<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com &#187; resensi</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/category/resensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 04:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>The Devil Wears Prada &#8211; Bos Perfeksionis Nan Kejam</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 10:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[the devil wears prada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[
Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.
Selain bos yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/the-devil-wears-prada-220x300.jpg" alt="the-devil-wears-prada" title="the-devil-wears-prada" width="220" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-317" /></p>
<p>Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.<br />
Selain bos yang kejam, Andrea juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang jauh bertolak belakang dengan dirinya selama ini. Para karyawan Runway mayoritas adalah gadis-gadis bertubuh kurus, tinggi dan selalu up to date dengan trend fashion.  Bahkan Emily, asisten pertama Miranda, rela diet mati-matian agar terpilih mendampingi Miranda menghadiri acara fashion di Paris.  Andrea awalnya mencoba untuk cuek meski selalu jadi bahan cemoohan karyawan yang lain gara-gara penampilannya yang tidak fashionable. Dia ingin menunjukkan pada Miranda dan semuanya bahwa kualitas kerja dan otaklah yang penting, bukan sekedar penampilan luar saja.<br />
Namun sayangnya, kinerja Andrea tetap tidak ada artinya di mata Miranda. Dia mengritik habis-habisan Andrea hingga membuatnya menangis.  Atas bantuan Nigel,  Andrea kemudian merubah penampilan, perilaku dan kebiasaannya agar lebih bisa diterima di Runway.<br />
Usaha Andrea tidak sia-sia, penampilan barunya mendapat pujian termasuk dari Miranda. Bahkan semakin hari kinerja Andrea semakin memuaskan di mata Miranda. Tapi tanpa disadari, tuntutan kerja yang begitu tinggi dan lingkup pergaulan telah berpengaruh pada diri Andrea. Hal ini berimbas pada hubungannya dengan sang pacar, Nate, teman-teman dan keluarganya. Pada akhirnya Andrea dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit, antara karier dan kehidupan pribadinya.</p>
<p>                                                    &#8212;</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/devilwearsprada_scene1.jpg" alt="devilwearsprada_scene1" title="devilwearsprada_scene1" width="250" height="165" class="alignleft size-full wp-image-316" /></p>
<p>Sudah lama banget penasaran sama film ini, untunglah kemarin Global TV berbaik hati nayangin hari sabtu kemarin. Dari judulnya aja udah menarik banget, Setan dari neraka tingkat berapa yang begitu fashionable hingga memakai merk terkenal dari Italia tersebut.  Nama Meryl Streep dan Anne Hathaway menjadi jaminan mutu kualitas akting yang prima. Meryl Streep tampil begitu anggun, elegan namun juga dingin dan sadis sebagai bos kejam di Runway. Kemampuan Anne Hathaway memerankan itik buruk rupa yang bertransformasi menjadi angsa cantik nggak usah diragukan lagi, tapi memang di sini perubahannya tidak sedrastis tokoh Mia di Princess Diaries.<br />
Pesan moral yang aku dapatkan dari film ini adalah menjadi diri sendiri bagaimanapun juga tetaplah pilihan yang terbaik. Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja memang harus, entah itu penampilan ataupun kebiasan namun jangan sampai hal itu merubah kepribadian kita.<br />
Karier memang penting tapi bukan segalanya, jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri hanya karena ambisi meraih karier yang sukses.  Apalagi kalau sampai harus mengorbankan orang-orang tercinta dan teman kerja kita, nggak sepadan deh dengan hasil yang kita dapatkan. Apalah arti kesuksesan kalau kita harus hidup dalam kepalsuan dan kesendirian seperti Miranda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi-Mimpi Anak Belitong</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.
Oke, udah cukup intermezonya. lets [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/pemimpi.jpg" alt="pemimpi" title="pemimpi" width="422" height="604" class="alignleft size-full wp-image-311" /></p>
<p>Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.</p>
<p>Oke, udah cukup intermezonya. lets talk about the movie.</p>
<p>Pas aku masuk studio, filmnya udah nyampe di adegan Ikal dewasa yang lagi ngomongin sepupunya, Arai, yang tiba-tiba hilang entah ke mana. Ikal merasa sudah &#8216;ditipu&#8217; oleh Arai dengan impian tinggi mereka untuk bisa kuliah di Sorbone. Penonton kemudian dibawa mundur ke tahun 1985,masa di mana Ikal menempuh pendidikan SMA bersama Arai dan Jimbron di Manggar.</p>
<p>Arai sendiri sebenarnya hanyalah sepupu jauh Ikal. Di usianya yang masih belia harus menerima takdir untuk hidup sebatang kara,dalam budaya Melayu disebut sebagai Simpai Keramat. Meskipun begitu, Arai tidak pernah kehilangan semangat hidupnya. Malahan Ikal yang sebelumnya masih dirundung kesedihan karena kehilangan Lintang, sahabat sekaligus sumber inspirasinya,menjadi terhibur dan ceriakembali semenjak kehadiran Arai. Jimbron sendiri setalitiga uang dengan Arai. Ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung di depan mata kepalanya sendiri dan sejak saat itu dia menjadi gagap.Untungnya ada Pendeta Geovanny yang merawat dan membesarkannya.</p>
