<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com &#187; lifestyle</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/category/shopping/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 04:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>softdrink feat susu</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini lagi demen minum softdrink campur sama susu. Awalnya sih ikut-ikutan temen yang suka bikin Mega Mendung, udah pada tahu kan minuman apa yang aku maksud?
Beneran nggak tahu? Duh, kemana aja sih lo selama ini he3
Itu tuh, Co..ups nggak boleh sebutin merk yak? Aah biarin wes. Mega Mendung itu campuran Coca Cola sama susu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini lagi demen minum softdrink campur sama susu. Awalnya sih ikut-ikutan temen yang suka bikin Mega Mendung, udah pada tahu kan minuman apa yang aku maksud?</p>
<p>Beneran nggak tahu? Duh, kemana aja sih lo selama ini he3</p>
<p>Itu tuh, Co..ups nggak boleh sebutin merk yak? Aah biarin wes. Mega Mendung itu campuran Coca Cola sama susu. Tentu saja susu yang dipake adalah susu putih yang kental dan manis. Kalau pake susu coklat ntar bukan Mega Mendung namanya, tapi Mega Mustika ha ha ha itu mah nama penyanyi dangdut era 80an. Trus kenapa kok yang dipake susu kental yang manis? Tentu saja biar rasanya manis he he he jawaban yang ga berkualitas banget.</p>
<p>Cara bikinnya gampang banget. Yang pertama-tama adalah beli dulu Coke sama Susunya. Dianjurkan membeli pake uang ndiri, jangan minjem apalagi ngutil karena itu akan berpengaruh pada hasil akhir.</p>
<p>Yang kedua, ambil gelas ukuran besar dan sendok untuk mengaduk. Tuangin dulu susu ke dalam gelas, untuk takarannya tergantung selera. Tapi kalau punya bakat tulang keropos, mending  dibanyakkin aja susunya. Setelah itu, tuangin Coca-nya dan aduk pelan-pelan biar mencampur dengan sempurna dan busanya nggak sampe meluber keluar gelas.</p>
<p>Aku sendiri nggak tahu kenapa kok dinamain Mega Mendung, padahal kan mendung tuh warnanya abu-abu bukan coklat muda. Mungkin karena tampilan atau hasil akhir dari campuran dua jenis minuman itu yang akhirnya menginspirasi orang untuk memberi nama Mega Mendung. Sayang aku nggak sempat motret, pokoknya kalau campurannya sempurna maka di gelas itu nanti yang bagian bawah nampak campuran Coca dan Susunya yang berwarna coklat muda dan di atasnya ada busa yang banyak mirip awan gitu.</p>
<p>Nah, kemarin aku nyoba berkreasi dengan mengganti Coca sama Fanta warna Pink. Tentu aja, hasilnya nggak ada busa-busanya. Kenapa aku jadi suka sama minuman softdrink campur susu ini? Soalnya selama ini kalau minum softdrink tuh selalu ada sedikit feel guilty gitu sama my body, aku dulu udah pernah nulis di blog (hasil copas sih) kalau minum softdrink tuh sebenarnya nggak menghilangkan rasa haus tapi malah mengurangi jumlah kadar air dalam tubuh kita. Makanya aku udah lama mengurangi konsumsi softdrink, walaupun kadang suka ngiler sih kalau liat orang minum di sampingku. Nah dengan mencampurnya dengan susu, setidaknya kan tubuhku juga dapet efek samping yang positif yaitu dapet asupan kalsium he3.</p>
<p>Kalau MP&#8217;ers sendiri, punya minuman favorit apa? Bagi -bagi di sini dunk, siapa tahu ada yang unik kan bisa dicoba tuh di rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Cast of Avatar: The Last Airbender Movie</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 05:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[avatarthelastairbender]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.
Berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.<br />
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.</p>
<p>Berikut ini deretan castingnya:</p>
<p>Sang Avatar, Aang diperanin oleh Noah Ringer, Pangeran Kerajaan Api, Zuko diperanin si Bintang Slumdog Millionaire Dev Patel , trus Katara Sang Pengendali Air diperanin sama Nicola Peltz. Lalu sodaranya, Sokka diperanin sama Jackson Rathbone. Dari keempat cast itu yang aku tahu ya hanya si Dev Patel, yang lainnya ga tahu sama sekali.  Si Jackson Rathbone main di New Moon sih tapi secara aku kan bukan fans-nya Twiligth jadi ya harap maklum kalau nggak tahu he3.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_casting.jpg" alt="avatar_casting" title="avatar_casting" width="300" height="600" class="alignleft size-full wp-image-305" /></p>
<p>Untuk cast-nya Aang, menurutku cukup pas dan mewakili.  Walaupun kalo dibandingin sama versi kartunnya, si Noah keliatan lebih culun dikit. Sinar matanya kurang hidup gitu, kesannya jadi nggak energik kayak di teve.</p>
<p>Nah, untuk cast-nya Zuko ini yang pas banget.  Liat aja sorot matanya si Dev yang penuh kebencian itu, sama senyumnya yang sedingin es.  Cuman minusnya, di versi kartun itu face-nya Zuko kan Oriental  nah ini ‘melenceng’ jadi India.</p>
<p>Yang paling nggak cocok adalah casting untuk Katara dan Sokka.  Plis deh, dari namanya aja udah keliatan kalo Katara dan Sokka itu berbau-bau Asia tapi kenapa ini pemerannya pada bule semua? Katara versi film terlalu muda, manis dan imut.  Jauh banget sama Katara versi kartun yang dewasa, sedikit tomboy  dan punya fighting spirit. Ngeliat Katara versi Nicola seperti ngeliat Hermione di Harpot, jelas itu beda banget.</p>
<p>Ini neh yang bakal aku hujat habis-habisan. Dari tampangnya aja, Si Jackson ini bener-bener  maksa banget untuk masuk dalam karakter Sokka.  Sokka itu konyol, slengehan, pokoknya cuek abies lah.  Kalo si Jackson ini dari gayanya keliatan kalo dia tipe cowok doyan dandan dan playboy abies. Emang sih di film kartunnya, si Sokka juga diceritain pandai menarik hati lawan jenis tapi bukan karena modal tampang.</p>
<p>Di Barat sendiri, banyak yang kecewa dengan deretan casting Avatar yang nggak sesuai dengan film kartunnya. Walaupun mereka bukan orang Asia, tapi rata-rata mereka ingin casting Avatar disesuaikan dengan culture Asia yang emang kental banget di sana. It is not about race its about being authentic.</p>
<p>Tadi sih sempet liat trailernya <a href="http://www.thelastairbendermovie.com/">di sini</a>, emang oke banget visualisasinya. Sedahsyat di film kartunnya deh pokoknya. Semoga aja akting para pemainnya nanti nggak mengecewakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ouch&#8230;Infection of The Alay</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 19:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[lebay]]></category>
		<category><![CDATA[personality]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Aku pertama kali mengetahui kata Alay dari sebuah tabloid ibukota yang waktu itu membahas tentang fenomena jasa penonton bayaran yang banyak digunakan oleh stasiun televisi swasta dalam acara-acara mereka. Paling banyak sih di acara musik, tujuannya tentu saja untuk memberi kesan ‘ramai dan heboh’ sehingga penonton yang melihatnya di rumah tertarik dan menganggap acara itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku pertama kali mengetahui kata Alay dari sebuah tabloid ibukota yang waktu itu membahas tentang fenomena jasa penonton bayaran yang banyak digunakan oleh stasiun televisi swasta dalam acara-acara mereka. Paling banyak sih di acara musik, tujuannya tentu saja untuk memberi kesan ‘ramai dan heboh’ sehingga penonton yang melihatnya di rumah tertarik dan menganggap acara itu bagus karena banyak orang yang sampe bela-belain untuk nonton langsung di studio atau lokasi acara.</p>
