<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com &#187; karyaku</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/category/karyaku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 04:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>telah terbit: PARTISI HATI</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/05/telah-terbit-partisi-hati/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/05/telah-terbit-partisi-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 10:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARTISI HATI]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, akhirnya novel keduaku terbit juga. Novel ini berjudul PARTISI HATI.
Kisah tentang pencarian jati diri dan cinta tiga orang muda yang hidup di kota dingin Malang yaitu Rahman, Cahaya dan Afri.
Mereka Mereka punya lagu ‘kebangsaan’ yang sama yaitu How Soon Is Now.
Namun yang tidak mereka sadari, pencarian itu membawa mereka pada pilihan yang sulit: siapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/05/full1-300x229.jpg" alt="full" title="full" width="300" height="229" class="alignleft size-medium wp-image-332" /></p>
<p>Alhamdulillah, akhirnya novel keduaku terbit juga. Novel ini berjudul PARTISI HATI.<br />
Kisah tentang pencarian jati diri dan cinta tiga orang muda yang hidup di kota dingin Malang yaitu Rahman, Cahaya dan Afri.<br />
Mereka Mereka punya lagu ‘kebangsaan’ yang sama yaitu How Soon Is Now.<br />
Namun yang tidak mereka sadari, pencarian itu membawa mereka pada pilihan yang sulit: siapa diantara mereka bertiga yang harus dikorbankan?</p>
<p>Rahman: Aku bukanlah tipe pria yang mudah jatuh cinta pada setiap wanita yang hadir dalam hidupku. Namun sekali saja hatiku tergetar oleh seorang wanita maka akan kuberikan seluruh hidup, jiwa dan ragaku untuknya.</p>
<p>Cahaya: Aku tuh paling nggak bisa liat cowok cakep dikit. Bawaannya selalu curi-curi pandang gitu deh. Pengin ngajak kenalan, ngobrol dan kalau emang cocok langsung jalan juga nggak masalah. Buatku, love is just simply thing.</p>
<p>Afri: Aku nggak tahu harus gimana lagi untuk ngilangin rasa cinta ini. Aku bener-bener tersiksa tau nggak, hanya bisa memendam cintaku di dalam hati saja. Salahkah jika aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri? </p>
<p>Ini bukan sekedar novel tentang pencarian jati diri dan cinta sejati belaka. Ini adalah sebuah kisah yang akan membawa Anda pada satu pertanyaan, ada berapa Partisi dalam diri Anda?</p>
<p>Harga: Rp.39.000,-<br />
untuk pemesanan hub: 0881 334 8893<br />
ketik nama, alamat dan jumlah buku yang dipesan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/05/telah-terbit-partisi-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Aku Memilih Indie?</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/05/kenapa-aku-memilih-indie/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/05/kenapa-aku-memilih-indie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARTISI HATI]]></category>
		<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini aku tulis untuk menjawab pertanyaan dari teman-teman tentang pilihanku untuk menerbitkan Partisi Hati secara indie. Awalnya sih pengin sedikit ‘jaim’ dengan bilang pengin nyoba sesuatu yang baru, pengin yang lebih menantang gitu. Tapi kadang juga ngeles dengan bilang: biarlah aku dan Tuhan saja yang tahu alasannya.