<p>Karena di Belitong belum ada sekolah setingkat SMA, maka Ikal, Arai dan Jimbron un harus melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Manggar. Walaupun lepas dari pengawasan orangtua, namun mereka tetap belajar dengan rajin. Tak hanya itu, demi mewujudkan impian mereka untuk kuliah di Jakarta, mereka bekerja serabutan sehabispulang sekolah.<br />
Layaknya para remaja yang masih labil dan mencari jati diri,ada kalanya mereka melakukan kenakalan yang membuat Pak Mustar, sang kepala sekolah berang setengah mati. Ada saja ulah mereka,mulai kabur dari sekolah hingga nekat menonton film panas di bioskop. Pak Mustar memang dikenal galak dan keras dalammendidik para murid.<br />
Untunglah ada Pak Ichsan Balia, guru muda yang menjadi idola para murid karena cara mengajarnya yang menyenangkan dan selalu memberi semangat untuk menggantungkan mimpi setinggi mungkin.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/sang-pemimpin051.jpg" alt="sang-pemimpin05[1]" title="sang-pemimpin05[1]" width="320" height="260" class="alignleft size-full wp-image-313" /></p>
<p>Seperti halnya Laskar Pelangi, film ini memberikan begitu banyak inspirasi dan pelajaran hidup yang sangat berharga. Aku salut banget sama Ikal, Arai dan Jimbron yang tetap semangat belajar walau hidup dalam keterbatasan. Aku nggak bisa bayangin apakah bisa survive kalau harus mengalami nasib seperti mereka. Mereka bahkan ‘berani’ bermimpi untuk menuntut ilmu hingga ke Sorbone. Sebuah mimpi yang mungkin terdengat sangat naif dan nggak realitis banget. Pelajaran tentang toleransi antar umat beragama ditunjukkan oleh Pendeta Geovanny yang tetap menyuruh Jimbron taat menjalan agama Islam.</p>
<p>Kalau dari segi kualitas akting para pemainnya cukup memuaskan, terutama Achmad Saifullah. Dia nampak natural banget ngebawain karakter Arai yang penuh mimpi, cerdas tapi juga sedikit tengil. Vikri Setiawan juga oke, dia bisa nampilin emosi seorang Ikal yang masih bimbang antara menggapai mimpi yang begitu tinggi dan realistis dengan keadaannya yang serba terbatas. Kalau Azwir Fitrianto masih kurang culun dan lepas aja meranin si Jimbron. Gagapnya kurang natural. Ya nggak harus segagap si Azis Gagap sih he3, coba naikkin dikit gagapnya pasti lebih oke.<br />
Lukman Sardi, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka masih dengan kualitas akting yang cukup prima. Tapi kalo boleh jujur, sejak Laskar Pelangi menurutku kurang pas aja kalau Ikal dewasa diperankan sama Lukman Sardi. Face-nya nggak sesuai bayanganku, agak ketuaan dan kurang Melayu. Ariel dan Nugie tampil cukup meyakinkan di debut akting pertamanya. Mereka bisa melepas sejenak kharisma sebagai anak band.</p>
<p>Minus yang cukup disayangkan adalah soundtrack yang kurang greget. Jujur, aku nggak bisa dapet feel dan semangat seperti yang berhasi ditularin sama Nidji di Laskar Pelangi. Untungnya ada aksi yang cukup menghibur dari Jay Widjayanto sebagai Bang Zaitun, penyanyi Melayu beristri empat dan Arai saat menyanyi di depan kamar gadis pujaannya Zakiah Nurmala. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelami Dunia Gambir (Pintu Terlarang)</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[personality]]></category>
		<category><![CDATA[schizophrenia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[
Sebenarnya aku sudah lama tertarik pengin melihat film dan membaca novelnya sekaligus. Yang pertama bikin tertarik sih karena filmnya disutradarai Joko Anwar, siapa sih yang nggak kenal dia. Kemampuannya sebagai seorang sutradara nggak perlu diragukan lagi, aktingnya juga oke (di film Babi Buta yang Ingin Terbang) trus..masih inget dong ya dengan aksi gilanya bertelenji ria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/11/akoer_pintu-terlarang.gif" alt="akoer_pintu-terlarang" title="akoer_pintu-terlarang" width="125" height="180" class="alignright size-full wp-image-300" /></p>
<p>Sebenarnya aku sudah lama tertarik pengin melihat film dan membaca novelnya sekaligus. Yang pertama bikin tertarik sih karena filmnya disutradarai Joko Anwar, siapa sih yang nggak kenal dia. Kemampuannya sebagai seorang sutradara nggak perlu diragukan lagi, aktingnya juga oke (di film Babi Buta yang Ingin Terbang) trus..masih inget dong ya dengan aksi gilanya bertelenji ria dia Circle K. Trus yang kedua, pemeran utamanya adalah pasangan Fachri Albar dan Marsha Timoty. Suka aja liatnya, sama-sama cakep dan serasi. Otomatis saat membaca novel ini aku membayangkan mereka berdua.</p>
<p>Oke, mari kita mulai memasuki sketsa yang pertama, yaitu dunia Gambir. Gambir adalah seorang pematung yang baru saja mengadakan pameran perdananya yang bertajuk Maternal Moods. Pameran Gambir sukses besar, patung-patung wanita hamil ciptaannya mendapat apresiasi yang tinggi dan dibeli dengan harga yang mahal. Kesuksesan Gambir tak lepas dari dukungan dan sumber inspirasi sang istri, Talyda. Talyda sendiri seorang wanita cantik, cerdas dan perfeksionis, dia mewarisi sebuah perusahaan periklanan Admagic dari mendiang papanya. Sayangnya ada yang kurang dari rumah tangga Gambir-Talyda, yaitu belum hadirnya seorang anak. Talyda memang tidak ingin mempunyai anak, karena baginya mengandung dan merawat bayi hanya akan menyusahkan dan menghalangi laju karirnya. Padahal ibu Gambir sudah lama ingin menimang cucu darinya.</p>