<p><strong>Trus hubungannya sama Alay apa?</strong></p>
<p>Penonton bayaran yang ‘dipake’ stasiun swasta itu rata-rata adalah para Alay-er, bisa dilihat dari tampilan dan style yang menurut mereka gaul dan modis padahal aslinya sih keliatan norak dan nggak jelas banget kiblat fashionnya kemana. Trus juga aksi dan tingkah polah mereka yang heboh banget di televisi, misalnya aja melakukan gerakan-gerakan tangan secara bersamaan, joget-joget heboh sampai ngalah-ngalahin penyanyi sama dancer-nya. Tapi mereka juga nggak bisa disalahin sih karena mereka memang dibayar untuk seperti itu. </p>
<p><strong>Lalu hubungan Alay sama aku apa?</strong></p>
<p>Perlu aku kasih tahu bahwa selama ini jika sedang chatting menggunakan hape aku selalu menyingkat-nyingkat kata yang kutuliskan, tujuannya adalah untuk menghemat tenaga sehingga jari-jemariku nggak sampai keriting karena kebanyakan chatting.<br />
Selama ini sih fine-fine aja dan tidak ada yang protes dengan kebiasaanku itu, biasanya sih teman-temanku udah maklum jika aku mengetiknya disingkat-singkat gitu pasti lagi onlen pake hape.</p>
<p>Sampai kemudian ada temen chatting baru yang seringkali nggak ngerti dengan singkatan yang aku pakai, uhm…sebenarnya sih singkatan yang kupakai masih standart dan umum dipakai di bahasa SMS. Misalnya aja ‘yang’ aku singkat jadi yg, ‘dapat’ jadi dpt, trus ‘nya’ nulisnya X aja.</p>
<p>Tapi temenku ini tetep saja kekeuh nggak mau kalau chattingan dengan gaya tulisan yang menurutnya nyebelin. Trus pernah juga aku ngirimin SMS Selamat Pagi, eh malah dibalasin dengan sebutan Alay. Aku sih nggak ngefek ya dengan balasan SMS-nya itu because for me its not Alay. Dalam persepsiku Alay itu hanya merujuk pada style dan tingkah laku yang kampungan.</p>
<p><strong>And then…</strong></p>
<p>Ada salah satu temen yang memposting sebuah link tentang Alay Generator, dimana kita bisa merubah tulisan kita yang biasa menjadi tulisan Alay. Nah, di situ ada tiga pilihan Alay Style:<br />
1.	Tulisan Disingkat-singkat.<br />
2.	Tulisan Besar Kecil<br />
3.	Tulisan Huruf dan Angka.</p>
<p>Aku langsung ketawa-tawa sendiri dan nggak nyangka gitu bacanya, jadi gaya chattinganku itu termasuk dalam katagori Alay?</p>
<p><strong>Oh My God, drag me to hell aja dah…ha ha ha ha.<br />
</strong></p>
<p>Didorong oleh rasa malu tapi tetep ya masih nggak ikhlas nerima kenyataan itu…halaah lebay banget, akhirnya aku searching everything about Alay. Aku nemuin banyak banget definisi, ciri-ciri sampai kasus Alay paling heboh yang menimpa seorang siswi SMA dari Banyuwangi bernama Ophi A. Bubu. Begitu hebohnya sampai-sampai The Jakarta Post secara khusus membahasnya dalam artikel Messing With Letters.</p>
<p>Di bawah ini adalah salah satu contoh note-nya Ophi:</p>
<p>cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……(Sayang kamu tau sakitnya&#8230;.)<br />
m_tHa apOn YoH…………… (Minta ampun ya)<br />
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo……….(Aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu)<br />
bUD….. (But)<br />
cIa” adJA………………… (Sia sia aja)</p>
<p>Walaupun di situ udah diartikan tapi tetap saja aku pribadi sampai pusing dan mengernyitkan dahi membacanya. Entah style penulis mana yang dia ikutin sampai dia bisa buat tulisan serumit itu hi hi hi</p>
<p>Tapi kasian juga tuh anak karena hanya karena pengin mengekspresikan diri dan terlihat keren dia sampai dihujat habis-habisan di dunia maya sama anak-anak Kaskus bahkan sampai minta maaf segala di FB-nya seakan-akan ke-Alay-annya itu sebuah dosa. Coba deh bayangin kalau kita berada di posisinya, pasti akan sangat merasa stress dan tertekan sekali.</p>