Nah, sekarang aku akan beberkan semua kenapa aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini aku tulis untuk menjawab pertanyaan dari teman-teman tentang pilihanku untuk menerbitkan <strong><a href="http://partisihati.multiply.com">Partisi Hati</a></strong> secara indie. Awalnya sih pengin sedikit ‘jaim’ dengan bilang pengin nyoba sesuatu yang baru, pengin yang lebih menantang gitu. Tapi kadang juga ngeles dengan bilang: biarlah aku dan Tuhan saja yang tahu alasannya.<br />
Nah, sekarang aku akan beberkan semua kenapa aku akhirnya membulatkan tekad untuk menerbitkan novel melalui jalur indie.</p>
<p><strong>AKU MASIH INGIN MENULIS</strong></p>
<p>Yupe bener banget, aku masih ingin menulis. Lebih spesifik lagi adalah menulis novel. Jujur aja, aku sudah mengalami beberapa penolakan dari penerbit-penerbit. Ada yang alasannya yang bisa kuterima tapi ada juga yang sedikit membuat ‘sakit hati’ karena aku sudah menuruti keinginan mereka untuk mengedit bahkan merombak total draftku tapi tetep aja nggak diterima. Bahkan aku pernah mengalami draftku hilang entah kemana setelah hampir empat bulan aku mengirimkannya, aku nggak tahu siapa yang salah. Mau komplain ke kantor pos juga udah terlambat banget. Penolakan yang terakhir kemarin nggak seberapa sih, tapi lamanya waktu yang udah aku korbankan untuk menunggu jawaban dari penerbit itu membuatku bener-bener udah nggak tahan lagi.</p>
<p>Aku mikir gini, kalau kelamaan kayak gini aku takutnya bisa putus asa beneran dan akhirnya mogok nggak mau nulis lagi. Oh No, aku nggak mau hal itu terjadi pada diriku. Menulis buatku udah panggilan jiwa dan aku nggak akan menyia-nyiakan karunia yang udah diberikan Allah padaku. Ya udah lah, kalau penerbit-penerbit itu nggak mau nerbitin novelku, aku akan terbitin sendiri!</p>
<p>Dulu saat menerbitkan <a href="http://xerografer.blogspot.com">Xerografer</a>, selain pure ingin nerbitin buku ada ‘motivasi sampingan’ ingin mendapatkan materi yang banyak dari bukuku. Siapa sih yang nggak pengin bukunya best seller?<br />
Alhamdulillah, dari Xerografer aku mendapatkan materi yang bisa dibilang lumayan. Yaa kalau dibandingkan dengan penulis-penulis yang best seller nggak ada apa-apanya sih. Makanya aku mencoba berpikir realistis bahwa aku nggak bisa menggantungkan hidupku sepenuhnya pada menulis. Di Indonesia hanya segelintir penulis aja yang bisa benar-benar hidup dari menulis.</p>
<p>Alhamdulillah lagi, sejak tahun lalu statusku di perpustakaan sudah diakui oleh negara dan hal itu diikutin dengan kesejahteraan yang mulai meningkat. Jika aku telaten dan bekerja dengan baik, aku percaya bisa menggantungkan hidupku pada kerjaanku di perpus ini. So, untuk menulis buku aku anggap sebagai aktualisasi diri. Untuk urusan royaltinya, aku anggap sebagai bonus yang akan mengikuti dengan sendirinya. </p>
<p><strong>AKU KANGEN PEMBACAKU</strong></p>
<p>Aku emang nggak punya fans seperti Dee, Andrea Hirata, Raditya Dika dan penulis ngetop lainnya. Tapi ada orang-orang (pembaca Xerografer) yang concern dan nggak pernah berhenti bertanya kapan aku mengeluarkan buku lagi. Bahkan baru-baru ini ada seorang cewek SMA yang nge-add fesbukku dan dia bilang baru aja meresensi Xerografer untuk tugas di sekolahnya. Waw, itu bener-bener suntikan semangat buatku. Nggak nyangka aja masih ada yang mau baca Xerografer sampai saat ini. Merekalah yang membuatku sampai saat ini masih tetap semangat dan tak pernah berhenti untuk menulis.</p>
<p>Tiga tahun bukan waktu yang pendek untuk menahan kerinduan. Aku kangen untuk menyapa lagi para pembacaku lagi dengan sebuah karya baru. Aku ingin berinteraksi lagi dengan mereka meskipun tidak secara langsung. </p>
<p><strong>JANGAN ADA YANG SIA-SIA DALAM HIDUPKU</strong></p>
<p>Kalimat di atas udah menjadi harga mati buatku, setiap melakukan apapun aku selalu berusaha agar memberi arti bagi orang lain. Aku sudah mencurahkan segenap jiwa, hati dan pikiranku saat menulis novel-novelku. Aku gembira, sedih, tertawa dan menangis bersama tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Nah, aku ingin membagi pengalaman itu bersama orang lain agar apa yang sudah kutulis tidak sia-sia belaka. Karena bagaimana pun juga sebuah karya baru akan berarti bila ada yang membacanya.</p>
<p>Nah, saat ini jalan yang paling cepat dan efisien menurutku adalah dengan menerbitkan secara indie. Aku tahu jalan yang aku ambil ini tidaklah mudah, ada banyak tantangan dan rintangan yang harus aku hadapi agar buku ini sukses. Tapi aku yakin, Allah tidak akan membiarkanku seorang diri di jalan yang sudah Dia tentukan ini. Semoga di jalur indie ini ada pengalaman baru yang aku dapatkan dan bisa membuatku lebih baik lagi. Amin.</p>
<p><strong>NB</strong></p>
<p>Oh iya, aku baru ingat, ternyata aku punya satu fans di akun Goodreadsku. Kalau nggak salah, tiga hari kemarin ada seorang cewek yang nge-add dan meng-klik icon became fans yang ada di bawah fotoku. Tapi anehnya, dia tuh belum pernah baca novelku dan kebanyakan buku-buku yang sudah dia baca adalah novel-novel Islami. Mungkin doi salah nge-klik aja kali ya he he he.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/05/kenapa-aku-memilih-indie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>buat kamu yang udah curi hatiku</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya tak ada yang istimewa di antara kita, aku menyukaimu sebatas teman saja.