<p>Di sketsa kehidupan kedua, ada seorang anak umur sembilan tahun yang menjadi korban domestic violence yang dilakukan kedua orang tua kandungnya sendiri. Tiap akhir pekan dia selalu mendapat penyiksaan baik fisik maupun mental.</p>
<p>Sketsa yang terakhir menghadirkan Pusparanti, wartawati majalah Em, sebuah majalah terbitan ibukota yang mempunyai oplah cukup tinggi. Dia sedang melakukan penelitian tentang seorang lelaki yang di masa kecilnya menjadi korban domestic violence juga. Jalinan asmaranya dengan Dion, seorang fotografer yang duda beranak satu tak mendapat persetujuan dari ibu tercintanya.</p>
<p>Ketiga sketsa ini dihadirkan secara bergantian, yang paling menarik adalah sketsa Gambir karena terasa lebih hidup dan menantang, apalagi di sana terkuak apa gerangan yang membuat patung-patung buatan Gambir nampak hidup dan bernyawa. Aku agak malas jika gilirannya sketsa si anak umur sembilan tahun, soalnya nggak habis pikir aja kok ada sih orang tua yang sekejam itu sama anak kandungnya. Sketsa Ranti, pada awalnya terasa datar dan sedikit membosankan tapi memberikan twist yang cukup mengejutkan di akhir cerita.</p>
<p>Dari semua novel Sekar Ayu Asmara yang pernah kubaca, kayaknya ini yang paling bagus. Beliau tetap dengan ciri khasnya tersendiri, yaitu menggarap tema penyakit-peyakit jiwa yang sangat menarik namun agak kurang komersil. Gaya penulisannya yang puitis dan suka memakai kata-kata yang tak lazim digunakan tidak terlalu banyak di sini. Yang paling menonjol adalah pengulangan beberapa paragraf yang secara tidak langsung seperti memberikan sugesti pada pembacanya. Sugesti yang paling ngena adalah miliknya Talyda: Kesempurnaan bukanlah bintang yang niscaya gemintang di pundak malam. Kesempurnaan tidak terjadi begitu saja. Kesempurnaan haruslah diupayakan.</p>
<p>Hmmm…jadi makin pengin neh liat filmnya, pasti nggak kalah menarik. Tadi sempet gugling resensinya, tentu aja ada perbedaan jalan cerita karena memang Sekar Ayu Asmara sendiri memberikan kebebasan sepenuhnya pada Joko Anwar dalam menginterprestasikan novelnya ke dalam film.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta Lagi</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[
Buku ini berisi tentang cerita di balik lirik lagu-lagu yang ditulis Wieke Gur. Wieke Gur, siapa tuh? Juju saja, sebagai generasi muda nan imud (hoeks cuiih) aku sama sekali belum pernah denger yang namanya Wieke Gur. Lagu-lagunya pun aku juga nggak pernah denger.
Di sampul belakangnya ditulis bahwa Wieke Gur sudah berkiprah di dunia musik, dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/11/jatuh2.jpg" alt="jatuh2" title="jatuh2" width="200" height="305" class="alignright size-full wp-image-291" /></p>
<p>Buku ini berisi tentang cerita di balik lirik lagu-lagu yang ditulis Wieke Gur. Wieke Gur, siapa tuh? Juju saja, sebagai generasi muda nan imud (hoeks cuiih) aku sama sekali belum pernah denger yang namanya Wieke Gur. Lagu-lagunya pun aku juga nggak pernah denger.</p>
<p>Di sampul belakangnya ditulis bahwa Wieke Gur sudah berkiprah di dunia musik, dalam hal ini penulisan lirik, selama lebih dari 20 tahun dan membuat beberapa lagu menjadi abadi. Weks, kemana aja gue selama ini? Sebagai orang yang mengaku cinta musik (tapi ironisnya nggak bisa main satu pun alat musik) tentu saja aku jadi merasa penasaran dan pengin tahu isi buku ini.</p>
<p>Ternyata oh ternyata, Wieke Gur merupakan partner kolaborasi dari Elfa Secioria dalam menciptakan lagu. Bang Elfa yang menciptakan musiknya sedangkan Mbak Wieke yang menulis liriknya.</p>
<p>Di dalam buku behind the song ini diulas sekitar 54 lagu, baik itu dari cerita-cerita yang melatar belakanginya maupun tujuan lagu itu diciptakan. Kebanyakan merupakan hasil pengamatan sang penulis atas peristiwa-peristiwa yang dia temui di luar sana, jarang banget yang merupakan pengalaman pribadi sang penulis. Sebagian lagu-lagu di buku ini sengaja diciptakan untuk diikutkan dalam festival musik di luar negeri dan hasilnya tidak mengecewakan, sebagian besar berhasil menjadi jawara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.</p>
<p>Emang keliatan banget ya perbedaan antara lagu-lagu jaman dulu dan sekarang, terutama pada lirik-liriknya. Lagu jaman dulu liriknya cenderung puitis dan agak mikir untuk mencerna arti di balik lagu tersebut. Nggak kayak lagu jaman sekarang yang blak-blakan, lugas dan langsung to the point. Yang norak dan malu-maluin liriknya nggak masuk hitungan ya he3. Dari semua lagu Wieke Gur yang banyak itu, hanya ada dua yang kukenali yaitu lagu Raihlah Kemenangan dan Pesta.</p>