<p>Kalau aku sendiri, awal mula menyingkat-nyingkat tulisan karena dulu seringkali nggak mengerti dengan SMS-SMS yang dikirim oleh beberapa teman yang memakai kata-kata singkatan. Dari situ lah, aku akhirnya belajar mengartikan dan kemudian ikut menggunakannya. Tapi waktu itu belum ada istilah Alay jadi ya fine-fine aja toh. Lagian aku nggak sampe yang mencampur adukkan antara huruf besar kecil dan angka. Trus aku juga tahu kapan waktunya menggunakan singkatan, nggak mungkin banget lah aku menulis blog pake tulisan kayak gitu.</p>
<p><strong>Saraap, aku baru ingat!! </strong></p>
<p>Mantan cewekku juga kalau SMS suka pake gaya tulisan Besar-Kecil kayak si Ophi itu. Dulu aku suka heran dan kagum aja ngeliat gimana fasih dan cepetnya dia mengetik di keypad dengan huruf Besar-Kecil kayak gitu. Pernah aku iseng-iseng nyoba tapi langsung nyerah karena nggak telaten dan capek harus berkali-kali mencet tombol perubah jenis huruf tiap kali mengetik. Lagian style kayak gitu kan identik dengan cewek.</p>
<p>So, kesimpulan dari semua yang udah aku sampaikan di atas adalah virus Alay sangat mudah sekali menular, terutama dalam gaya penulisan. Dan kita biasanya nggak sadar atau pura-pura nggak sadar saat mulai terjangkiti virus Alay.</p>
<p>Aku sendiri mulai sekarang sudah berusaha untuk menulis dengan normal kembali saat chatting. Tapi alasannya bukan karena takut dicap Alay tapi agar lawan chatting-ku mengerti dengan apa yang aku tuliskan.</p>
<p>Trus juga yang terpenting ini, janganlah kita mengolok-olok, menghujat, menjelek-jelekkan bahkan sampai mempermalukan Alayers. Karena aku ngeliat selama ini, seringkali orang-orang sok-sokan dan mudah sekali nge-judge orang lain Alay biar terkesan update dan berkelas. Jangan sampai kita menjadi orang yang suka merendahkan orang lain hanya agar dirinya terlihat lebih tinggi dari orang lain. </p>
<p>Kalau kita nggak suka dengan style dan tingkah laku Alay, keberatan atau pusing dengan gaya tulisannya yang ajaib itu, kasih tahu aja dengan cara yang halus dan nggak menyinggung perasaannya. In case, kita kenal secara personal. Kalau enggak mah, ya nggak usah. Toh itu hidup-hidup dia, terserah dia mau mengekspresikan diri kayak apa sejauh nggak mengganggu kita.</p>
<p>Lagian nggak selamanya lho style tulisan Alay itu berdampak negative, dalam hal pembuatan password kekreatifan mencampurkan huruf dan angka sangat diperlukan sekali. Dan seperti yang aku sebutin di awal tulisanku tadi, pihak televisi membutuhkan Alayers untuk meramaikan acara musik mereka. Lambat laun, fenomena Alay ini akan segera tergantikan oleh fenomena baru lainnya. Sebagaimana halnya Lebay tergusur oleh Alay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka-bukaan Aplikasi Hape</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/buka-bukaan-aplikasi-hape/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/buka-bukaan-aplikasi-hape/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[nimbuzz]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi handphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Nggak terasa udah hampir satu setengah tahun lebih aku memakai hapeku yang sekarang ini. Masih inget banget dulu rasanya seneng banget karena akhirnya bisa memiliki hape dengan fasilitas lumayan lengkap. Secara aku yang orangnya agak-agak narsis maka fasilitas kamera menjadi opsi pertama buatku dalam memilih hape, emang sih hapeku ini kameranya hanya 2 MP tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nggak terasa udah