<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com &#187; moment</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/category/moment/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 04:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>Dikeroyok Sakit Pinggang dan Gabagen</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/dikeroyok-sakit-pinggang-dan-gabagen/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/dikeroyok-sakit-pinggang-dan-gabagen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 09:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[gabagen_campak]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[sakit pinggang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu kondisi badanku sempat ngedrop, yang diawali dengan pinggang yang sedikit sakit. Keadaan ini cukup mengangguku mengingat pekerjaanku yang lebih banyak duduk dan sedikit sekali bergerak. Rasanya tuh panas dan agak nyeri gitu kalau dipake duduk dalam waktu yang agak lama, makanya aku sesekali berdiri atau mampir-mampir ke meja temenku untuk sekedar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu kondisi badanku sempat ngedrop, yang diawali dengan pinggang yang sedikit sakit. Keadaan ini cukup mengangguku mengingat pekerjaanku yang lebih banyak duduk dan sedikit sekali bergerak. Rasanya tuh panas dan agak nyeri gitu kalau dipake duduk dalam waktu yang agak lama, makanya aku sesekali berdiri atau mampir-mampir ke meja temenku untuk sekedar menghilangkan rasa panas dan nyeri tersebut.</p>
<p>Aku sih udah tahu penyebabnya karena dulu juga pernah mengalaminya, dua kali kalo nggak salah. Yupe bener sekali, kurangnya konsumsi air putih lah yang menjadi biang kerok sakit pinggangku itu. Supaya nggak berkepanjangan dan takutnya menghantam ke ginjal (moga-moga sih enggak ya) aku segera minum obat khusus sakit pinggang yang selama ini udah terbukti khasiatnya (marketing banget bahasanya). Selain itu tentunya juga menambah konsumsi air putih, nggak masalah deh walopun efek sampingnya adalah aku jadi sering ke belakang. Yang penting kan sembuh, tul nggak?</p>
<p>Belum sembuh bener sakit pinggangku, eh tahu-tahu badanku kena demam.  Mau nggak mau aku terpaksa ijin nggak masuk kerja…ha ha ha gaya banget ngomongnya, kayak pegawai teladan aja padahal di kantor memegang ranking nomer dua sebagai pegawai yang sering (bukan suka lho ya) datang mepet jam masuk kantor.</p>
<p>Meski sudah habis satu strip obat flu namun demamku tetep nggak mau minggat dari badanku, malahan muncul ruam (kemerahan di kulit) yang agak gatal, awalnya sih hanya di wajah trus lama-kelamaan menyebar ke seluruh tubuh.  Orang rumah langsung nge-judge kalau aku sakit Gabagen aka Campak, atau istilah medisnya tuh Morbili.  Tentu saja aku heran karena selama ini Gabagen tuh identik dengan penyakitnya anak kecil, lha kok aku bisa kena ya?</p>
<p>Akhirnya aku nyerah dan pergi ke dokter deket rumah, namanya Dokter Husnul.  Ternyata emang bener aku terkena Gabagen. Menurut Dokter Husnul, Gabagen bukan hanya diderita anak kecil, orang dewasa juga bisa kena penyakit itu. Campak menular melalui melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup percikan ludah (droplet) dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita morbili/campak.<br />
Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana saja.  Aku sempat nebak-nebak, kira-kira aku ketularan Campak di mana ya? Waktuku kan lebih banyak aku habisin di tempat kerja, pasti ketularan dari salah satu mahasiswa yang datang ke perpus.  Awas ya, tunggu pembalasanku he3</p>
<p>Selain minum obat dari dokter, atas saran Rini, aku juga minum degan (kelapa muda) hijau agar ruam di badanku keluar semua . Trus sama orang rumah aku juga dibelikan  jamu kunir madu. Aku  sih nurut aja, yang penting sakit Gabagennya lekas sembuh.</p>
<p>Nggak enak banget soalnya sakit Gabagen itu, badan rasanya gatal dan gerah tapi badan kita sama sekali nggak boleh kena air. Karena kalau terkena air maka ruam-ruam yang udah keluar itu bakalan ‘masuk’ lagi sehingga Gabagennya nggak sembuh-sembuh.  Jadi selama dua hari nggak masuk kerja itu, aku sama sekali nggak mandi. Huuuh, gerah abies deh rasanya. Tapi nggak sampe bau kambing lho soalnya kan untuk menghilangkan gatelnya itu aku menaburi badanku dengan bedak.</p>
<p>Ya udah gitu aja sih, sharingku tentang dropnya badanku kemarin.  Hikmah yang bisa diambil, rajin-rajin minum air putih biar nggak sampai kena sakit pinggang lagi. Trus juga jaga kondisi badan dan cukup istirahat biar kondisi badan tetap fit sehingga nggak gampang drop n ketularan virus.</p>
<p>info lengkap tentang Gabagen bisa dilihat di <a href="http://ampun-aux.blogspot.com/2009/04/campak.html">sini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/dikeroyok-sakit-pinggang-dan-gabagen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pindahan nyook&#8230;!!</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/09/pindahan-nyook/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/09/pindahan-nyook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 08:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2009/09/17/pindahan-nyook/</guid>
		<description><![CDATA[Mulai hari ini, aku memposting blogku di situs terbaruku. Namanya nggak jauh2 mat dari sebelumnya kok yaitu www.bloglodak.com
So buat kalian semua jangan lupa ya mampir ke sana dan kasih komen2 or masukan.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai hari ini, aku memposting blogku di situs terbaruku. Namanya nggak jauh2 mat dari sebelumnya kok yaitu www.bloglodak.com<br />
So buat kalian semua jangan lupa ya mampir ke sana dan kasih komen2 or masukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/09/pindahan-nyook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>One Night at Segara Anakan</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/04/one-night-at-segara-anakan/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/04/one-night-at-segara-anakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 09:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[sempu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[
