<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com &#187; nostagila</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/category/nostagila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 04:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>Nostagila with YOSAN</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/03/nostagila-with-yosan/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/03/nostagila-with-yosan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 09:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostagila]]></category>
		<category><![CDATA[yosan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu sepulang dari perpus kota aku menemukan sebuah benda yang mengingatkanku pada masa-masa keimutanku dulu. Benda itu tergeletak begitu saja di atas meja komputerku, pasti dua adikku yang sebelumnya main game di komputerku lupa membawanya pulang. Tau nggak benda apakah itu? Empat bungkus permen karet bermerk YOSAN. (Ya iyalah bisa langsung ketebak dari judulnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang itu sepulang dari perpus kota aku menemukan sebuah benda yang mengingatkanku pada masa-masa keimutanku dulu. Benda itu tergeletak begitu saja di atas meja komputerku, pasti dua adikku yang sebelumnya main game di komputerku lupa membawanya pulang. Tau nggak benda apakah itu? Empat bungkus permen karet bermerk YOSAN. (Ya iyalah bisa langsung ketebak dari judulnya :p)</p>
<p><a href="http://ihwan.files.wordpress.com/2009/03/dsc04879.jpg"><img class="size-full wp-image-116 alignleft" title="dsc04879" src="http://ihwan.files.wordpress.com/2009/03/dsc04879.jpg" alt="dsc04879" width="244" height="184" /></a></p>
<p>Buat kalian yang merupakan generasi 90an pasti masih inget dong sama permen karet yang satu itu. Permen karet yang berhasil menggerakkan hampir semua anak-anak pada jaman itu (termasuk aku) untuk membelinya sebanyak mungkin demi mengumpulkan huruf-huruf Y-A-S-O-N yang terdapat di setiap bungkusnya. Jika kita berhasil mengumpulkan lima huruf itu maka kita mendapatkan hadiah sesuai dengan apa yang tercantum di huruf N-nya. Hadiahnya boleh dibilang sangat menggiurkan untuk ukuran saat itu, mulai dari tas sekolah, sepeda Yosan, kaos, tamiya de el el.</p>
<p>Aku masih inget betul gara-gara tergiur pengin salah satu hadiah itu aku sampai bela-belain ngumpulin duit dengan cara nggak jajan di sekolah agar bisa beli permen karet YOSAN sebanyak-banyaknya. Sialnya, walaupun udah sering beli tuh permen tapi nggak pernah dapetin huruf N-nya. Setahuku, temen-temenku juga ngalamin hal yang sama, kesulitan nemuin huruf N. Akhirnya karena putus asa, aku berhenti hunting huruf N itu dan melupakannya.</p>
<p>Eh nggak tahunya, sekarang tuh permen muncul lagi di depan mataku. Kemasannya emang sedikit berubah, malah boleh dibilang mengalami penurunan kualitas. Gambar beruangnya nggak sebagus gambar yang ada di bungkus YOSAN era 90an, udah gitu kertasnya juga tipis. Kalau rasanya sih uhm…masih sama mungkin, aku nggak begitu inget sih gimana rasanya dulu. Kalau soal kelenturan dan kekuatan bahannya untuk ditiup menjadi balon aku nggak berani komentar soalnya dari dulu aku emang nggak pernah becus bikin balon dari permen karet.</p>
<p>Satu-satunya hal yang masih dipertahanin adalah strategi pemasarannya, masih sama cing kayak YOSAN era 90an dulu. Pembeli disuruh ngumpulin lima huruf untuk ditukerin dengan berbagai macam hadiah. Siapa sih yang megang bagian promonya, kok nggak kreatif banget. Trus-trus, hadiahnya tuh juga masih sama kayak dulu. Coba kalau hadiahnya ditingkatin misalnya handphone, PS, laptop atau kalau mau yang lebih nekat lagi kasih Blackberry sekalian pasti buanyak yang beli. Dan aku dengan sukarela akan ikut terjun lagi dalam perburuan mencari kelima huruf tersebut.</p>
<p>Tapi kayaknya nasib adik-adikku nggak jauh lebih beruntung dariku dulu, masa dari empat bungkus itu huruf yang tercantum di baliknya tuh sama, A semua! Parah banget dah, jangan-jangan emang dari sononya cuman ada huruf A doang. Biarpun mborong satu kardus juga nggak bakalan ketemu kali kelima hurufnya.</p>
<p>Tapi walaupun gitu aku cukup salut sama permen karet produksi Tangerang ini karena masih bisa teteup eksis di antara serbuan snack jaman sekarang yang makin variatif dan menggoda selera anak-anak. Ditambah lagi dengan krisis ekonomi global yang melanda dunia, harga-harga bahan pokok yang semakin meningkat, halaah kok jadi ngomongin ekonomi gini. Aaah, jadi pengin bernostagila sama snack 90an yang lainnya kayak mie Krip-Krip, masih inget nggak sama bungkusnya yang merah putih itu? Nasionalis banget.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/03/nostagila-with-yosan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>naksir guru</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/naksir-guru/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/naksir-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 13:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[nostagila]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/06/naksir-guru/</guid>