hampir satu setengah tahun lebih aku memakai hapeku yang sekarang ini. Masih inget banget dulu rasanya seneng banget karena akhirnya bisa memiliki hape dengan fasilitas lumayan lengkap. Secara aku yang orangnya agak-agak narsis maka fasilitas kamera menjadi opsi pertama buatku dalam memilih hape, emang sih hapeku ini kameranya hanya 2 MP tapi buatku itu udah cukup bagus. Trus opsi kedua, bisa dipake untuk ngenet. Dulu suka iri kalo YM-an sama temen yang pake hape, duh enak banget sih bisa cetingan tanpa harus pergi jauh-jauh ke warnet. Mana biayanya lebih murah lagi. Opsi ketiga yaitu yang bisa dipake untuk dengerin musik dan radio juga, soalnya dulu MP3 kesayanganku udah agak-agak rewel trus juga daya tahan baterainya pendek banget. Males aja kalo harus sering-sering beli baterai, sebenarnya sih ada baterai rechargeable tapi akunya aja yang males beli he he he.</p>
<p>Nah, memperingati satu setengah tahun hapeku ini (halaah bahasanya kayak penting banget sih orang lain tahu usia hapeku) aku mau buka-bukaan bout aplikasi-aplikasi apa aja yang ada di hape kesayanganku ini. Nggak ada niatan untuk show off kok, hanya pengin sharing pengalaman aja. Siapa tahu nanti bisa tuker-tukeran info aplikasi hape yang oke.</p>
<p><strong>1. Browser</strong><br />
Awalnya sih dulu pakai browser bawaan hape tapi kemudian dikasih tahu temen kerja untuk pake Opera Mini. Dibandingkan browser bawaan hape tentu saja OM jauh-jauh lebih oke, baik dari segi penampilan, kinerja maupun kenyamanan dalam pengoperasiannya. Di hapeku ada 3 jenis OM, yaitu: OM 4.2, OM 5 Beta dan OM Modifikasi. Diantara ketiga itu yang paling sering kupakai adalah OM 4.2. OM 5 Beta memang lebih oke penampilan dan kecepatannya tapi yang namanya keunggulan tentu saja berbanding lurus dengan pemakaian pulsa dan baterai he3. Sedangkan OM Modifikasi memang (katanya) bisa gratis ngenetnya tapi lagi-lagi, ada harga maka ada mutu. Leletnya itu lho yang suka bikin stress sendiri.</p>
<p><strong>2. Chatting</strong><br />
Aplikasi chatting yang pertama kali kupakai adalah e-buddy, trus berpindah ke <a href="http://nimbuzz.com/en/">Nimbuzz</a> hingga sampai sekarang. Yang membuatku tetep bertahan pakai Nimbuzz, yang pertama adalah kita bisa cari temen-temen baru melalui grup-grup yang jumlahnya ribuan di Nimbuzz. Kita juga bisa create grup sendiri kalau mau. Yang kedua Nimbuzz memfasilitasi chatting dengan other community: mulai dari YM, GTalk hingga yang paling happening saat ini, apalagi kalau bukan Facebook. Aplikasi yang lain kayak mig 33, YM Tinny, Morange sebenarnya juga punya fasilitas yang sama tapi namanya aja udah cucok ya bo’ jadi males untuk pindah ke lain hati. Sekarang sih agak tergoda sama Bombuzz. Mungkin Bombuzz ini semacam modifikasi Nimbuzz karena mengambil daftar temen-temen yang kita miliki dari Nimbuzz. Kelebihannya ada di fasilitas quote-nya yang kayak di YM, trus juga emoticonnya yang lebih lucu dan beragam.</p>
<p><strong>3. File Hide.</strong><br />
Aplikasi ini penting banget untuk melindungi file-file rahasia kita dari tangan-tangan usil. Semua jenis file bisa disembunyikan, mulai dari foto hingga video. Pengoperasiannya gampang banget, setelah buat account kita tinggal milih file-file mana yang mau disembunyikan. Dalam waktu sekejab, voilaaa file-file itu sudah tidak nampak lagi di hape kita.</p>
<p><strong>4. Ligth Me</strong><br />
Aplikasi ini berguna banget kalau pas listrik padam atau butuh penerangan di tempat-tempat gelap. Yang seru adalah kita bisa mengatur warna dan modus pencahayaannya, bisa diatur kayak lampu disko juga lho.</p>
<p><strong>5. Kamus</strong><br />