Perjalanan menjelajahi Pulau Sempu boleh dibilang medannya cukup berat karena begitu turun dari perahu yang menyeberangkan kami dari Sendang Biru, kami disambut dengan lebatnya belantara hutan yang ditumbuhi berbagai macam pepohonan. Tak cukup hanya itu, jalan setapak yang harus kami lalui keadaannya lumayan becek. Jika tidak berhati-hati melangkah salah-salah bisa jatuh terpeleset. Aku saranin buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perjalanan menjelajahi Pulau Sempu boleh dibilang medannya cukup berat karena begitu turun dari perahu yang menyeberangkan kami dari Sendang Biru, kami disambut dengan lebatnya belantara hutan yang ditumbuhi berbagai macam pepohonan. Tak cukup hanya itu, jalan setapak yang harus kami lalui keadaannya lumayan becek. Jika tidak berhati-hati melangkah salah-salah bisa jatuh terpeleset. Aku saranin buat kalian yang mau ke Sempu, jangan pake sandal biasa karena resiko kepeleset makin gede atau kalau nggak gitu sandal kalian bakalan putus dan ujung-ujungnya harus jalan dengan kaki tanpa pelindung alias nyeker. Temenku aja yang pake sandal gunung masih aja kepeleset-peleset, paling aman tuh ya pake sepatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sepanjang perjalanan menuju Segara Anakan, aku hitung-hitung ada tiga pohon tumbang yang menghalangi jalan kami. Kalau pohonnya hanya segede jambu sih nggak masalah, tinggal lompat aja. Ini nggak, pohonnya tuh besarnya tiga kali badan manusia jadi cukup merepotkan juga untuk melaluinya. Kebetulan saat itu ada rombongan dari Jakarta yang balik dari Segara Anakan, kalau nggak salah mereka dari grup jalan-jalan.multiply.com. Tiap kali berpapasan kami saling sapa dan memberi jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oh iya, mendekati lokasi Segara Anakan ada medan yang cukup berat yaitu berupa sungai kecil yang nggak ada airnya tapi dipenuhi karang-karang yang tajam. Untuk melaluinya kami harus melewati jembatan yang terbuat seadanya dari empat batang pohon berlumpur yang licin banget. Sambil antri melewati jembatan, kami sempat ngobrol sama bapak2 dari dinas pariwisita atau kehutanan aku kurang paham, beliau memuji grup dari Jakarta yang membawa pulang sampah-sampah mereka. Emang sih, kalau lagi di alam bebas gitu seringkali kita berbuat semaunya dan nggak mau repot2. Contohnya habis minum air mineral botolnya dibuang sembarangan, sandal putus ditinggalin gitu aja, nebang-nebang pohon buat api unggun dan masih banyak perbuatan kita yang berpotensi merusak alam. Aku bukannya mau sok-sokan peduli lingkungan sih, hanya pengin berpartisipasi aja menjaga keindahan dan kelestarian alam kita. Coba bayangin, gimana rupa Pulau Sempu lima tahun yang akan datang jika tiap orang yang ke sana pada ninggalin sampah2 mereka, bisa-bisa namanya ganti jadi Pulau Sampah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akhirnya setelah melalui berbagai rintangan kami sampai juga di Segara Anakan, rasa lelah dan capek yang kami rasakan terbayarkan sudah saat mata kami disuguhi pemadangan yang sangat indah. Di hadapan kami terbentang sebuah laguna berwarna biru kehijauan (atau hijau kebiruan…) dengan karang-karang yang indah, sebagian diantaranya nampak menyembul ke permukaan karena saat itu laut lagi surut. Bukit-bukit yang mengelilingi Segara Anakan ditumbuhi pepohonan yang lebat banget semakin menambah dramatis aja. Trus ya, di bawah kami terasa pasir putih yang begitu lembut di kaki. Subhanallah, nggak berlebihan rasanya jika ada yang bilang Segara Anakan itu The Beach-nya Indonesia. Aku aja masih nggak percaya akhirnya berada di tempat yang sangat indah itu. Tanpa membuang waktu kami segera mendirikan tenda karena hari sudah mulai senja dan keadaan cuaca juga kayaknya mau hujan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Malam harinya, setelah makan dengan ikan bakar yang yummy banget kami berfoto rame-rame. Lalu sebagian jalan-jalan menyusuri pantai, ngobrol ngalur-ngidul yang ujung-ujungnya malah pada bikin bola dari pasir (di Jawa disebut Bandempo) trus diadu. Mas Ridho malam itu keluar sebagai juara bertahan, gimana nggak, lha wong dari SD udah jago bikin Bandempo. Yang kesian tuh Mas Cobain yang terpaksa harus nyebur laut malem-malem karena kalah taruhan. Syukurlah, malam itu aku bisa tidur cukup nyenyak dan nggak digigit nyamuk. Sempet kebangun sebentar sih karena di semak-semak terdengar suara binatang, nggak tahu apaan, tapi setelah itu ngorok lagi. Oh iya, sekitar jam satu dini hari Alam yang hoby mancing akhirnya dapet ikan kakap merah setelah sebelumnya umpannya bolak-balik digondol gitu aja sama ikan-ikan di laut. Aku salut banget sama tuh anak karena berani banget mancing sendirian di tepi lautan yang gelap gulita itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pagi harinya, kami naik ke bukit karang tempat Alam mancing dan nyoba keberuntungan dengan gantian mancing tapi ampe siang nggak ada yang dapet apa-apa, hanya dapet tengsin doang. Kalau di Segara Anakan kita dibikin terkagum-kagum akan keindahan lagunanya, maka di bukit karang ini gantian jantung kita dibikin berdebar-debar menyaksikan Samudera Indonesia yang begitu biru dan luas seperti tak berujung. Udah gitu, bukit tempat kami berdiri tuh curam banget dengan sudut kemiringan hampir 90 derajat. Untuk melihat ke bawah aja, kami sampe harus merangkak di tanah karena takut nanti jatuh ke lautan lepas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kami cabut dari Segara Anakan jam sebelas siang. Walaupun sudah pernah melalui jalan setapak kemarinnya, tapi perjalanan pulang ini buatku agak berat karena sinar matahari udah terik banget. Kaus yang kukenakan aja sampe basah oleh keringatku sendiri dan tenggorokan bawaannya kering mulu. Ironisnya, jalan yang kami lalui masih aja bechek dan tetep nggak ada ojhek yang lewat. Rasanya legaaa bangeeettt