		<description><![CDATA[Naksir guru&#8230;.? Why not Secara psikologis bisa bikin kita tambah seneng ama pelajaran yang diajarkan.  Dan pada akhirnya nilai kita akan ikut terkatrol. Kalo aku sih belum sampai tahap naksir, cuman admire aja. Mulai dari guru Fisika yang kalem, guru Geografi yang &#8216;naughty&#8217; sampai guru PKL (magang) yang menor2. Setiap pelajaran mereka, bawaannya tuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><span style="font-family:courier new,courier;">Naksir guru&#8230;.? Why not</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Secara psikologis bisa bikin kita tambah seneng ama pelajaran yang diajarkan. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Dan pada akhirnya nilai kita akan ikut terkatrol.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Kalo aku sih belum sampai tahap naksir, cuman admire aja.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Mulai dari guru Fisika yang kalem, guru Geografi yang &#8216;naughty&#8217; sampai guru PKL (magang) yang menor2.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Setiap pelajaran mereka, bawaannya tuh seneng melulu n semangat dengerin penjelasan mereka.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;"><br />
Tapi aku juga pernah ngalamin hal yang ironis banget di bangku SMP.</span><span style="font-family:courier new,courier;">Kebetulan pelajaran Matematika diajar ama guru PKL. Orangnya lumayan cakep n berjilbab, walopun agak pendiem tapi prenly ama murid2. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Tiap kali doi nerangin pelajaran, aku selalu menyimak dengan penuh hikmat. Trus aku juga bisa ngerjain soal2 yang diberikan dengan baik n benar. Nah, suatu ketika diadakan ulangan harian. Syukurlah, walopun agak sulit tapi aku bisa jawab semuanya.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Tiba saat pembagian hasil ulangan, aku kaget n deg2an pas namaku dipanggil pertama kali.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Pasti hasilnya bagus nih, batinku.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Dengan pe-denya aku maju dan mengambil hasil ulanganku. Guru PKL-ku tersenyum penuh arti padaku saat menyerahkan kertas ulanganku. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Kubuka kertasnya dan ternyata&#8230;..aku cuma dapet nilai dibawah LIMA.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Gilaaa&#8230;.aku benar2 nggak percaya. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Padahal selama pelajaran aku selalu nyimak n bisa jawab soal2nya tapi kok dapet segitu&#8230;.?</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Ya nasib&#8230;.mungkin yang masuk ke otakku bukan pelajarannya tapi wajahnya yang cakep itu.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Hu hu hu&#8230;..dimana ya sekarang doi&#8230;.? </span></p>
<p> </font></p>
<p style="clear:both;"><!-- --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/naksir-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>nyontek aah</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/nyontek-aah/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/nyontek-aah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 13:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[nostagila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/06/nyontek-aah/</guid>
		<description><![CDATA[sepinter-pinternya orang pasti pernah nyontek pas ujian atau ulangan.atau mungkin juga ngasih contekan sama temennya.  jaman masih sekolah dulu, biasanya aku nyontek langsung dari buku.buku aku taruh di laci meja atau kalo nggak gitu tas ditaruh di meja, kalo mau nyontek tinggal buka aja. pernah juga buat kertas contekan yang kecil-kecil dan disembunyikan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><span style="font-family:courier new,courier;">sepinter-pinternya orang pasti pernah nyontek pas ujian atau ulangan.</span><span style="font-family:courier new,courier;">atau mungkin juga ngasih contekan sama temennya. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">jaman masih sekolah dulu, biasanya aku nyontek langsung dari buku.</span><span style="font-family:courier new,courier;">buku aku taruh di laci meja atau kalo nggak gitu tas ditaruh di meja, kalo mau nyontek tinggal buka aja.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">pernah juga buat kertas contekan yang kecil-kecil dan disembunyikan di saku celana</span></p>