Ada dua jenis yang aku miliki: KBBI Mobile dan PD English-Indonesia. Aplikasi ini berguna banget kalau lagi kelas Bahasa Inggris, nggak perlu bawa kamus yang setebal bantal. Tinggal ketik aja kata yang kita pengin tahu artinya langsung muncul deh hasilnya. Untuk yang KBBI Mobile sebenarnya hanya diedarkan secara terbatas oleh Deplu buat mahasiswa-mahasiswa asing. Thanx buat Mbak Widya Nduts yang udah berbaik hati ngasih aplikasi ini buatku.</p>
<p><strong>6. Ge-Je Aplications</strong><br />
Mulai dari bawaannya hape yang sialnya nggak bisa dihapus, menuh-menuhin memori aja! Trus aplikasi audio yang sampe sekarang aku nggak tahu gimana mengoperasikannya dan anehnya nggak aku hapus-hapus sampe sekarang. Yang terakhir adalah aplikasi Face Disaster, dimana kita bisa merubah foto wajah kita sendiri atau pun wajah temen yang ngeselin jadi bopeng-bopeng dan menceng nggak karuan.</p>
<p>Ya udah, itu aja sih aplikasi-aplikasi yang ada di hapeku. Oh iya, buat yang belum tahu, aplikasi-aplikasi di atas bisa kalian dapatkan di <a href="http://getjar.com">Getjar</a>. Di sana komplit banget deh, aplikasi mulai dari A sampe Z yang sesuai dengan tipe hape kita.<br />
Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalau ada aplikasi yang keren-keren silahkan sharing juga di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/buka-bukaan-aplikasi-hape/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pijat Plus Plus ala Mbah Gondho</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/pijat-plus-plus-ala-mbah-gondho/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/pijat-plus-plus-ala-mbah-gondho/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 02:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[capoeira]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Gondho]]></category>
		<category><![CDATA[pijat plus plus]]></category>
		<category><![CDATA[pijat urat]]></category>
		<category><![CDATA[salah urat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini adalah lanjutan dari blog sebelumnya: Akibat Salah Landing Jadi Salah Urat.
Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pemikiran yang mendalam…boong banget, padahal hanya perlu waktu setengah jam buatku mutusin untuk memijatkan kakiku yang cedera ke tukang pijat urat. Nggak peduli deh sama sakitnya daripada cederaku ini ntar malah jadi tambah parah.
Nama tukang pijat urat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini adalah lanjutan dari blog sebelumnya: <a href="http://bloglodak.com/2009/11/akibat-salah-landing-jadi-salah-urat/">Akibat Salah Landing Jadi Salah Urat.</a></p>
<p>Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pemikiran yang mendalam…boong banget, padahal hanya perlu waktu setengah jam buatku mutusin untuk memijatkan kakiku yang cedera ke tukang pijat urat. Nggak peduli deh sama sakitnya daripada cederaku ini ntar malah jadi tambah parah.</p>
<p>Nama tukang pijat urat itu adalah Mbah Gondho. Wuiiiih namanya horor banget yak? Ngingetin sama tokoh-tokoh antagonis di sandiwara radio 80an, seperti Mak Lampir, Grandong dan kawan-kawan.<br />
Aku sama Bibi berangkat ke rumahnya Mbah Gondho sehabis Isya, ya sekitar jam tujuhan lah. Kami sempat kesasar karena Bibiku udah agak lupa letak rumahnya.<br />
Ketika sampai di rumahnya kami disambut istrinya Mbah Gondho, orangnya udah paruh baya gitu deh. Kami lalu dipersilahkan duduk sambil menunggu Mbah Gondho yang masih ada di dalam.</p>
<p>Mbah Gondho orangnya berperawakan sedang dengan tubuh lumayan berisi untuk ukuran orang setua beliau. Kulit agak gelap, suaranya dalam dan berwibawa. Nggak tahu kenapa aku serem aja liatnya, mungkin karena terpengaruh sugestiku sendiri.<br />