Walau tak pungkiri aku mengagumi dirimu, pribadimu dan semua yang ada pada dirimu.
Seiring berjalannya waktu kita semakin dekat saja, ibarat dua kutub yang berlawanan kita saling tarik menarik.
Namun aku sadar daya tarikmu jauh lebih besar menarikku.  
Ibarat planet yang berotasi pada matahari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya tak ada yang istimewa di antara kita, aku menyukaimu sebatas teman saja.<br />
Walau tak pungkiri aku mengagumi dirimu, pribadimu dan semua yang ada pada dirimu.<br />
Seiring berjalannya waktu kita semakin dekat saja, ibarat dua kutub yang berlawanan kita saling tarik menarik.<br />
Namun aku sadar daya tarikmu jauh lebih besar menarikku.  </p>
<p>Ibarat planet yang berotasi pada matahari seperti itulah aku berusaha ingin mengenalmu lebih dekat.<br />
Tapi tentu saja di orbit rotasi itu bukan hanya ada diriku seorang, banyak yang datang di hidupmu sebelum aku.<br />
Aku tidak tahu dimana aku berada, di Merkurius, Venus, Bumi ataukah Pluto yang begitu jauh darimu.</p>
<p>Aku sudah keluar dari zona amanku demi dekat dengan dirimu, tak ku pedulikan bahaya yang mungkin akan mengancamku.<br />
Tapi entah kenapa kamu seperti semakin jauh dariku.</p>
<p>Sikapmu yang tak menentu membuatku bertanya-tanya, mungkinkah kau merasakan hal yang sama dengan apa yang ada di hatiku ini.<br />
Atau jangan-jangan kau hanya ingin mempermainkanku saja?<br />
Mungkin kah kau sengaja menjeratku hanya untuk sekedar menjadikan salah satu pemujamu saja?</p>
<p>Aku tahu kau kini tak sendiri, namun rasa ini tak bisa kuingkari lebih lama lagi.<br />
Meski aku hanya menjadi yang kedua…atau bahkan mungkin yang kesekian buatmu, namun aku begitu bahagia saat bersamamu.</p>
<p>Aku tidak tahu sampai kapan aku mampu bertahan.<br />
Jika memang aku tak pernah bisa memilikimu aku takkan menyesal pernah mengenalmu.<br />
Tapi aku mohon jangan kau ambil lagi apa yang sudah kau berikan padaku.<br />
Biarlah itu kusimpan sebagai kenangan dan penawar di kala ku merindukanmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desta dan Venita</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Desta dan Venita berdiri berdampingan di depan jendela apartemen mereka yang terbuka. Angin berhembus pelan malam itu, membelai halus wajah mereka berdua.
“Ven, aku rasa kita perlu bicara malam ini.”
Venita meoleh kea rah Desta dengan pandangan yang aneh. “Kamu kayak mau ngomong sama siapa aja sih, serius banget deh.”