<p>Dilihat dari rentang waktu lagu-lagunya, buku ini cocok banget buat generasi era 80-90an yang pastinya familiar dengan lagu-lagu ciptaan Wieke Gur. Yaa, semacam nostagila masa-masa remaja lah. Tapi juga nggak menutup kemungkinan bagi generasi muda untuk menikmatinya sekaligus sebagai media bagi yang ingin belajar menulis lirik lagu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlayar di atas Perahu Kertas</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/10/berlayar-di-atas-perahu-kertas/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/10/berlayar-di-atas-perahu-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 06:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[
Perahu Kertas bercerita tentang kisah cinta dua Agen Neptunus bernama Kugy dan Keenan. Kugy, seorang cewek cantik, mungil, berdaya imajinasi tingkat tinggi namun berantakan. Keenan, seorang cowok indo, tampan, cerdas dan dengan keajaiban tangannya mampu menciptakan lukisan-lukisan yang magis.
Kugy sejak kecil mempunyai cita-cita menjadi seorang Juru Dongeng, semua hal dia lakukan demi mewujudkanya. Keenan sendiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Perahu Kertas bercerita tentang kisah cinta dua Agen Neptunus bernama Kugy dan Keenan. Kugy, seorang cewek cantik, mungil, berdaya imajinasi tingkat tinggi namun berantakan. Keenan, seorang cowok indo, tampan, cerdas dan dengan keajaiban tangannya mampu menciptakan lukisan-lukisan yang magis.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Kugy sejak kecil mempunyai cita-cita menjadi seorang Juru Dongeng, semua hal dia lakukan demi mewujudkanya. Keenan sendiri mewarisi bakat melukis dari ibunya dan kelak ingin menyerahkan hidup sepenuhnya untuk melukis. Namun sayang jalan menuju cita-cita itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Kugy berusaha realistis jika profesi Juru Dongeng belum mampu dijadikan sebagai sandaran hidup, sedangkan Keenan harus menghadapi pertentangan dari Papanya yang seolah ingin memusnahkan bakat di dalam dirinya tersebut. Haruskah mereka mengorbankan cita-cita bahkan jati diri mereka sendiri?</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Mereka berdua akhirnya saling membantu dan menguatkan hingga tanpa mereka sadari tumbuhlah benih-benih cinta di antara mereka berdua. Namun sayang Kugy telah memiliki Ojos, sehingga dengan terpaksa keduanya memendam rasa cinta itu.<img class="size-full wp-image-8 alignright" title="11134-perahu_kertas" src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/10/11134-perahu_kertas.jpg" alt="11134-perahu_kertas" width="264" height="264" /></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Meski Dee memulai kisah Kugy dan Keenan dari usia mereka ketika masih baru saja lulus SMA, namun sejak awal aku yakin bahwa novel Dee nggak akan jatuh menjadi novel percintaan remaja yang mendayu-dayu dan lebay. Perahu Kertas memang bukan kisah cinta yang biasa, di dalamnya kita akan dibuat tersenyum hingga tertawa oleh humor yang nggak murahan. Senang hingga gembira banget dengan hal-hal kecil yang nampak sederhana dan sepele sekali. Terharu hingga meneteskan air mata demi menyaksikan kesedihan dan pengorbanan para tokohnya demi orang-orang yang mereka cintai. Hebatnya lagi, Dee tidak membutuhkan kisah yang tragis dan dramatis untuk melakukan semua itu.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Menaiki Perahu Kertas kita akan mendapatkan banyak pelajaran hidup. Bahwa terkadang kita harus rela menjadi seseorang yang bukan diri kita dulu, untuk akhirnya menjadi diri kita yang asli. Ungkapan ini begitu mengena buat diriku pribadi karena sesuai dengan apa yang pernah kualami. Apa yang dirasakan Kugy juga aku rasakan, bahwa sampai sekarang aku masih belum bisa menggantungkan hidupku sepenuhnya pada menulis. Untungnya aku bekerja pada bidang yang masih berkaitan dengan dunia buku sehingga aku tidak putus sepenuhnya dari dunia tulis-menulis hanya demi mencari sesuap nasi dan segenggam berlian. Mulai lebay deh bahasanya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Pelajaran yang lainnya dan lagi-lagi sangat mengena buatku pribadi adalah Cinta Itu Melepaskan Bukan Mengekang. Meski pada akhirnya Kugy dan Keenan mengetahui bahwa mereka saling mencintai namun mereka memilih untuk saling melepaskan karena tak ingin menyakiti hati pasangan masing-masing.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Setelah membaca novel ini, aku makin bersyukur karena kemarin-kemarin tidak sampai melakukan hal yang bisa menyakiti orang pernah aku sayangi dikarenakan rasa terlukaku yang bermutasi menjadi kebencian. Memang sih, itu bukanlah sesuatu hal yang mudah, melepaskan begitu saja orang yang kita cintai untuk orang lain.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">Namun yakinlah bahwa Hati tidak pernah memilih namun dipilih. Karena jika kita memilih maka kita tidak akan pernah tulus mencinta. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/10/berlayar-di-atas-perahu-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rectoverso</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/03/rectoverso/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/03/rectoverso/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 02:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[