Beliau lalu menanyakan keluhanku apa, udah berapa lama dideritanya. Aku ceritain deh kronologis kejadiannya, mulai dari A sampe A lagi he he he mbulet dunk ya?<br />
Mbah Gondho lalu memintaku menjulurkan <del datetime="2009-11-15T02:50:21+00:00">lidah</del> kaki kananku, lalu dipegang dan dirabanya kakiku.<br />
“Wah, nanti sakit ini mijatnya…” ujar Mbah Gondho sambil terkekeh-kekeh padaku. Aku mendengarnya langsung down gitu, si Mbah jujur banget sih jadi orang. Kenapa aku nggak dibohongin aja sih biar nggak keder duluan.</p>
<p>Kukira aku bakalan di pijat di dalam kamarnya atau ada tempat khusus tapi ternyata ya di ruang tamu itu. Karena mijatnya nanti sampe di bagian paha juga sementara aku pake pencil jeans which is hanya bisa dinaikkan sampe betis maka aku disuruh ganti dengan sarung.<br />
Dengan hati deg-degan aku duduk berselonjor di kursi panjang, sementara Mbah Gondho berada di ujung kakiku.<br />
“Ini sakit nggak?” tanya Mbah Gondho sambil mijet ujung jari telunjuk kakiku.<br />
“Aah…aah…sakit Mbah…” rintihku. Aku sendiri heran, padahal si Mbah mijetnya nggak keras tapi ujung jariku rasanya kayak dijepit besi gitu.<br />
“Masa sih diginikan aja sakit…?” tanya Mbah Gondho sambil mijat lagi, kali ini gantian jari tengahku.<br />
“Aduh Mbah, sakit beneran…” Si Mbah lagi-lagi hanya terkekeh melihatku meringis kesakitan.<br />
Sumpah, bukannya aku lebay atau apa, aksi Mbah Gondho yang seenaknya mijet-mijet jariku sambil terkekeh-kekeh tanpa peduli rasa sakit yang kurasakan, membuatku serasa ngadepin psycho sejenis Hanibal Lecter.</p>
<p>Pijatan di ujung jari itu hanyalah pemanasan, pijatan selanjutnya adalah menu utama yang mau nggak mau harus aku nikmatin. Rasanya sakit banget ketika Mbah Gondho memijat ruas jari manisku yang cedera itu, kata beliau sih salah satu uratku ada yang salah posisinya, yaitu menumpuk di urat sebelahnya. Whatever lah, yang penting kakiku sembuh dan bisa main capoeira lagi dengan nyaman. Sambil mijatin kakiku, Mbah Gondho ngajakin aku ngobrol. Mungkin tema obrolan disesuaikan sama usia pasiennya kali ya, berhubung aku cowok, masih muda dan cakep tentunya (yang baca nggak boleh protes) maka yang diobrolin ya masalah cewek. Beliau nanya sama aku definisi cewek cantik itu dinilai dari apanya. Berhubung aku manusia biasa, punya dua mata minus dan silinder, aku jawab aja dinilai dari wajahnya. Aku tahu sih, jawabanku tuh dangkal banget bin nggak berkualitas. Tapi masa bodoh deh ya, rasa sakit akibat pijatan Mbah Gondho membuat otakku males berpikir berat-berat. Lain ceritanya kalau aku lagi jadi juri Miss Universe, tentu dengan mantap akan kujawab bahwa seorang cewek cantik itu dinilai dari 3B-nya, yaitu Br**st, B*tt*ck and B*k*n*. Ha ha ha dasar juri nggak bermoral.</p>
<p>Mungkin Mbah Gondho ini nggak mau kalah sama panti-panti pijat yang kasih layanan plus-lus pada konsumennya, maka selain pijatan aku pun dikasih bonus berupa petuah dan nasihat menurut Falsafah Jawa. Mulai dari kasih jawaban yang bener bout definisi cewek cantik, gimana kita harus berbhakti sama orang tua hingga how to be a gentle man. Sayangnya, Mbah Gondho ngomongnya sering pake Bahasa Jawa Krama Inggil yang aluuus banget. Kadang karena nggak ngerti apa maksudnya, aku hanya manggut-manggut aja hi hi hi.</p>
<p>Seperti yang dibilang Mbah Gondho tadi, walaupun yang sakit itu hanya ruas jari manisku aja tapi yang dipijat itu harus keseluruhan karena urat-urat di kaki berhubungan sama urat-urat di atas. Maka dipijatlah aku mulai dari ujung kaki sampai pangkal paha, serius nggak bohong aku! Aku sendiri sebenarnya agak heran, yang biasa kudengar itu kalau pijat urat hanya titik-titik tertentu aja yang dipijat tapi kok ini sampe pangkal paha bagian dalam segala. Kalau pijatan di telapak kaki, betis dan paha bawah sukses bikin aku meringis sampai hampir menangis kesakitan maka pijatan di pangkal paha bagian dalam bikin aku ketawa-tawa kegelian bin keenakan ha ha ha mesum banget.</p>