<p> <span style="font-family:courier new,courier;">pengalaman nyontek yang paling parah adalah waktu ulangan PPKn</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">waktu itu aku nulis contekan di tempat pensil (tepak)</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">kebetulan tempat pensilku dulu <span style="font-weight:bold;font-style:italic;">made in dhewe</span> alias buat sendiri</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">karena bahannya dari kertas daur ulang, aku bisa nulis contekanku di situ.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">sialnya, ketika Pak Bandhi (guru PPKn-ku) keliling ke meja-meja, beliau tertarik ama tepak unikku itu.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">aku langsung deg-degan pas beliau mengambil tepak tersebut. dibuka dan dibolak-baliknya tepakku dan aku yakin Pak Bandhi membaca contekan yang kutulis di situ. </span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">rasanya tuh campur aduk, antara malu, takut dan pasrah. Kalo nggak disobek-sobek kertas ulanganku pasti aku disuruh keluar n ga boleh ikut ulangan lagi.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">Thanks God, setelah puas ngeliatin tepakku itu, ternyata Pak Bandhi pergi begitu saja.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">aku benar2 nggak percaya dan langsung mengucap syukur.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">sampai sekarang aku nggak tahu kenapa bisa seperti itu.</span><br /> <span style="font-family:courier new,courier;">apa karena Pak Bandhi kasihan sama aku atau cuma keberuntunganku saja.</span></p>
<p> </font></p>
<p style="clear:both;"><!-- --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/nyontek-aah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bolos yuk&#8230;!!</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/01/bolos-yuk/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/01/bolos-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 12:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[nostagila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/01/06/bolos-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira ada nggak ya pelajar or mahasiswa yang nggak pernah bolos sekolah/kuliah?Jujur, kalo aku sendiri mulai dari SD sampe SMA nggak punya memori tentang bolos-membolos.Satu-satunya memori bolos sekolah yang masih kuingat adalah waktu TK dulu.Serius&#8230;ini nggak bercanda.Aku masih ingat, dulu waktu berangkat ke sekolah bersama Ibu.Sewaktu melewati pintu sekolah, entah mengapa Ibu nggak mengajakku masuk. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><span style="font-family:courier new,courier;">Kira-kira ada nggak ya pelajar or mahasiswa yang nggak pernah bolos sekolah/kuliah?</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Jujur, kalo aku sendiri mulai dari SD sampe SMA nggak punya memori tentang bolos-membolos.</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Satu-satunya memori bolos sekolah yang masih kuingat adalah waktu TK dulu.</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Serius&#8230;ini nggak bercanda.</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Aku masih ingat, dulu waktu berangkat ke sekolah bersama Ibu.</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Sewaktu melewati pintu sekolah, entah mengapa Ibu nggak mengajakku masuk. </span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Beliau terus saja berjalan dan berkata padaku: &#8220;Kita nyusul Bapak ke Surabaya aja ya&#8230;?&#8221;</span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Secara aku masih imut dan lucu, tentu saja aku nurut. Bapak memang kerja di luar kota dan pulang dua minggu sekali. Yang juga masih kuingat, aku mabuk dan muntah2 pas naik bus. </span><br /><span style="font-family:courier new,courier;">Mungkin karena kualat ama guru TK-ku, hingga sekarang aku suka ngalamin mabuk perjalanan bila naik bus. (nggak ada hubungannya ya&#8230;?)</span></p>
<p><span style="font-family:courier new,courier;">Kalo sekarang sih, aku belum pernah bolos kerja. Kalopun terpaksa nggak masuk, itu juga karena sakit atau ada keperluan keluarga. Lagian juga mau bolos ama siapa. Atau ada yang mau nemenin bolos&#8230;?</p>
<p>*Bu, maafin anakmu udah mbuka aib keluarga he he he<br />
</span><br /></font></p>
<p style="clear:both;"><!-- --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/01/bolos-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