ketika akhirnya nyampe di jalan ‘masuk’ yang kemarin kami lalui, berasa lolos dari pulau berhantu gitu. Hmmm&#8230;lebay-nya kumat deh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walaupun nggak sempet mengeksplore tempat2 yang lain di Pulau Sempu, kayak Karang Bolong, Telaga Lele, Goa Macan dan lain-laine (medoknya kumat) tapi nggak mengurangi kepuasanku berpetualang kali ini. Aku nggak tahu ya, apakah kelak bisa (atau mau…hi hi hi, nggak kuat juga sama capeknya) balik lagi ke Pulau Sempu, kalaupun ternyata hanya bisa sekali aja juga nggak apa-apa. Yang penting udah pernah mendatangi salah satu tempat terindah (menurutku lho ya…) yang ada di muka bumi ini. Gimana, apakah kalian tertarik untuk berpetualang ke Pulau Sempu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">UNTUK FOTO2, silahkan liat <a title="Menjelajahi Pulau Sempu" href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/84/Menjelajahi_Pulau_Sempu">DI SINI</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/04/one-night-at-segara-anakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Long Way to Sempu Island</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/03/long-way-to-sempu-island/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/03/long-way-to-sempu-island/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 13:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan]]></category>
		<category><![CDATA[sempu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi sebagian besar orang, mungkin memutuskan untuk ikut berpetualang ke alam bebas semudah membalikkan telapak tangan. But its not for me. Bukannya aku nggak suka berpetualang, suka banget malahan, tapi masalahnya aku punya keluarga yang over protectif pada anak-anaknya. Silahkan jika mau mengetawai, ngeledek abis-abisan atau semacamnya, di umurku yang hampir menginjak 30an ini aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-123" title="dsc05339" src="http://ihwan.files.wordpress.com/2009/03/dsc05339.jpg" alt="dsc05339" width="443" height="332" /></p>
<p>Bagi sebagian besar orang, mungkin memutuskan untuk ikut berpetualang ke alam bebas semudah membalikkan telapak tangan. But its not for me. Bukannya aku nggak suka berpetualang, suka banget malahan, tapi masalahnya aku punya keluarga yang over protectif pada anak-anaknya. Silahkan jika mau mengetawai, ngeledek abis-abisan atau semacamnya, di umurku yang hampir menginjak 30an ini aku masih harus ‘ijin’ terlebih dahulu kepada keluarga untuk ikut acara reuni Paskibra SMANDA (nama sekolah sma-ku dulu) di Pulau Sempu tanggal 28-29 Maret 2009. Pulau Sempu sendiri merupakan pulau kecil yang berada di lepas pantai Sendang Biru, sebuah pantai yang ada di daerah Malang Selatan.</p>
<p>Kalau dulu pas masih ABG alasan keluarga melarangku ikutan petualang karena kuatir bakalan terjadi apa-apa sama aku, secara kondisi fisikku yang kerempeng ini. Nah sekarang, ditambahin lagi satu alasannya oleh salah satu bibiku. Beliau bilang gini waktu aku ngomong mau ikutan ke Sempu : “Ibumu tuh sekarang hanya punya kamu, kakak-kakakmu udah pada nikah dan sibuk ngurusin keluarganya. Kalau ada apa-apa sama kamu gimana, kamu nggak kasihan sama ibumu?”  Aku yang tadinya ngotot nggak mau dilarang, jadi kepikiran juga. Kalau aku nekat berangkat dan Ibuku ternyata nggak rela trus terjadi hal-hal yang nggak diinginkan gimana? Secara dulu Ibu pernah ngomong padaku kalau di masa tuanya nanti beliau penginnya ikut sama aku. Bukannya mau nyombong, aku memang anak kesayangan di rumah. Maklumlah, anak bungsu, udah gitu baik hati, suka nabung dan tidak sombong (congkak dikit tapi) ho ho ho.</p>
<p>Sebenarnya agak lucu juga, aku udah pernah ke tempat yang lebih jauh dari Sempu tapi kenapa masih aja dilarang-larang. Aku tahu alasannya (ada2 aja alasannya) karena selama ini aku perginya diajak sama kantor, tempat rekreasinya ‘jelas’ dan semuanya ditanggung sama kantor (baik biaya maupun keselamatan) aka gratisan. Pokoknya modal dengkul doang lah.</p>
<p>Ya udahlah, akhirnya aku merelakan diri untuk nggak ikutan acara itu. Sumpah, dibutuhkan ‘pengorbanan perasaan’ yang lumayan berat, mengingat di Pulau Sempu itu terdapat laguna yang indah banget yang katanya seh nggak jauh beda sama The Beach-nya Leonardo De Capricot. Ditambah lagi mendekati hari H, anak-anak di fesbuk statusnya pada kompakan melakukan persiapan buat ke sana. Gimana nggak makan hati coba? Padahal aku juga udah bela-belain tukeran jadwal lembur sabtu biar bisa ikutan ke Sempu. Aaaah, mboh kah. Pengin misuh2 aja bawaannya.</p>
<p>Untuk menghibur diri, aku lalu iseng-iseng searching segala informasi di internet tentang Pulau Sempu. Pikirku, nggak bisa mendatangi secara langsung tapi lewat foto2 dan cerita di dunia maya nggak apa-apa lah. Kesian banget seeeh gueeee.  Di internet ternyata buanyak banget orang-orang yang menuliskan pengalaman serunya ketika mengunjungi Pulau Sempu, udah gitu disertai foto-foto pemandangan yang indaaah banget. Apalagi foto yang memperlihatkan laguna hijau yang oleh penduduk disebut Segara Anakan. Makin banyak artikel dan foto yang kuliat, aku makin ngileer aja dibuatnya.  Aku mikir2, mana mungkin aku melewatkan gitu aja tempat yang begitu indah yang ada di muka bumi ini ceilaaah. Apalagi mereka yang udah ke Sempu itu tempat tinggalnya jauh2, masa aku yang orang Malang asli malah nggak pernah ke sana. Pokoknya aku harus ke Sempu sekarang atau nggak sama sekali!!!  Lalu aku coba ngecek apakah anak-anak pada onlen fesbuknya, ternyata nggak ada satupun yang onlen. Gantian aku liat di grup alumni paski, kali aja ada info tentang kepastian acaranya. Shitt, ternyata juga nggak ada. Aku cek satu persatu profilnya anak-anak paski yang kukenal, mulai dari Fahmi, Novan, Kiki, Deny untuk cari tahu nomer hapenya, nggak adaaa jugaaaa. Makin panik aja aku, mana berangkatnya tuh besok. Untunglah di saat-saat genting itu, aku teringat Rindra (temen sekampusnya Fahmi), aku sms-in dia buat nanyain nopenya Fahmi. Aku nungguin mpe lima belas menit tapi nggak dibales2. Sambil nunggu balasan dari Rindra, aku ngecek lagi daftar temen fesbuk yang onlen. Yess, akhirnya ada juga anak paski yang onlen. Ternyata dia nggak ikutan ke Sempu karena ada acara keluarga, untungnya dia tahu nopenya Fahmi dan Novan.  