuk nonton langsung di studio atau lokasi acara.

Trus hubungannya sama Alay apa?

Penonton bayaran yang ‘dipake’ stasiun swasta itu rata-rata adalah para Alay-er, bisa dilihat dari tampilan dan style yang menurut mereka gaul dan modis padahal aslinya sih keliatan norak dan nggak jelas banget kiblat fashionnya kemana. Trus juga aksi dan tingkah polah mereka yang heboh banget di televisi, misalnya aja melakukan gerakan-gerakan tangan secara bersamaan, joget-joget heboh sampai ngalah-ngalahin penyanyi sama dancer-nya. Tapi mereka juga nggak bisa disalahin sih karena mereka memang dibayar untuk seperti itu.

Lalu hubungan Alay sama aku apa?

Perlu aku kasih tahu bahwa selama ini jika sedang chatting menggunakan hape aku selalu menyingkat-nyingkat kata yang kutuliskan, tujuannya adalah untuk menghemat tenaga sehingga jari-jemariku nggak sampai keriting karena kebanyakan chatting.
Selama ini sih fine-fine aja dan tidak ada yang protes dengan kebiasaanku itu, biasanya sih teman-temanku udah maklum jika aku mengetiknya disingkat-singkat gitu pasti lagi onlen pake hape.

Sampai kemudian ada temen chatting baru yang seringkali nggak ngerti dengan singkatan yang aku pakai, uhm…sebenarnya sih singkatan yang kupakai masih standart dan umum dipakai di bahasa SMS. Misalnya aja ‘yang’ aku singkat jadi yg, ‘dapat’ jadi dpt, trus ‘nya’ nulisnya X aja.

Tapi temenku ini tetep saja kekeuh nggak mau kalau chattingan dengan gaya tulisan yang menurutnya nyebelin. Trus pernah juga aku ngirimin SMS Selamat Pagi, eh malah dibalasin dengan sebutan Alay. Aku sih nggak ngefek ya dengan balasan SMS-nya itu because for me its not Alay. Dalam persepsiku Alay itu hanya merujuk pada style dan tingkah laku yang kampungan.

And then…

Ada salah satu temen yang memposting sebuah link tentang Alay Generator, dimana kita bisa merubah tulisan kita yang biasa menjadi tulisan Alay. Nah, di situ ada tiga pilihan Alay Style:
1. Tulisan Disingkat-singkat.
2. Tulisan Besar Kecil
3. Tulisan Huruf dan Angka.

Aku langsung ketawa-tawa sendiri dan nggak nyangka gitu bacanya, jadi gaya chattinganku itu termasuk dalam katagori Alay?

Oh My God, drag me to hell aja dah…ha ha ha ha.

Didorong oleh rasa malu tapi tetep ya masih nggak ikhlas nerima kenyataan itu…halaah lebay banget, akhirnya aku searching everything about Alay. Aku nemuin banyak banget definisi, ciri-ciri sampai kasus Alay paling heboh yang menimpa seorang siswi SMA dari Banyuwangi bernama Ophi A. Bubu. Begitu hebohnya sampai-sampai The Jakarta Post secara khusus membahasnya dalam artikel Messing With Letters.

Di bawah ini adalah salah satu contoh note-nya Ophi:

cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……(Sayang kamu tau sakitnya….)
m_tHa apOn YoH…………… (Minta ampun ya)
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo……….(Aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu)
bUD….. (But)
cIa” adJA………………… (Sia sia aja)

Walaupun di situ udah diartikan tapi tetap saja aku pribadi sampai pusing dan mengernyitkan dahi membacanya. Entah style penulis mana yang dia ikutin sampai dia bisa buat tulisan serumit itu hi hi hi

Tapi kasian juga tuh anak karena hanya karena pengin mengekspresikan diri dan terlihat keren dia sampai dihujat habis-habisan di dunia maya sama anak-anak Kaskus bahkan sampai minta maaf segala di FB-nya seakan-akan ke-Alay-annya itu sebuah dosa. Coba deh bayangin kalau kita berada di posisinya, pasti akan sangat merasa stress dan tertekan sekali.

Kalau aku sendiri, awal mula menyingkat-nyingkat tulisan karena dulu seringkali nggak mengerti dengan SMS-SMS yang dikirim oleh beberapa teman yang memakai kata-kata singkatan. Dari situ lah, aku akhirnya belajar mengartikan dan kemudian ikut menggunakannya. Tapi waktu itu belum ada istilah Alay jadi ya fine-fine aja toh. Lagian aku nggak sampe yang mencampur adukkan antara huruf besar kecil dan angka. Trus aku juga tahu kapan waktunya menggunakan singkatan, nggak mungkin banget lah aku menulis blog pake tulisan kayak gitu.

Saraap, aku baru ingat!!