Category:
Books


Genre:
Literature &#38; Fiction


Author:
Dewi Dee Lestari



Salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Dee dan menjadikannya guru menulisku (walaupun nggak secara langsung) adalah cara Dee bercerita yang unik, simple dan to the point. Dee tahu benar bagaimana cara mengaduk-aduk emosi pembaca tanpa harus jatuh ke dalam cerita yang bertele-tele dan cenderung lebay dalam penceritaan.
Nah, di dalam Rectoverso [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="height:24px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="474">
<tbody>
<tr>
<td class="icon" width="16"><img title="Review" src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" width="24" height="24" /><img title="Review" src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" width="24" height="24" /><img title="Review" src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" width="24" height="24" /><img title="Review" src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" width="24" height="24" /><img title="Review" src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" width="24" height="24" /></td>
<td class="cattitle"></td>
<td class="itemsubsub"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SbsNuwoKCscAAA@6RjI1/dee-rectoverso-sentuh-hati-dari-dua-sisi.jpg?et=Gdx26jPxeRpvtcqcVlKG4w&amp;nmid=218701089" border="0" alt="" width="300" height="296" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Books</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Literature &amp; Fiction</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Author:</td>
<td>Dewi Dee Lestari</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Salah satu alasan kenapa aku sangat mengidolakan Dee dan menjadikannya guru menulisku (walaupun nggak secara langsung) adalah cara Dee bercerita yang unik, simple dan to the point. Dee tahu benar bagaimana cara mengaduk-aduk emosi pembaca tanpa harus jatuh ke dalam cerita yang bertele-tele dan cenderung lebay dalam penceritaan.</p>
<p>Nah, di dalam Rectoverso inilah Dee membuktikan lagi kehebatannya itu. Sebelas kisah yang disajikan dalam buku berkemasan luks ini boleh dibilang temanya sederhana, bahkan mungkin sudah sering diangkat oleh penulis lain. Namun cara Dee mengemas dan menyajikannya beda banget, liat saja cerita tentang kedahsyatan cinta seseorang yang terbelakang secara mental dalam Malaikat Juga Tahu, cinta yang terpendam dalam Cicak di Dinding, perpisahan dalam Aku Ada, Peluk dan Firasat, wanita karier yang kehilangan quality time dengan keluarganya dalam Tidur.</p>
<p>Dari semua kisah itu yang menjadi favoritku adalah Curhat Buat Sahabat soalnya nasib sang tokoh dalam cerita itu agak-agak mirip denganku he3. Aku suka banget kalimat penutupnya: “Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti. Segelas air putih.” Ciee curhat colongan neh ceritanya.</p>
<p>Buat pembaca yang menyenangi deskripsi yang begitu detail dan panjang mungkin akan kecewa karena cerpen-cerpen dalam Rectoverso ini ceritanya singkat-singkat, bahkan ada yang hanya dua halaman saja. Jujur , awalnya aku sempat ‘ngambek’ karena ada salah satu cerita yang menurutku bisa lebih di-explore tapi Dee hanya menuliskannya ‘gitu aja’. Sehingga aku nggak dapet feel-nya. Tapi aku lalu sadar bahwa gaya bercerita Dee memang seperti itu. Nggak ada deh, dalam novel-novel Dee, seorang tokoh digambarkan menangis termehek-mehek saat dilanda kesedihan, atau deskripsi tentang suatu tempat yang begitu panjang lebar seperti dalam novel-novel penulis lain (dan menurutku itu malah jadi membosankan.) Dalam salah satu blognya, Dee pernah mengatakan gini: We’re writers, but don’t write’em all down. Trust our readers’ ability to imagine things. And give them some inspiring and convincing description, bukan sekadar deskripsi harfiah akibat malas mikir. Setuju banget tuh!</p>
<p>Dari segi kemasan, Rectoverso tampil begitu lux dan nge-pop banget. Kertasnya aja sama kayak kertas-kertas di buku dongeng terjemahan. Udah gitu, di setiap cerpen disertai foto dan gambar yang mendukung jalan cerita. Bahkan beberapa malah ada yang satu halaman full tuh berupa foto atau gambar. Sumpah, aku iri banget tau nggak sih. Aku berharap someday bukuku ada yang bisa kayak gitu, amiiin.</p>
<p>For the last, dengan sebelas cerita yang singkat namun penuh makna dan kemasannya yang lux itu (ada bonus stikernya lagi), menurutku worth it lah dengan harganya yang buatku cukup menguras kantong agak dalam he3. Konsekuensinya, dengan berat hati aku katakan pada temen-temenku di dunia nyata, kalau aku nggak bakalan minjemin neh novel. Bukannya pelit sih, agak trauma aja soalnya dua novelku baru aja ilang dan aku lupa siapa yang terakhir kali minjem.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/03/rectoverso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Bunting</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/02/bintang-bunting/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/02/bintang-bunting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 11:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[