Segera aku nanyain ke Fahmi di mana tempat ngumpulnya dan jam berapa berangkat ke Sempu. Yang bikin aku kaget adalah jam berangkatnya yang pagi beneeer yaitu pukul 6 pagi trus ke sananya tuh naik motor. Terang aja aku kaget secara aku tuh lelet banget kalau bawa motor, apa nanti malah nggak tambah memperlambat rombongan. Dulu aja pas maen ke Cangar, motorku selalu di belakang sendiri jalannya n sering ketinggalan. Lalu aku juga belum ada persiapan apa-apa, waktu aku sms Fahmi aja aku masih di warnet. Mana sempet beli perbekalan makanan dan sebagenya kalau berangkat sepagi itu. Fahmi lalu ngejelasin kalau berangkat naik motor itu malah lebih cepet, pas mereka survey lapangan aja hanya butuh 2 jam dari Malang-Sendang Biru. Untuk info lebih jelasnya, Fahmi kemudian menyuruhku menghubungi Novan yang bertindak sebagai ketua rombongan.</p>
<p>Sepulang dari warnet, aku langsung bilang sama Ibu dan Bibiku kalau aku mutusin untuk tetep ikut ke Sempu. Mereka tentu aja heran, kemarin bilang nggak jadi ikut eh sekarang datang2 dari warnet langsung berubah pikiran. Kemudian dengan penuh kesabaran plus penuh argumentasi aku jelasin kalau aku bakalan baik2 aja di sana, asal mereka merestui pasti aku selamat sampe tujuan. Sebenarnya sempet ada rencana mau berangkat diam-diam, sekalian aja pagi2 buta cabutnya. Tentu saja itu hanya angan liarku aja, bisa-bisa ibuku shock pas bangun tidur liat kamarku udah kosong melompong nggak ada orangnya he3.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sesuai dengan jadwal, aku berangkat dari rumah jam 6 pagi dan meluncur ke POM Bensin MOG untuk jemput Novan. Jadi ceritanya, Novan tuh awalnya mau berangkat sendirian naek angkot sementara yang lainnya bawa motor, duh kacian banget sih ketua rombongan kita ini he3. Untunglah, aku nggak jadi bareng Kiki yang renc<img class="alignleft size-full wp-image-125" title="dsc05319" src="http://ihwan.files.wordpress.com/2009/03/dsc05319.jpg" alt="dsc05319" width="194" height="257" />ananya mau nyusul ke Sempu hari minggunya, jadi Novan bisa bonceng sama aku. Setelah Deny sama Alam (temen sekampusnya yang hoby mancing) datang, kami berempat meluncur ke Masjid Raya Gadang. Di sana udah menunggu 4 orang lainnya, yaitu Fahmi, Agus, Dewi dan Wina. Jadi total anggota rombongan ada 8 orang. Sebenarnya ada 3 senior juga yang mau ikut yaitu Mas Onal, Mas Ridho dan Mas Kobin. Tapi mereka berangkatnya agak siangan dan naik angkot.  Sekitar jam delapan kami singgah dulu di rumahnya Deny (dia di Malang ngekos) yang ada di Turen untuk istarahat bentar sambil memperlengkap perbekalan kami.  Perjalanan menuju Sendang Biru lumayan berat dan jauuuh banget, padahal di peta jarak Malang-Sendang Biru tuh nggak sampe lima centimeter <img src='http://bloglodak.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Medannya cukup berat, dengan jalan yang berkelok-kelok, naik turun seperti tiada habisnya. Nggak seperti perjalanan ke Cangar dimana aku bisa menikmati pemadangan pegunungan dan perkebunan yang indah di kanan kirinya, di jalan menuju Sendang Biru ini aku bener2 konsen abis sama jalan dan berusaha ‘memacu’ motorku lebih cepat dari biasanya biar nggak ketinggalan jauh sama yang lain. Walaupun Fahmi sama Novan sengaja memperlambat motornya untuk mengiringi di belakang, tapi aku juga ngg<img class="alignleft size-full wp-image-126" title="dsc05322" src="http://ihwan.files.wordpress.com/2009/03/dsc05322.jpg" alt="dsc05322" width="238" height="178" />ak mau menambah lama perjalanan yang memakan waktu 3 jam lebih itu.</p>
<p>Sesampainya di Sendang Biru kami segera melapor ke pos penjagaan, membayar ongkos masuk masing2 orang, berhubung kami kamping dikenai biaya sebesar 4000 rupiah. Lalu ishoma sambil menunggu rombongan Mas Onal datang. Pukul setengah satu, Mas Onal kirim sms dan minta dijemput di TPI (Tempat Pelelangan/Pasar Ikan&#8230;nggak tau betul apa nggak kepanjangannya itu). Di sana Mas Onal membelikan rombongan ikan tongkol laut sebanyak 5 kg untuk dimakan di Pulau Sempu. Biar nanti nggak ribet2 amat, ikannya kami bakarkan di warung ikan bakar jadi nanti pas mau makan tinggal memanasinya saja. Setelah semuanya sudah makan siang dan siap baik fisik dan mental (ciee bahasanya) kami pun berangkat menuju Pulau Sempu jam setengah tiga sore. Oh iya, motor2 sudah kami titipkan pada penduduk yang membuka jasa penitipan kendaraan. Untuk motor tarifnya 5000 rupiah, nggak tau kalau mobil berapa. Sedangkan tarif menyeberang dari Sendang Biru ke Pulau Sempu sebesar 100 ribu rupiah untuk pulang jemput, jadi besok pas kita mau balik tinggal kirim sms ke pak nelayannya. Yang aku baca di internet sih perjalannya hanya lima menit doang, tapi kami kok sampe 20 menitan yak? Apa jalurnya udah berubah he3.</p>
<p>Pengin tahu gimana, gimana serunya pengalaman kamping di Segara Anakan? Sabar dulu yaa, masih dalam tahap recovery body neh jadi otak belum bisa maksimal buat nulis banyak2 he he he.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/03/long-way-to-sempu-island/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Nyoblos Sapa?</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/02/mau-nyoblos-sapa/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/02/mau-nyoblos-sapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 09:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 09]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu 2009 sebentar lagi akan kita jelang, sebagai warga negara yang baik tentu saja aku ingin menggunakan hak pilihku. Meskipun suara yang bisa kita berikan hanya satu namun jangan pernah menganggapnya remeh, angka 100 tidak akan diakui lagi meski hanya kurang 0,001 point. Kecuali di matematika yang biasanya dibulatkan ke atas.