“Ini emang masalah yang serius, ini tentang kita!” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desta dan Venita berdiri berdampingan di depan jendela apartemen mereka yang terbuka. Angin berhembus pelan malam itu, membelai halus wajah mereka berdua.</p>
<p>“Ven, aku rasa kita perlu bicara malam ini.”</p>
<p>Venita meoleh kea rah Desta dengan pandangan yang aneh. “Kamu kayak mau ngomong sama siapa aja sih, serius banget deh.”</p>
<p>“Ini emang masalah yang serius, ini tentang kita!” ucap Desta sambil menekankan nada bicaranya pada kata terakhirnya.</p>
<p>“Tentang kita? Apalagi sih yang mau kamu bicarain&#8230;pasti kamu mau ngelanjutin yang kemarin-kemarin itu kan? Dah ah, capek tahu nggak ngebahasnya?”</p>
<p>“Aku juga udah capek dan muak dengan semua ini!!” tukas Desta setengah membentak. “Aku capek ngomong sampe berbusa-busa tapi nggak pernah kamu dengerin sama sekali. Aku muak melihat tingkah lakumu yang udah kayak perek itu!”</p>
<p>Venita hanya tersenyum mendengarnya, Desta sudah sering menyebutnya perek, pelacur dan sebutan-sebutan yang menghinakan dirinya.</p>
<p>“Terserah kamu mau ngatain aku apa, perek, pelacur, wanita murahan, I don’t give a damn. Its my life, terserah aku mau ngejalaninya kayak apa! Sekali lagi aku bilang sama kamu untuk terakhir kalinya, kamu nggak berhak ngatur-ngatur aku!!”</p>
<p>“Oke, kalau emang kamu nggak mau menghentikannya, jangan salahin jika aku sampai berbuat nekat Ven,” ancam Desta dengan bersungguh-sungguh.</p>
<p>“Emang kamu mau ngelakuin apa? Aku nggak pernah takut dengan semua ancamanmu itu Des.”</p>
<p>“Aku akan buka semua kedokmu, aku akan kasih tahu Kevin, Hasan, Andre dan semua lelaki yang udah kamu tipu itu tentang siapa kamu sebenarnya.”</p>
<p>“Silahkan, itu sama aja kamu mempermalukan dirimu sendiri.”</p>
<p>“Aku nggak peduli, selama ini semua tingkah lakumu itu udah bikin aku malu sama diriku sendiri. Jadi udah nggak ada pengaruhnya lagi buatku.”</p>
<p>Venita terdiam sejenak, dia merasa Desta tidak main-main dengan ucapannya barusan. Egonya yang semula begitu tinggi perlahan mulai menurun.</p>
<p>“Desta, pliss aku mohon jangan lakuin itu. Apalagi sama Kevin, aku cinta beneran sama dia. Cintaku tulus sama tuh anak, bukan hanya nafsu sesaat. Aku nggak mau melukai hatinya. Kamu tahu sendiri kan, hubungan kami udah terlampu jauh.”</p>
<p>“Maka dari itu Ven, sebaiknya kamu tinggalin dia sekarang. Kamu tuh hanya kasih mimpi dan harapan kosong sama dia, kalau dia sampe tahu yang sebenarnya, itu akan lebih menyakitkan buatnya.”</p>
<p>“Nggak! Aku nggak mau Desta! Kamu jangan pernah maksa aku untuk melakukan hal yang nggak mau aku lakukan.”</p>
<p>“Ya udah, aku kan kasih tahu mereka semua sekarang juga,” ucap Desta seraya mengambil hape di saku jeansnya dan mulai mengetikkan sesuatu.</p>
<p>Venita menatap tajam ke arah Desta, tanpa menunggu lebih lama dia langsung merebut paksa hape Desta dan melemparkannya ke luar jendela. Tak lama kemudian terdengar bunyi alarm mobil yang meraung-raung di bawah sana. Rupanya hape Desta jatuh di atas salah satu mobil yang diparkir di sana.</p>
<p>Kemarahan di dalam diri Desta kini benar-benar sudah tak tertahankan lagi. Dia sudah tidak tahan dengan semua kekacauan yang terjadi dalam hidupnya selama ini, dan itu semua disebabkan oleh Venita. Begitu kuat keinginan dalam diri Desta untuk mengenyahkan Venita dari hidupnya namun dia tidak pernah sanggup untuk melakukannya. Ada ikatan emosional antara dia dan Venita yang dia sendiri tidak bisa menjelaskannya.</p>
<p>“Aku tadi hanya kasih kamu dua pilihan, aku kasih tahu mereka siapa kamu yang sebenarnya atau kamu tinggalin mereka semua. Kamu udah menyia-nyiakan pilihan yang pertama, maka sekarang tinggal pilihan yang kedua.” Nampak benar emosi di dalam diri Desta dari raut wajahnya yang tegang dan sorot matanya yang tajam.</p>
<p>“Kamu bayar berapa pun aku nggak akan melakukannya!” tolak Venita tak kalah emosinya.</p>
<p>“Bagaimana kalau aku membayarnya dengan sebuah nyawa?” tanya Desta dengan senyum licik yang mengembang di wajahnya.</p>
<p>“Apa maksudmu?” Venita balik bertanya dengan paniknya.</p>
<p>“Kamu nggak mau kan sesuatu yang buruk menimpa Kevin?”</p>
<p>Venita menampar pipi Desta dengan kerasnya, “Awas kamu, kalau sampai terjadi apa-apa sama Kevin, aku nggak akan pernah memaafkanmu. Inget itu!!”</p>
<p>“Kalau gitu kamu bayar dengan nyawamu sendiri, Ven.”</p>