Category:
Books


Genre:
Mystery &#38; Thrillers


Author:
Valiant Budi



Adalah Audine, seorang wanita yang tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan di dalam hidupnya. Akibatnya dia selalu merasa bingung dan tertekan, apalagi gara-gara kelainannya itu dia sampai harus kehilangan pekerjaannya. Bahkan belakangan ini kehidupan rumah tangganya bersama Adam juga mulai mengalami goncangan. Untunglah ada Raeli, sahabat yang selalu setia mendengarkan curhatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/SYQfhwoKCscAAAIQxyM1/bintang-bunting.jpg?et=IFmAWezIt1Axc9WUzjmgEg&amp;nmid=187202517" border="0" alt="" width="204" height="300" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Books</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Mystery &amp; Thrillers</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Author:</td>
<td>Valiant Budi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div id="item_body" class="bodytext">Adalah Audine, seorang wanita yang tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan di dalam hidupnya. Akibatnya dia selalu merasa bingung dan tertekan, apalagi gara-gara kelainannya itu dia sampai harus kehilangan pekerjaannya. Bahkan belakangan ini kehidupan rumah tangganya bersama Adam juga mulai mengalami goncangan. Untunglah ada Raeli, sahabat yang selalu setia mendengarkan curhatannya dan Mada, seorang peramal yang membantunya mengatasi kelainannya tersebut.<br />
Untuk bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, Audine akhirnya membuat satu garis penanda manakala mengalami kejadian-kejadian yang aneh.<br />
Seiring dengan kejadian-kejadian aneh yang dialamai Audine, garis penanda itu membentuk gambar sebuah bintang. Bintang demi bintang tergambar namun Audine masih saja belum mampu keluar dari masalahnya. Hingga akhirnya gambar bintang itu menunjukkan suatu kenyataan yang sangat menyakitkan.</p>
<p>Valiant masih menunjukkan kepiawaiannya membuat cerita yang mampu mengecoh pembaca melalui novel keduanya ini. Jalinan cerita di dalam BB (uhm…baru nyadar singkatan BB ini juga pernah dibahas sang penulis di salah satu blognya, tapi beda topik) cukup membuatku penasaran sehingga lembar demi lembar kulalui tanpa terasa membosankan. Valiant bisa mengemas tema yang sebenarnya sudah ‘basi’ menjadi sebuah cerita lebih segar dan menarik.<br />
Yaah, walaupun efeknya masih agak kalah dengan Joker karena kehadiran tokoh Raeli beserta ceritanya sendiri yang agak ‘menggeser’ kedudukan Audine sebagai tokoh utama di dalam BB. Cerita tentang seluk-beluk pekerjaan Raeli di salonnya dan diskusi tentang kematian sebenarnya cukup menarik tetapi porsinya yang terlalu banyak bisa membuat pembaca bertanya-tanya, sebenarnya fokus ceritanya tuh siapa?</p>
<p>Yang masih menjadi tanda tanya buatku (juga buat Audine sendiri) kenapa si Mada ampe bela-belain menjadi per**** hanya demi seorang…ups keceplosan, ntar malah jadi spoiler. Apakah karena cinta (nafsu juga kali ya he he he) atau hanya iseng belaka? Mungkin yang bisa menjawabnya hanya si Mada sendiri aka sang penulisnya he he he.</p>
<p>*bagian paling menarik buatku adalah ketika Audine melakukan aksi balas dendamnya, nggak tahu kenapa aku tuh suka banget kalau liat cewek2 berantem dan nunjukkin sisi liarnya.</p>
<p>**lagi-lagi sang fotografer Joseph (tokoh di novel Joker) muncul dan mengambil peran yang nggak bisa diremehin meski kehadirannya hanya sebentar.</p>
<p>*** sok tau gue aja nih, ada beberapa info personal yang berkaitan dengan penulis yang dimasukkan dalam karakter tokoh2nya. misal : Audine yang punya obsesi tinggal di Istanbul, Raeli yang punya kebiasaan mencuci tangan sebanyak 7 kali&#8230;</p>
<p>gambar cover diambil dari : bintangbunting.blogspot.com</p></div>
<div class="bodytext"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/02/bintang-bunting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Edensor</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/02/edensor/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/02/edensor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 09:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2008/02/11/edensor/</guid>
		<description><![CDATA[