Suara yang kita berikan secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000080;">Pemilu 2009 sebentar lagi akan kita jelang, sebagai warga negara yang baik tentu saja aku ingin menggunakan hak pilihku. Meskipun suara yang bisa kita berikan hanya satu namun jangan pernah menganggapnya remeh, angka 100 tidak akan diakui lagi meski hanya kurang 0,001 point. Kecuali di matematika yang biasanya dibulatkan ke atas.<br />
Suara yang kita berikan secara tidak langsung akan ikut menentukan bagaimana masa depan Indonesia lima tahun ke depan, apakah bisa tambah maju atau makin ketinggalan dari bangsa-bangsa yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Para elite politik pun sudah mulai menyiapkan diri semaksimal mungkin agar bisa keluar sebagai pemenang dalam pesta demokrasi tersebut. Tim sukses pun sudah mulai bekerja jauh-jauh hari sebelumnya, seperti kita liat di televisi yang begitu marak oleh iklan-iklan politik baik itu perorangan maupun partai. Tak ketinggalan pula para calon anggota legislatif yang ada di tingkat daerah. Seperti di Malang aja misalnya, bukan hanya di jalan raya bahkan jalan di kampung-kampung kini dipenuhi dengan spanduk bergambar para anggota legislatif wannabe. Di gang masuk, batang pohon, tembok kosong, pokoknya di semua tempat yang sekiranya bisa diliat oleh orang banyak. Foto yang dipasang pun beragam, tapi rata-rata sih mereka berusaha keras untuk keliatan menarik dan berwibawa. Yang laki-laki berpose dan berpakaian segagah mungkin dan yang perempuan berdandan menor banget. Sampai-sampai aku heran, nih orang mau nyalonin diri jadi anggota legislatif apa mau audisi karnaval tujuh belasan sih. Satu hal yang menjadi kesamaan, mereka pada kompakan memakai gambar capres yang sesuai dengan partai mereka sebagai background.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Jujur ya, aku sendiri bingung banget kalau nanti harus memilih salah satu dari puluhan anggota legislatif wannabe itu. Yang paling utama sih karena aku nggak kenal satu pun dari mereka. Tiap hari memang aku melihat foto-foto mereka di jalan tapi hanya selintas lepas. Mana sempat aku ngapalin foto sama nama mereka, mendingan konsen ngendarai motor biar tiba dengan selamat n nggak telat di tempat kerja (tapi kebanyakan telatnya sih).</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Kalau memilih capres dan cawapres sih masih agak mendingan karena jumlahnya nggak sebanyak caleg. Trus kita juga bisa mempelajari dulu visi dan misi apa yang akan mereka terapkan jika nanti berhasil terpilih memimpin bangsa ini. Aku sih berharap nanti para caleg itu nanti juga melakukan hal yang serupa. Kalau enggak, mana bisa aku menentukan pilihanku. Masa mau asal nyoblos, mending golput aja kalau gitu he he he. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/02/mau-nyoblos-sapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak SBY ijinkan aku masuuk</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/01/pak-sby-ijinkan-aku-masuuk/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/01/pak-sby-ijinkan-aku-masuuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 04:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini SBY datang ke kampus Unbraw dalam rangkaian acara peringatan DIES NATALIES UB 46, rencananya sih beliau mau memberikan Orasi Ilmiah berjudul&#8230;.duh lupa aku, pokoknya ada hubungannya sama ekonomi global gitu deh.
Berkaitan dengan kedatangan SBY ini, aku agak2 binun apakah nanti tetep masuk kerja apa ga, secara yang mau datang itu kan orang nomer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Hari ini SBY datang ke kampus Unbraw dalam rangkaian acara peringatan DIES NATALIES UB 46, rencananya sih beliau mau memberikan Orasi Ilmiah berjudul&#8230;.duh lupa aku, pokoknya ada hubungannya sama ekonomi global gitu deh.<br />
Berkaitan dengan kedatangan SBY ini, aku agak2 binun apakah nanti tetep masuk kerja apa ga, secara yang mau datang itu kan orang nomer satu di Indonesia pasti pengamanannnya ketat banget. Sebenarnya masih ada simpang-siur apakah pegawai yang ga dapet undangan boleh masuk area Unbraw apa ga. Temen2ku yang kerja di fakultas lain dan statusnya honorer kayak aku pada diliburin semua, sedangkan aku sendiri ga dapet pemberitauan apa-apa dari atasan.<br />
Akhirnya aku nanya ke salah satu atasanku dan katanya besok kalau masuk tunjukkin aja kartu pegawai UB dan bilang kalo pegawai honorer emang ga dapet undangan.</p>
<p>Berbekal &#8216;wasiat&#8217; itu, akhirnya tadi pagi aku berangkat kerja. Dan emang bener, pengamanan di depan kampus UB ketat banget. Banyak petugas PASPAMPRES dan anggota TNI yang siaga di depan pintu masuk. Bahkan di jalan Veteran juga udah dipasang pagar kawat yang guede itu tapi belum dipalangin di tengah jalan. Dengan agak dag-dig-dug aku jalanin motorku ke pintu masuk, eh nggak lama kemudian udah disuruh menepi sama salah seorang anggota TNI. Aku lalu disuruh menunjukkan undangan tapi tentu saja aku ga punya. trus aku disuruh mengisi data diri dulu dan kujelaskan kalau aku emang kerja di UB dan ga dapet undangan. si anggota TNI teteup kekeuh ga ngijinin aku masuk.<br />
Lalu aku menelpon salah satu atasanku dan bilang kalo ga boleh masuk. kalau tetep nggak boleh, aku disuruh pulang aja. pas nelpon itu, sengaja aku ngomongnya agak aku kerasin agar si mas TNI itu ikut denger juga he3.<br />
Ternyata manjur juga taktikku itu, pas aku ngomong lagi sama mas TNI itu aku akhirnya diperbolehkan masuk ke area UB.</p>
<p>Ternyata pas aku nyampe di perpus, baru satu orang temen honorer yang bisa masuk sedangkan yang lainnya masih &#8216;ditahan&#8217; di pintu masuk kayak aku tadi. akhirnya aku disuruh sama atasanku untuk bawa absensi dan memo ke pintu gerbang agar temen2ku bisa masuk.</p>
<p>Beberapa PNS yang (juga) sempet ga boleh masuk karena undangannya ketinggalan di kantor mengeluh: &#8220;hanya karena satu orang aja semua urusan jadi ribet gini&#8230;&#8221; hi hi hi</p></div>
<div class="photo photo_none">
<div class="photo_img"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=1216028&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=52207962189&amp;aid=-1&amp;oid=52207962189&amp;id=647107389"><img style="width:460px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2124/65/56/647107389/n647107389_1216028_3337.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/01/pak-sby-ijinkan-aku-masuuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>belanda-malang via blitar</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/08/belanda-malang-via-blitar/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/08/belanda-malang-via-blitar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 09:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[ 