<p>Belum sempat Venita mencerna maksud perkataan Desta, tiba-tiba saja dia merasakan tubuhnya di tarik dengan kuat oleh Desta keluar jendela. Kedua tangannya berusaha mencari pegangan namun sayangnya sudah terlambat. Hanya dalam hitungan detik, tubuh semampainya langsung terjun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi bumi yang begitu kuat. Kedua matanya melihat deretan mobil-mobil yang diparkir dengan rapinya di bawah sana seakan menyambut tubuhnya yang sebentar lagi akan patah dan hancur tak karuan.</p>
<p>                                           ***</p>
<p>Alarm mobil sedan metalik itu berbunyi kembali setelah sebelumnya terdengar suara berdebum akibat sebuah benda berat yang jatuh menimpa tepat di atasnya.. Suaranya yang meraung-raung sangat mengganggu siapa saja yang mendengarnya. Seorang satpam nampak berjalan tergesa-gesa ke parkiran sambil menggerutu sendirian.</p>
<p>“Pasti ini kerjaan anak-anak jalanan itu, dasar sialan! Ganggu tidur gue aja!!”</p>
<p>Umpatan-umpatan yang keluar dari mulut pria paruh baya itu langsung berubah menjadi kalimat istighfar manakala dia mengetahui apa yang menyebabkan mobil milik salah penghuni apartemen itu berbunyi lagi. Satpam itu begitu terperanjat ketika melihat tubuh seorang pria terkapar di atas mobil sedan metalik yang tadi sempat berbunyi oleh sebuah hape yang dijatuhkan dari atas. Melihat kondisi badannya yang mengenaskan dan bagian depan mobil yang lumayan penyok pasti pria itu terjatuh dari lantai apartemen yang yang paling atas. Dengan kaki gemetaran satpam itu langsung balik lagi menuju apartemen untuk mencari bantuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nggak tau diri lo</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/02/nggak-tau-diri-lo/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/02/nggak-tau-diri-lo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 09:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2009/02/10/nggak-tau-diri-lo/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tahu akan begini jadinya mending kemarin aku nggak pake jalan sama kamu.
Jujur aja ya, kemarin tuh aku terpaksa karena yang lain pada nggak bisa.
Yaa, kamu tuh sebenarnya hanya cadangan buatku.
Kamu tahu kenapa? Karena jalan sama kamu tuh rasanya kesiksa banget. Aku sebenarnya nggak nyaman tapi terpaksa aku nahan diri karena nggak mau malu di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tahu akan begini jadinya mending kemarin aku nggak pake jalan sama kamu.</p>
<p>Jujur aja ya, kemarin tuh aku terpaksa karena yang lain pada nggak bisa.</p>
<p>Yaa, kamu tuh sebenarnya hanya cadangan buatku.</p>
<p>Kamu tahu kenapa? Karena jalan sama kamu tuh rasanya kesiksa banget. Aku sebenarnya nggak nyaman tapi terpaksa aku nahan diri karena nggak mau malu di depan orang banyak.</p>
<p>Dan sekarang di saat-saat terakhir kita, kamu malah pake nyakitin dia segala. Kenapa?</p>
<p>Apa karena aku sayang banget sama dia trus kamu nggak terima gitu? Kalau kamu marah sama aku, jangan dilampiasin sama dia dong.</p>
<p>Kamu tahu nggak, kami tuh baru sebulan ini jadian. Tapi gara-gara kamu semuanya jadi kacau, tega banget sih kamu menodai dia yang masih putih dan suci itu.</p>
<p>Kamu pasti iri dan cemburu kan karena dia begitu aku puja dan bangga-banggakan di hadapan semua orang. Dia datang di saat aku benar-benar membutuhkannya.</p>
<p>Aah ya, aku kini tahu penyebab kebencianmu padanya. Kamu marah kan karena bukan kamu yang dulu kuajak nonton konsernya Dmasiv.</p>
<p>Jahat banget sih kamu sama dia, padahal perjuanganku dulu untuk mendapatkannya begitu berat.</p>
<p>Aku rela mencarinya tanpa lelah di antara lipatan-lipatan kaus yang lain. Meski harganya diskon tapi kualitasnya tuh bagus, nggak kayak kamu yang suka luntur warnanya kalau dicuci.</p>
<p>Dasar kamu ya, celana jeans item nggak tahu diri!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/02/nggak-tau-diri-lo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>telah terbit : Xerografer</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/08/20/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/08/20/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 11:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/08/30/20/</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah , setelah melalui proses yang panjang dan menguji kesabaran akhirnya Xerogra fer selesai juga dicetak. Novel perdanaku ini menceritakan tentang kehidupan seorang tukang fotokopi bernama Budi. Mulai dari masa kecil yang konyol, teman kerja yang lucu dan menyebalkan hingga berkenalan dengan cewek bernama Freya di FS. Nggak jarang di tengah-tengah cerita, si Budi ‘keceplosan’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloglodak.com/2007/08/20/attachment/23/" rel="attachment wp-att-23" title="xerografer2.jpg"><img src="http://ihwan.files.wordpress.com/2007/08/xerografer2.jpg" alt="xerografer2.jpg" /></a></p>