Category:
Books


Genre:
Romance


Author:
Andrea Hirata


Bila dibandingkan dengan dua pendahulunya yaitu Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, menurutku novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini lebih ringan dalam bertutur namun isinya tetap sarat makna. Tidak seperti dua novel sebelumnya, di Edensor pembaca disuguhi bab-bab pendek yang mudah sekali untuk diikuti alur ceritanya. I like its.
Ide utama dari novel ini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/R7AT3QoKCrcAAFZYXDM1/ENDENSOR.jpg?et=W%2C2SddtrsX4hdQAEX%2B5Mbg&amp;nmid=81548948" style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" border="0" height="300" width="186" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Books</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Romance</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td>Author:</td>
<td>Andrea Hirata</td>
</tr>
</table>
<div class="bodytext">Bila dibandingkan dengan dua pendahulunya yaitu Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, menurutku novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini lebih ringan dalam bertutur namun isinya tetap sarat makna. Tidak seperti dua novel sebelumnya, di Edensor pembaca disuguhi bab-bab pendek yang mudah sekali untuk diikuti alur ceritanya. I like its.<br />
Ide utama dari novel ini adalah pencapaian mimpi-mimpi dua orang anak Melayu, Ikal dan Arai untuk menjelajahi Eropa dan Afrika. Membaca Edensor kita seperti diajak untuk melancong ke negara-negara di benua Eropa, lengkap dengan berbagai pengalaman unik dan seru di dalamnya. Aku pribadi sudah pernah membaca novel model perjalanan seperti ini, yaitu Supernova: Akar. Jika dibandingkan keduanya, secara geografis pengalaman Ikal lebih banyak dan jauh daripada Bodhi di Supernova. Bodhi diceritakan hanya menjelajah negara-negara di Asia. Tapi jika dari segi deskripsi, Supernova mampu mengungguli Edensor. Aku masih ingat bagaimana detailnya Dee menceritakan saat Bodhi belajar mentato untuk pertama kalinya.<br />
Sejak membaca Sang Pemimpi, sebenarnya ada satu pertanyaan dalam benakku, kenapa jumlah halamannya mengalami penurunan yang cukup drastis? Aku yakin bukan karena Mas Andrea Hirata kehabisan bahan cerita namun mungkin karena kurang menggalih lebih dalam pengalaman hidupnya seperti di novel pertama.<br />
Paragraf yang paling berkesan bagiku adalah saat Ikal mencurahkan perasaannya bekerja di kantor pos.<br />
<b>Semakin lama semakin bekurang tantangannya. Pekerjaan itu tidak memberiku kelimpahan, tapi memberi keamanan finansial dan kehidupan yang itu-itu saja, demikian gampang diramalkan kesudahannya. Aku terjamin secara sederhana, terlindung oleh sistem, stabil secara psikologis, mapan secara sosial dan semua itu membuatku bosan.</b><br />
Boleh dibilang itu juga yang terjadi pada diriku saat ini tapi aku nggak punya keberanian seperti Ikal untuk keluar dari rutinitas yang membosankan dan mencari pengalaman yang seru di luar sana.<br />
Yang juga membuatku senang setelah membaca Edensor adalah akhirnya aku tahu kenapa seorang anak Melayu bisa punya nama ANDREA. Ternyata ‘nyontek’ dari seorang wanita sinting yang ngefans banget ama Elvis Presley bernama Andrea Galliano. Trus nama Hirata sendiri, asalnya darimana ya…?</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/02/edensor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Extra Large</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 09:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Extra Large: Antara Aku Kau dan Mak Erot