Setelah dua tahun lamanya hanya bersahabat lewat dunia maya, akhirnya Tuhan mempertemukan Onit dan One. Onit saat ini sedang menjalani kuliah S3-nya di Belanda, sedangkan One tiap hari menggeluti pekerjaannya sebagai penjaga loker di sebuah kampus di Malang. Persabahatan mereka berawal dari sebuah perdebatan tentang selinting tembakau bersama Nena dan Ruly, sepasang fotografer dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.nawhi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJbFewoKCscAABUjtG81/ben-onit-one.jpg?et=6NA8Dip6xXW5A93XLYkKDw&amp;nmid=0" border="0" alt="" width="228" height="300" /></span><span style="color:#3333ff;"> </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Setelah dua tahun lamanya hanya bersahabat lewat dunia maya, akhirnya Tuhan mempertemukan Onit dan One. Onit saat ini sedang menjalani kuliah S3-nya di Belanda, sedangkan One tiap hari menggeluti pekerjaannya sebagai penjaga loker di sebuah kampus di Malang. Persabahatan mereka berawal dari sebuah perdebatan tentang selinting tembakau bersama Nena dan Ruly, sepasang fotografer dari Jakarta. Siapa sangka, perdebatan ‘sengit’ itu malah kemudian mengakrabkan mereka berempat.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Hari ini, di sebuah kota kecil berhawa sejuk Onit dan One bertemu untuk pertama kalinya. Sebuah senyuman langsung menghiasi wajah tatkala dua sahabat itu bertatap muka di sebuah halte bus. Onit saat itu tak sendirian, dia ditemani Ben, sahabatnya yang lain saat masih di Korea dulu. Begitupun juga dengan One, dia ditemani oleh Naz, tetangga sekaligus sahabatnya di kampung kecil bernama Nagrem.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Setelah beristirahat sejenak di rumah One, mereka berempat lalu menghabiskan waktu bersama dengan mengelilingi kota Malang. Melihat-lihat Masjid Jami’ yang berdiri kokoh di depan alun-alun kota, melewati De Idjen Boulevard, mengenang sebagian sejarah bangsa di Museum Brawijaya dan mengunjungi beberapa tempat lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Tujuh jam terasa cepat berlalu, mereka berempat pun harus mengakhiri pertemuan itu. Padahal masih banyak tempat yang ingin dikunjungi, masih banyak hal yang ingin dibicarakan, masih…masih dan masih ada yang ingin dilakukan agar pertemuan itu tak lekas berakhir dan lebih berkesan.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Di sebuah gerbong kereta mereka berpisah dan berdoa semoga kelak Tuhan mempertemukan mereka kembali. Saat peluit tanda kereta hendak berangkat akhirnya berbunyi, One dan Naz pun turun dari kereta. Dengan senyum bahagia dan lambaian tangan mereka melepas kepergian kereta yang membawa Onit dan Ben meninggalkan Malang. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">*trus hubungannya kota Blitar apa dunk?</span><br /><span style="color:#3333ff;">** Onit dan Ben emang ada suatu keperluan di Blitar, trus sekalian mampir ke Malang getoo.</span><br /><span style="color:#3333ff;">***foto2na bisa liat di album, <a href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/64">cek dis oud..!!</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/08/belanda-malang-via-blitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar @ FMK : Mendadak Jualan</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/05/kopdar-fmk-mendadak-jualan/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/05/kopdar-fmk-mendadak-jualan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 07:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[FMK-MTD]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Kopdar MP’ers yang kali ini diadakan di Festival Malang Kembali 2008 cukup berkesan bagiku karena ada pengalaman baru yang kudapatkan. Pengalaman barunya adalah ngerasain gimana serunya berjualan makanan di FMK.
Sebenarnya niat dari rumah itu mau kopdar dan janjian sama Nina n Hana untuk ketemuan di Perpus Kota trus meluncur bareng menuju lokasi kopdar yang uah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Kopdar MP’ers yang kali ini diadakan di Festival Malang Kembali 2008 cukup berkesan bagiku karena ada pengalaman baru yang kudapatkan. Pengalaman barunya adalah ngerasain gimana serunya berjualan makanan di FMK.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Sebenarnya niat dari rumah itu mau kopdar dan janjian sama Nina n Hana untuk ketemuan di Perpus Kota trus meluncur bareng menuju lokasi kopdar yang uah ditentukan yaitu di depannya Poltekes. <span> </span>Setelah nunggu beberapa lama namun Dua Sista nggak juga kunjung dating, mau menghubungi juga ga bias cos hape lagi lobet sedangkan wartel di perpus tutup. Sialan, masa gara2 tema FMK adalah masa kerajaan Singhasari, wartelnya ga beroperasi. <span> </span>Daripada bengong sendirian kayak anak ilang akhirnya aku putusin ke stan kerabatku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Kok ya kebetulan banget, ketika aku tiba di stan 211, keadaannya lumayan rame. Ya udah wis, aku lalu turun tangan ikut membantu melayani pengunjung. Awalnya sih hanya membantu membereskan Rege (tempat makan dari anyaman bambu) dan gelas2 di meja. Trus pas keadaan makin rame dan Bu Yanti nampak kewalahan, aku ikutan meracik minuman. Mulai dari teh hangat, es teh hingga es dawet. Ternyata seru juga jualan makanan itu, apalagi malam itu pengunjung stan kami lumayan banyak. Sampe ada pengunjung yang rela antri karena nggak kebagian tempat, bahkan kami sampe harus menanak nasi dua kali saking banyaknya yang beli. <span> </span>Meskipun harus mondar-mandir tetapi nggak terasa capeknya ketika melihat para pengunjung menikmati sajian kami dengan lahapnya. Ya udah, acara kopdarku pun berubah drastic jadi mendadak jualan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Di antara pengunjung stan kami, nggak tahunya ada juga mahasiswa yang sering datang ke perpus dan mereka keheranan (lagi-lagi) melihatku di sana.<span> </span>Mereka mengira stan makanan itu miliknya perpus he3. Nggak mungkin bangetlah, emang perpus tempat gue kerja udah kehabisan dana apa kok sampe buka stan segala di FMK. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Pas lagi asyiknya melayani pengunjung, datanglah 3 Makhluk Tuhan Paling Gedhe di antara MPers Malang (just kidding) yaitu Mas Nono (ketua MP Malang), Fajar dan Mas Bay. Tentu saja aku seneng banget karena sebelumnya tuh aku udah pesimis bakalan nggak bisa ngumpul ama MP’ers Malang. Sambil <span> </span>tetap melayani pengunjung aku ngobrol2 bareng mereka bertiga.