<p><font color="#3366ff" size="3"><span>Alha</span></font><font color="#3366ff" size="3"><span>md</span></font><font color="#3366ff" size="3"><span>uli</span></font><font color="#3366ff" size="3"><span>llah</span></font><font color="#3366ff"> </font><font color="#3366ff" size="3"><span>, setelah melalui proses yang panjang dan menguji kesabaran akhirnya Xerogra</span></font><font color="#3366ff"> fer selesai juga dicetak. Novel perdanaku ini menceritakan tentang kehidupan seorang tukang fotokopi bernama Budi. Mulai dari masa kecil yang konyol, teman kerja yang lucu dan menyebalkan hingga berkenalan dengan cewek bernama Freya di FS. Nggak jarang di tengah-tengah cerita, si Budi ‘keceplosan’ mencurahkan isi hatinya sehingga dipilihlah tagline: curhat colongan tukang fotokopi.</font></p>
<p><font color="#3366ff" size="3"><span></span></font></p>
<p style="font-family:lucida sans unicode,lucida;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font color="#3366ff"><br />
</font><font color="#3366ff" size="3"><strong><span></span></strong></font>
</p>
<p style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;" class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><strong><span>behind the book</span></strong></font></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><span>Xerografer mulai kutulis sejak 15 MEI 2005, namun karena keterbatasan fasilitas, waktu dan kebuntuan yang tidak jarang menghampiri sehingga baru selesai setahun kemudian. Seakan tidak cukup dengan hal itu, Xerografer harus sabar ‘dicuekin’oleh 2 penerbit selama setahun lamanya.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><span>Nama Budi aku pilih karena terinspirasi oleh begitu banyaknya Budi yang ‘berkeliaran’ dalam hidupku sejak dari SD ampe aku kerja selalu punya teman yang bernama Budi.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><span>Awalnya aku kurang sreg dengan desain cover Xerografer karena menurutku gambar ‘pink heart’ membuat novelku terkesan girly banget. Tapi setelah Mbak Alit menjelaskan alasan dan pertimbangannya, akhirnya aku setuju.</span></font></li>
<li class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><span>Entah kebetulan atau emang sudah diatur oleh Allah, jumlah bab dalam Xerografer sama dengan umurku saat novel ini diterbitkan.</span></font></li>
</ul>
<p style="font-family:trebuchet ms;color:#3366ff;" class="MsoNormal"><font color="#3366ff" size="3"><span>Aku sadar kalo novelku ini masih jauh dari sempurna, namun izinkanlah aku untuk mendedikasikan Xerografer kepada Chester F Carlson yang telah berjasa menciptakan mesin fotokopi bagi kita semua. </span></font></p>
<p>  <font color="#3366ff" size="3"><span>OK guys, aku nggak akan berpanjang lebar lagi. Cepetan beli Xerografer di toko buku langgananmu, semoga kalian terhibur membacanya. Dan jangan lupa kasih kritik dan sarannya ya.</span></font></p>
<p><font color="#3366ff"> </font></p>
<p><font color="#0000ff" size="3"><span></span></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/08/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>road to XEROGRAFER</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/07/road-to-xerografer/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/07/road-to-xerografer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2007 10:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/07/22/road-to-xerografer/</guid>
		<description><![CDATA[

&#160;

&#160;


Belakangan ini aku lagi sering2nya ditelpon ama Mbak Alit, editor novelku. Maklum, novelku udah selesai diedit dan ada beberapa hal yang mau ditanyakan oleh Mbak Alit. Mulai dari istilah2 di perpus hingga persetujuanku atas beberapa bagian yang terpaksa dihapus. Alasannya: ada yang terlalu bertele2 or terkesan menggurui.Aku sih nggak masalah, sepanjang nggak mempengaruhi jalan cerita. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td class="icon" width="24">&nbsp;</td>
<td class="cattitle"><span class="insertedphoto"><a href="http://nawhi.multiply.com/photos/hi-res/upload/RqFUpwoKCpQAAHgqhzI1"><img src="http://images.nawhi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RqFUpwoKCpQAAHgqhzI1/xero_html_m7d34f687.jpg?et=uqJwn%2CCSKXDCRzTRcayldw" class="alignleft" border="0" height="292" width="212" /></a></span></td>