Category:
Movies


Genre:
Comedy


Seorang cowok bernama Deny (Jamie Aditya) dipaksa kawin dengan seorang cewek bernama Vicky (Dewi Sandra) yang hamil karena pergaulan bebas. (Begonya adalah si Vicky ini kan profesinya dokter, harusnya dia tahu dunk gimana caranya eM-eL tanpa harus kebobolan.) Tapi Deny kebat-kebit karena si Vicky ini ternyata HiperSex sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nawhi.multiply.com/reviews/item/17" rel="bookmark">Extra Large: Antara Aku Kau dan Mak Erot</a><img src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/R7AVaQoKCrcAAHYec0k1/film18081.jpg?et=%2BSGxgsCbAKriZEQz0Hfw3w&amp;nmid=81549693" style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" border="0" height="200" width="140" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Movies</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Comedy</td>
</tr>
</table>
<p>Seorang cowok bernama Deny (Jamie Aditya) dipaksa kawin dengan seorang cewek bernama Vicky (Dewi Sandra) yang hamil karena pergaulan bebas. (Begonya adalah si Vicky ini kan profesinya dokter, harusnya dia tahu dunk gimana caranya eM-eL tanpa harus kebobolan.) Tapi Deny kebat-kebit karena si Vicky ini ternyata HiperSex sedangkan dia sendiri belum pernah eM-eL dan parahnya lagi punya ‘onderdil’ yang kecil, kecil bin imut gitu deh. Nggak disebutin sekecil apa, sekecil cabe kali he3.<br />
Deny sendiri mau kawin dengan Vicky karena terhimpit masalah ekonomi, ibunya sudah dua kali kena stroke dan butuh pengobatan yang mahal. Dengan dibantu dua sohibnya, Juno dan Stevan, Deny lalu mulai meng-up-grade dirinya agar nanti bisa memuaskan Vicky di ranjang. Dimulai dari mendatangi Mak Siat (Sarah Sechan) yang mengaku sebagai cucu ke delapan dari Mak Erot, untuk menyulap ‘onderdilnya’ menjadi lebih perkasa. Setelah dari Mak Siat, mereka bertiga mendatangi lokalisasi Maduma (kok mirip ama nama belakang penyanyi di Mendadak Dangdut ya) dan menyewa seorang pecun bernama Intan (Francine Rosenda-bintang utama Pocong 3) selama sebulan untuk ‘melatih’ Deny di atas ranjang. Mereka berdua lalu tinggal di sebuah rumah yang disewakan oleh Juno. Ternyata si Intan ini bukan sembarang pecun, selain cantik dia juga baik hati, rajin bersihin rumah dan pinter masak. Masalah timbul ketika Deny akhirnya malah jatuh cinta beneran sama Intan dan rencana pernikahannya dengan Vicky akhirnya batal. Udah gitu aja, tamat deh filmnya.<br />
Jujur aja, aku sama temen2ku ngerasa ketipu liat film ini cos di posternya tuh keliatannya lucu banget. Tapi setelah kami menonton hampir 30 menit sama sekali nggak ada banyolan yang bikin kami ketawa ngakak atau gimana gitu, jayus abis deh pokoknya. Pantesan di poster filmnya tuh penuh dengan narasi2 sok konyol yang rupanya merupakan bentuk ketidakpedean dari sang sutradara sendiri akan filmnya tersebut. Kalau emang filmnya lucu dan bisa memancing tawa, harusnya kan Mas Monty Tiwa (sok akrab banget gue) nggak perlu repot2 ngasih narasi agar filmnya menarik perhatian. Ambillah contoh Jomblo atau Get Married, poster filmnya simple tetapi ngena banget.<br />
Untungnya masih ada Sarah Sechan yang lumayan juga aktingnya sebagai Mak Siat walaupun masih nggak mampu menghapus kekecewaanku karena telah membuang2 waktuku selama dua jam lebih di bioskop. Mungkin Mas Monty pengin membuat film humor yang sedikit ‘berkelas’ ala Hollywood. Jadi bukan hanya sekedar humor slapstik, melainkan mengajak penonton berpikir sedikit dahulu baru kemudian ketawa. Tapi sayangnya malah bikin film ini nggak jelas mau dibawa kemana, mau humor ataukah serius?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 11:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[agamis]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2008/01/25/ayat-ayat-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku mendengar tentang novel Ayat2 Cinta dan semuanya mengatakan bahwa novel ini buagus banget. Akhirnya kemarin dapet kesempatan untuk membuktikannya.
Tapi sayangnya aku agak kecewa karena kesan yang kudapat setelah membaca novel ini tidak seperti yang digembar-gemborkan orang2 selama ini.
Kalau dari segi dakwah menurutku cukup berhasil, kita nggak merasa diceramahin. Buat yang haus akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku mendengar tentang novel Ayat2 Cinta dan semuanya mengatakan bahwa novel ini buagus banget. Akhirnya kemarin dapet kesempatan untuk membuktikannya.<br />
Tapi sayangnya aku agak kecewa karena kesan yang kudapat setelah membaca novel ini tidak seperti yang digembar-gemborkan orang2 selama ini.</p>
<p>Kalau dari segi dakwah menurutku cukup berhasil, kita nggak merasa diceramahin. Buat yang haus akan nilai2 Islami pasti akan mengena banget tapi jujur kalau buat aku pribadi sih biasa2 aja karena sudah pernah membaca hadist2 yang dicantumkan di sana.</p>
<p>Kalau dari segi penokohan menurutku kurang realistis aja karena Fahri digambarkan begitu sempurna, too good to be true&#8230;<br />
Buat aku pribadi, ketika aku membaca sebuah novel aku berharap bisa merasa dekat dengan tokoh2 di dalamnya sehingga cerita yang disampaikan bisa membuatku terkesan. Sayangnya, aku nggak bisa merasakan hal itu dari novel Ayat2 Cinta.<br />
Buat yang udah baca buku Fenomena Ayat-Ayat Cinta, mohon dijelaskan dunk apa alasan Kang Abik membuat Fahri begitu sempurna?</p>
<p>Trus juga jalan ceritanya tuh kok Cinderella story banget (maafin saya ya Kang Abik he3), dari seorang anak miskin penjual tape mendapatkan istri bule yang kaya raya. Udah gitu disukai oleh 4 wanita sekaligus (cantik2 semua lagi!), benar2 sebuah cerita yang diimpikan semua cowok.</p>
<p>Walaupun begitu aku tetap salut dan angkat topi setinggi2nya untuk Kang Abik karena sudah berhasil membuat cerita Islami yang best seller.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