<span> </span>Setelah mencicipi lontong sayur dan es temulawak, mereka lalu melanjutkan perjalanan mengelilingi FMK. Cieee, udah kayak perantau aja. Tapi ada benernya juga kok, secara penampilan mereka benar2 tempoe dulu banget. Ada yang pake baju batik, baju adat jawa dan blangkon. Aku sendiri malam itu pake baju batik hijau yang biasanya jadi seragam kerjaku dipadu ama celana jeans warna coklat. Habis gimana, nggak ada persiapan pakaian jadul sih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Kira2 jam sepuluh malam, makanan di stanku udah benar2 habis dan aku lalu bergabung ama MP’ers Malang yang ternyata masih berada ngak jauh dari stanku. Rupanya mereka bertiga lagi menunggu Vivi, Nina dan Hana. Setelah berfoto2 sejenak kami pun lalu berkeliling mengunjungi semua stan yang ada di FMK. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Buatku pribadi, FMK taun ini lumayan ada peningkatan. <span> </span>D</span>ari segi stan2 yang ada sekarang ditata lebih beragam. <span lang="EN-US">A</span>ntara penjual makanan dan kerajinan diselang-seling. (ini bukan mentang2 karena kerabat<span lang="EN-US">ku</span> juga jualan di sana lho)<br />
<span lang="EN-US">T</span>rus dari segi pengunjung, <span lang="EN-US">aku</span> melihat sudah banyak yang ga malu2 lagi pake pakaian jadul. trus banyak aksi2 spontan yang cukup menghibur dari warga malang sendiri seperti: pantomim, anak2 rasta. <span lang="EN-US">E</span>mang sih, ga sesuai tema tapi setidaknya warga <span lang="EN-US">M</span>alang sudah menunjukkan part<span lang="EN-US">i</span>sipasinya.<span lang="EN-US"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#3333ff;font-family:georgia,times new roman,times,serif;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Yang pasti sih, dengan adanya FMK ini aku makin cinta ama kota Malang cos bias menyelenggarakan event yang cukup unik. Semoga FMK bisa terus diadain tiap tahun dan bisa jadi obyek pariwisata yang mampu menarik pengunjung dari luar kota.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><br /></span> <span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">*Oh iya, gara2 membantu kerabatku jualan aku ama keluargaku jadi pengin ikutan jualan taun depan.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/05/kopdar-fmk-mendadak-jualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semalam di Idjen Boulevard</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/05/semalam-di-idjen-boulevard/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/05/semalam-di-idjen-boulevard/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 07:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[FMK-MTD]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[*harusnya blog ini diposting tanggal 22-5-08 tapi karena kesalahan teknis jadi molor.

Dalam rangka memperingati HUT kota Malang yang ke-94, Pemkot Malang kembali menyelenggarakan Festival Malang Kembali Part 3. Adapun yang dimaksud dengan FMK adalah sebuah festival yang menampilkan wajah kota Malang Tempo Doloe, mulai dari kesenian, arsitektur, keradjinan dan jang paling oetama adalah makanan2 jadoel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US">*harusnya blog ini diposting tanggal 22-5-08 tapi karena kesalahan teknis jadi molor.</p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#009900;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Dalam rangka memperingati HUT kota Malang yang ke-94, Pemkot Malang kembali menyelenggarakan Festival Malang Kembali Part 3. Adapun yang dimaksud dengan FMK adalah sebuah festival yang menampilkan wajah kota Malang Tempo Doloe, mulai dari kesenian, arsitektur, keradjinan dan jang paling oetama adalah makanan2 jadoel jang sudah djarang kita temui. <span> </span>Bagi kalian yang sudah membaca Xerografer (ehem..ehem&#8230;) pasti udah pada tahu dunk about FMK cos di sana udah aku bahas mulai dari A sampe Z-nya. Bagi yang pengin tahu kayak gimana sih FMK itu tapi ga sempat datang ke Malang, sok atuh beli Xerografer. He he he, promo terselubung nih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#009900;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">FMK tahun ini mengambil tema yang lebih jadul dari tahun2 sebelumnya yaitu tema Kerajaan Singhasari, kira2 mundur ke tahun 760 M (ehm…mohon maaf jika salah nyebutin tahunnya, ntar aku cek lagi ke lokasi). Bagiku pribadi FMK tahun ini lumayan istimewa karena aku dapet kesempatan untuk ikut berpasrtisipasi. <span> </span>Gue nggak ikutan jadi prajurit kerajaan Singhasari (gue cukup tahu diri dengan tubuh kerempengku ini) melainkan membantu salah satu kerabat (mertua kakakku) yang ikutan jual makanan jadul di salah satu stan yang ada di FMK. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#009900;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Kebetulan tadi malam, aku ikut bantu2 Bu Yanti (nama mertua kakakku) nyiapin stannya, nggak banyak sih yang bisa kulakukan cos sebelumnya aku harus lembur di b-web. Ketika aku datang ke lokasi yaitu di Jalan Ijen, yang jaman dulu dikenal dengan De Idjen Boulevard, di sepanjang jalan nampak para peserta sibuk menyiapkan stan masing2. Acara pembukaanya kan nanti malam dan diadakan lomba untuk semua stan sehingga wajar jika semua peserta berusaha menampilkan stannya sebaik mungkin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#009900;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Stan akhirnya kelar disiapin jam 11 malem, setelah itu Bu Yanti n sista pulang sementara aku nemenin Mas Jinul (kakakku) untuk menjaga stan.<span> </span>Ya iyalah masa ya iya dong, stan harus dijaga sebab kalo enggak ntar barang2 yang ada di stan diembat ama pemulung atau orang iseng he3.<span> </span>Awalnya kami hanya berempat (aku, mas jinul, mbak mud dan suaminya, mas yudi) lalu nggak lama kemudian datang lagi kakak cewekku, mbak u’us ma suaminya. Jadilah, tadi malam kami berenam nongkrong bareng di Idjen Boulevard. Aku lumayan seneng juga cos jarang2 kami bisa ngumpul bareng, maklum semua udah pada (sok) sibuk ama keluarga masing2 he he he.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="color:#009900;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-size:small;"><span lang="EN-US">Sayangnya aku hanya kuat sampe tengah malam, setelah itu aku berangkat ngorok<span> </span>duluan. Dengan hanya beralaskan tikar dan di bawah pohon palem, akupun tidur dengan nyenyaknya. Sesekali ada nyamuk yang datang menggoda tapi tentu saja aku sok jual mahal. Pokoknya tadi malam tuh berasa jadi gelandangan semalam dah. Baru kali itu aku ngerasain tidur di pinggiran jalan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span style="font-size:small;"><span style="color:#009900;">Ya udah, nggak usah panjang lebar lagi. Buat warga Malang, yang nanti malam datang di acara Pembukaan FMK, jangan lupa mampir (dan beli makan juga tentunya) di stan nomer 211. Letaknya di sebelah utara Perpus Kota, agak jauhan dikit. Dijamin makanan yang disajikan maknyus, ada  Lonthong Sajur (Lontong Sayur) Sego Pithek Bakar (Nasih Ayam Bakar), Sego Campoer (Nasi Campur), trus minumannya ada Kopi Djae, Es Temulawak and many more.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal">untuk <a href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/45">foto2 bisa liat di sini</a></p>