<td class="itemsubsub">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p><span class="insertedphoto"></span><font size="3"><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Belakangan ini aku lag</span></font><span class="insertedphoto"></span><font size="3"><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">i sering2nya ditelpon ama Mbak Alit, editor novelku. Maklum, novelku udah selesai diedit dan ada beberapa hal yang m</span></font><span class="insertedphoto"></span><font size="3"><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">au ditanyakan oleh Mbak Alit. Mulai dari istilah2 di perpus hingga persetujuanku atas beberapa bagian yang terpaksa dihapus. Alasannya: ada ya</span></font><span class="insertedphoto"></span><font size="3"><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">ng terlalu bertele2 or terkesan menggurui.</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Aku sih nggak masalah, sepanjang nggak mempengaruhi jalan cerita. Sebagai editor yang udah kenyang dengan asam garam penerbitan novel, tentu Mbak Alit tahu apa yang terbaik buatku. </span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Aku salut ama profesionalitas Mbak Alit dalam mengedit novelku, mulai dari ejaan yang salah, kurang satu huruf, salah pemakaian tanda baca, nggak ada satupun yang terlewat. Dari situ aku juga tahu, kalimat2 seperti apa yang terkesan menggurui dan nggak disukai ama pembaca.</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Terakhir kali Mbak Alit nelpon, dia minta aku untuk ngirim file ucapan thanks to, tentang penulis dan foto. Kalo ucapan ‘thanks to’ emang udah kubuat sejak novelku selesai kutulis dulu (gilaa, pede banget padahal belum tentu diterbitin kan..?), tinggal nambah2in aja. Minta maaf ya jika nanti ada yang nggak tersebut, maklum keterbatasan halaman. Sama Mbak Alit hanya dikasih jatah 3/4 halaman, nggak boleh lebih hiks.</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Kalo ‘tentang penulis’ aku kira yang bikin itu penerbitnya, ternyata harus aku juga yang nulis. Rasanya aneh dan ga pede nulis tentang diriku sendiri.</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Foto nggak masalah, secara diriku yang narsis :p tinggal ambil file di flashdisk. Soal keren apa enggak, terserah orang deh nilainya gimana ha ha ha</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Aku sendiri nggk nyangka kalo proses pengeditan novelku secepat itu cos Mbak Alit sendiri pernah bilang kalo selesainya mungkin 2 or 3 bulan. Aku sempet nanya soal halaman novelku, katanya sih berjumlah sekitar 150 halaman. Soal cover: aku minta agar cover draft novelku itu diganti aja cos gambarnya ngambil di internet(ada hak ciptanya).</span><br /><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">Jadi makin nggak sabar nih, pengin segera liat hasil cetakan novelku nanti.</span><br />
</font><font size="2"><span style="font-family:lucida sans unicode,lucida;">*itu cover draft gue&#8230;makasih buat <a href="http://ranumber77.multiply.com/">Mas Ranu</a> yang udah bikinin.</span></font><br /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/07/road-to-xerografer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tetap ada untukmu</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/tetap-ada-untukmu/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/tetap-ada-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2007 12:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/16/tetap-ada-untukmu/</guid>
		<description><![CDATA[dulu  aku pernah mencintainya memuja semua yang ada padanya menikmati setiap detik bersamanya memimpikannya dalam tidurku berkhayal tentang cinta yang abadi
 namun  aku menyadari  kita takkan mungkin bersama semua itu sangat menyakitkanku
 tapi  apalah dayaku aku hanya bisa menangis dan merelakanmu bersamanya
 sampai kini kita masih bersua dan kupastikan rasa cinta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">dulu </span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">aku pernah mencintainya</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">memuja semua yang ada padanya</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">menikmati setiap detik bersamanya</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">memimpikannya dalam tidurku</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">berkhayal tentang cinta yang abadi</span></p>