Mantan cewekku juga kalau SMS suka pake gaya tulisan Besar-Kecil kayak si Ophi itu. Dulu aku suka heran dan kagum aja ngeliat gimana fasih dan cepetnya dia mengetik di keypad dengan huruf Besar-Kecil kayak gitu. Pernah aku iseng-iseng nyoba tapi langsung nyerah karena nggak telaten dan capek harus berkali-kali mencet tombol perubah jenis huruf tiap kali mengetik. Lagian style kayak gitu kan identik dengan cewek.

So, kesimpulan dari semua yang udah aku sampaikan di atas adalah virus Alay sangat mudah sekali menular, terutama dalam gaya penulisan. Dan kita biasanya nggak sadar atau pura-pura nggak sadar saat mulai terjangkiti virus Alay.

Aku sendiri mulai sekarang sudah berusaha untuk menulis dengan normal kembali saat chatting. Tapi alasannya bukan karena takut dicap Alay tapi agar lawan chatting-ku mengerti dengan apa yang aku tuliskan.

Trus juga yang terpenting ini, janganlah kita mengolok-olok, menghujat, menjelek-jelekkan bahkan sampai mempermalukan Alayers. Karena aku ngeliat selama ini, seringkali orang-orang sok-sokan dan mudah sekali nge-judge orang lain Alay biar terkesan update dan berkelas. Jangan sampai kita menjadi orang yang suka merendahkan orang lain hanya agar dirinya terlihat lebih tinggi dari orang lain.

Kalau kita nggak suka dengan style dan tingkah laku Alay, keberatan atau pusing dengan gaya tulisannya yang ajaib itu, kasih tahu aja dengan cara yang halus dan nggak menyinggung perasaannya. In case, kita kenal secara personal. Kalau enggak mah, ya nggak usah. Toh itu hidup-hidup dia, terserah dia mau mengekspresikan diri kayak apa sejauh nggak mengganggu kita.

Lagian nggak selamanya lho style tulisan Alay itu berdampak negative, dalam hal pembuatan password kekreatifan mencampurkan huruf dan angka sangat diperlukan sekali. Dan seperti yang aku sebutin di awal tulisanku tadi, pihak televisi membutuhkan Alayers untuk meramaikan acara musik mereka. Lambat laun, fenomena Alay ini akan segera tergantikan oleh fenomena baru lainnya. Sebagaimana halnya Lebay tergusur oleh Alay.

Share and Enjoy:
  • Twitter
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Currently have 9 Comments

  1. Bang Aswi says:

    Saya sendiri baru tahu kalau itu adalah jenis Alay, yang dipikir adalah makhluk apakah itu? Hehehehe … tp aku jg suka kok nulis kayak gitu, tapi sesuai KBBI-lah hehehehe….

  2. DV says:

    Selama dua bulanan lebih aku bingung apa itu “Alay” akhirnya terjawab di blog ini.

    Informasi ini menarik.
    Hidup Alay-ers *lohh*

  3. Ihwan says:

    Wah kirain Bang Aswi dan Mas DV udah tahu, senang bisa kasih informasi buat para blogger lainnya.
    Aku sendiri ngeliat tulisan Alaya besar kecil itu lumayan suka, lucu aja gitu n nggak mbosenin.

  4. Ata chan says:


    Memang harus dilihat dulu kita chat atau sms dengan siapa, kalau sama abg gaul sih syah-syah saja..
    ..
    Pokoknya liat sikon *lho kok pake’ singkatan* he..he..
    ..
    Emang posisi sedang dimalang..?
    Sapa tau bisa coffee land..
    ,..

  5. fanz says:

    kadang alay mengganggu sih
    tapi ga tau gmn cara mengatasi nya :)

  6. Ihwan says:

    Ata: tapi aku seringnya kelupaan, jadinya diprotes deh sama temen yang udah dewasa.

    Yupe, uhm..ga tahu juga sih. ga ngerti aku soal pertanian gitu he3

  7. Ihwan says:

    Fanz: ini maksudnya mengatasai ke-Alay-an yang ada dalam diri atau orang lain?

    kalo dalam diri sih disambung lagi deh urat malunya, apalagi kalau usia kita udah bukan ABG lagi. masa nulisnya masih sok imud he3
    kalau orang lain ya caranya diomongin baik-baik kalo kita nggak ngerti sama bahasa Alay-nya. kalau tetep cuek, ya udah nggak usah diladenin.

  8. frozzy says:

    duh…sumpah…gue baru bener2 ngeh alay tuh apaan abis baca blog lo ini…hehehehe. gue termasuk orang yang suka merasa terganggu dengan tulisan disingkat2 or tulisan yang dicampur2 huruf ama angka…

  9. Ihwan says:

    Frozzy: ha ha ha dibilanginn aja baik-baik
    Thanx udah berkunjung dan komen :)

Leave a Reply








Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Ihwan Hryant | Create Your Badge
Widget_logo