<p class="MsoNormal" style="font-weight:bold;"><a href="http://nawhi.multiply.com/video/item/19">videonya juga ada.</a></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/05/semalam-di-idjen-boulevard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir Buku di Jember</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/05/banjir-buku-di-jember/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/05/banjir-buku-di-jember/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[moment]]></category>
		<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai dengan rencana, aku berangkat dari rumah ke markasnya GagasMalang sekitar jam 6 lebih dianterin sama kakakku. Agak terburu-buru berangkatnya cos aku sendiri bangun kesiangan dan sama mbak-mbak Gagas disuruh standy by di markas jam setengah tujuh. Travelnya sendiri mau ‘ngangkut’ aku jam 6.45. Sebenarnya aku minta agar travelnya jemput ke rumah tapi nggak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Sesuai dengan rencana, aku berangkat dari rumah ke markasnya GagasMalang sekitar jam 6 lebih dianterin sama kakakku. Agak terburu-buru berangkatnya cos aku sendiri bangun kesiangan dan sama mbak-mbak Gagas disuruh standy by di markas jam setengah tujuh. Travelnya sendiri mau ‘ngangkut’ aku jam 6.45. Sebenarnya aku minta agar travelnya jemput ke rumah tapi nggak bisa karena rumahku nggak dilewati jalurnya travel. Ya udahlah, ngalah dikit nggak apa-apa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Yang bikin agak senewen, si travelnya sendiri malah baru datang jam 7 lebih. Trus aku kan duduknya di depan dan bisa liat2 daftar penumpang, nggak tahunya ada penumpang (namanya Cendana, orang chinese gitu) yang rumahnya tuh nggak jauh dari dari rumahku. Tentu saja aku heran bin nggak terima, kok mereka nggak mau jemput aku? Ketika mobil travel lagi antri bensin dan sopirnya turun, aku lalu nanya2 ama Tante Cendana dan ternyata dia dijemput langsung dari rumahnya. Uugh, dasar sopir rasialis! Pengin gue jitak aja tuh orang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Perjalanan ke Jember ternyata nggak memakan waktu 7 jam seperti yang dikatakan sama pegawai travel yang pernah kutelepon dulu (ehm…lagi-lagi dikibulin sama orang travel), tapi hanya 5 jam. Tapi walaupun hanya 5 jam, cukup manjur bikin bokongku puanas cos kelamaan duduk. Oh iya, boleh dikatakan akulah cowok ciptaan Tuhan yang paling seksi (cuiih) diantara semua penumpang yang ada di dalam mobil travel tersebut. Mau tau sebabnya…? Soalnya penumpang yang lainnya tuh ibu-ibu semua he3. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Sekitar jam dua belasan aku nyampe di Jember dan diturunkan tepat di depan Gedung Soetardjo, tempat berlangsungnya Pesta Buku Murah Jember. Setelah ngobrol2 sebentar sama Mas Tepe dan Mbak Windy yang kebetulan ada di situ, aku lalu dianterin ke hotel sama Dany, sales Kawah Media Malang. Acaraku sendiri jam tujuh malam, sehingga aku masih bisa istirahat dan mempersiapkan diri terlebih dahulu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Walaupun agak telat karena harus makan malam dulu, acaranya boleh dikatakan berjalan dengan lancar dan lumayan sukses. Seperti biasa, di sesi pertama aku mengenalkan dulu Xerografer itu bercerita tentang apa, jangan sampai yang hadir di situ mengira Xero isinya tentang mesin fotokopi terbaru keluaran Xerox. Promo gratis dunk jadinya. Untuk sesi tanya-jawabnya nggak jauh-jauh beda dari talkshow yang pernah kulakukan sebelumnya. Nanyain inspirasi nulisnya darimana, tujuanku menulis novel untuk apa, penulis yang menginspirasi siapa aja. Ada yang mengaku udah baca Xero dan komen panjang lebar tentang Xero tapi ujung-ujungnya cuman nanyain alamat blogku apa. Hari gini nggak tau alamat blogku? Kemana aja sih lo. He he he, becanda kok. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Trus ada juga seorang cewek yang heran dan amit2 jabang bayi (nggak segitunya kali) ketika secara blak-blakan aku bilang kalau aku mengawali hoby menulis dari buku harian. Harap maklum,<span> </span>selama ini diary kan memang identik dengan cewek. Dengan sok bijak aku menjawab ketika kita punya masalah dalam hidup dan nggak punya teman atau malu untuk curhat maka tulislah masalah itu. Memang sih, masalah itu nggak akan selesai dengan hanya menulisnya aja. Tapi setidaknya beban yang kita rasakan bisa sedikit berkurang dan selanjutnya bisa berpikir dengan jernih untuk mencari penyelesainnya. Cieee. Ketahuan, tuh cewek nggak pernah liat A2DC atau Gie. Dua cowok keren (just like me…he3) di film tersebut juga nulis diary kan? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>Esoknya, aku balik ke Malang jam 12 siang bareng anak2 Kawah Media. Sebelumnya kami nggak lupa untuk menyempatkan diri cari oleh-oleh khas Jember yaitu Suwar-Suwir dan Brownies Tape. Suwar-Suwir itu bahannya juga dari tape singkong tapi bentuknya pasta, lumayan lah rasanya. Last, satu hal yang aku iri dari Jember adalah jalan rayanya yang lebar-lebar. Nggak kayak Malang, yang katanya kota terbesar ke-2 di Jatim tapi jalan rayanya sempit sehingga sering macet dan nggak memungkinkan untuk dikasih bus kota. Gimana nih Pak Walikota Malang*…? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>*sengaja manas-manasin cos bentar lagi mau ada Pilkada he3.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;font-family:trebuchet ms;color:#3333ff;"><span style="font-size:small;"><span>*maap postingannya agak telat cos kemarin MP3-nya ketinggalan</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/05/banjir-buku-di-jember/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