<p> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">namun </span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">aku menyadari </span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">kita takkan mungkin bersama</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">semua itu sangat menyakitkanku</span></p>
<p> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">tapi </span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">apalah dayaku</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">aku hanya bisa menangis</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">dan merelakanmu bersamanya</span></p>
<p> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">sampai kini</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">kita masih bersua</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">dan kupastikan </span><span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">rasa cinta itu</span><br /> <span style="font-family:georgia,times new roman,times,serif;">tetap ada untukmu</span></p>
<p> </font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/tetap-ada-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(bukan) Cerita Patah Hati</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/bukan-cerita-patah-hati/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/bukan-cerita-patah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 07:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/08/bukan-cerita-patah-hati/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Cinta tak harus memiliki, Don&#8221;,begitu kau bilang padaku.

Cuih&#8230;nggak sudi aku.
Emang seberapa istimewa sih kamu, hingga aku harus memelihara cinta ini di dalam hati?
Sebegitu cinta matikah diriku hingga nggak bisa melupakanmu?
Kalau emang kamu nggak mau bilang aja nggak mau, beres deh.
Kecuali bila kamu satu-satunya cewek yang tersisa di bumi ini, baru aku akan merana kau tolak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font size="3"><span style="font-family:courier new,courier;">&#8220;Cinta tak harus memiliki, Don&#8221;,begitu kau bilang padaku.</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;"><br />
Cuih&#8230;nggak sudi aku.</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Emang seberapa istimewa sih kamu, hingga aku harus memelihara cinta ini di dalam hati?</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Sebegitu cinta matikah diriku hingga nggak bisa melupakanmu?</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Kalau emang kamu nggak mau bilang aja nggak mau, beres deh.</span></font></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:courier new,courier;">Kecuali bila kamu satu-satunya cewek yang tersisa di bumi ini, baru aku akan merana kau tolak cintaku.</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Aku akan perjuangkan kamu mati-matian.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:courier new,courier;">Tapi kenyataannya&#8230;</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Masih banyak cewek di luar sana</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Dan aku yakin, pasti ada yang lebih baik dari kamu</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-family:courier new,courier;">So&#8230;</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Buang jauh-jauh gedhe rasamu itu.</span><br />
<span style="font-family:courier new,courier;">Mulai detik ini, aku akan melupakanmu.</span></strong></p>
<p style="clear:both;"><!-- --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/bukan-cerita-patah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Dark Side</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/the-dark-side/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/the-dark-side/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 09:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/06/the-dark-side/</guid>
		<description><![CDATA[Tak pernah lelah menggodamu
Tak bosan meski tak kau hiraukan
Menawarkan apa yang tak kau dapatkan
Semua terserah padamu
Kau terima atau Kau campakkan
Tapi ingatlah&#8230;
Setiap pilihan akan mengundang satu akibat
Tak peduli kau mau atau tidak
Kau harus menelannya sekaligus

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tak pernah lelah menggodamu<br />
Tak bosan meski tak kau hiraukan<br />
Menawarkan apa yang tak kau dapatkan</p>
<p>Semua terserah padamu<br />
Kau terima atau Kau campakkan</p>
<p>Tapi ingatlah&#8230;<br />
Setiap pilihan akan mengundang satu akibat<br />
Tak peduli kau mau atau tidak<br />
Kau harus menelannya sekaligus<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/the-dark-side/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