<p>Habis kaki kanan dipijat, giliran kaki kananku. Karena nggak cedera maka mijatnya nggak banyak-banyak. Lalu naik ke kedua tangan, punggung dan pundak. Waktu di pijat bagian pundak tuh rasanya rileks banget, otot-otot yang tadinya kaku jadi lemes. Oh iya, aku sempet nanya sama Mbah Gondho dari mana beliau belajar mijat urat tapi sayangnya nggak dijawab. Malah dialihkan ke topik yang lain. Mungkin Mbah Gondho takut aku ikutan belajar dan nyaingin dese kali ya bo? (idiiih sok-sok pake dese segala)</p>
<p>Pemijatan baru berakhir sekitar pukul setengah sembilan, gilaaa pijat urat sampe satu setengah jam sendiri. Padahal aku dulu pernah pijat di tuna netra hanya sekitar satu jam. Karena Mbah Gondho ini termasuk pemijat indie alias nggak ikutan di panti-panti maka untuk tarifnya terserah kita mau bayar berapa. Yaa yang sepantasnya lah, kita harus bisa menyesuaikan sendiri sama tingkat keparahan sakit yang kita derita Kalau emang ngerasa puas nggak ada salahnya kasih bonus dan dipromoin ke temen. Itung-itung membalas budi sama orang yang sudah menolong kita sembuh dari sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/pijat-plus-plus-ala-mbah-gondho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah Hati Ke Lensa Kontak</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/pindah-hati-ke-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/pindah-hati-ke-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 06:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[lensa kontak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/2009/11/pindah-hati-ke-lensa-kontak/</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah semingguan ini aku memakai lensa kontak untuk menggantikan kacamata yang sudah nggak nyaman dipakai, yang sebelah kanan sudah banyak tergores mikanya. Kebetulan aku pakai yang frame less tapi hanya bagian bawahnya saja.
Jujur ya, motivasi utamaku pindah hati ke lensa kontak adalah untuk memperbaiki penampilan, ha ha ha jujur banget gue jadi orang. Habis gimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/11/before_after2-300x200.jpg" alt="before_after" title="before_after" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-268" /></p>
<p>Sudah semingguan ini aku memakai lensa kontak untuk menggantikan kacamata yang sudah nggak nyaman dipakai, yang sebelah kanan sudah banyak tergores mikanya. Kebetulan aku pakai yang frame less tapi hanya bagian bawahnya saja.</p>
<p>Jujur ya, motivasi utamaku pindah hati ke lensa kontak adalah untuk memperbaiki penampilan, ha ha ha jujur banget gue jadi orang. Habis gimana ya? Kalau aku liat-liat pas lagi ngaca ataupun hasil foto-foto narsis, kayaknya lebih oke nggak pakai kacamata deh.<br />
Trus juga setelah aku bandingin foto jaman dulu sebelum pake kacamata sama sekarang, mataku jadi makin belok dan berkantung gitu. Duh, kok gue jadi terdengar seperti wanita umur 30an yang krisis pede yak? wkwkwkwk</p>
<p>Ada beberapa temen yang juga kasih masukan soal kebiasaanku yang suka mendongak kalau pas jalan atau ngomong sama orang, kesannya kayak orang bloon gitu. Kayaknya sih kebiasaan itu emang dimiliki hampir semua orang yang pake kacamata deh.</p>
<p>Berbekal tiga alasan itu, aku pun memantapkan diri untuk ganti pake lensa kontak. Perkara motivasi ini emang penting banget ya, soalnya memakai lensa kontak itu butuh kedisiplinan yang tinggi. Kita harus telaten menjaga kebersihan lensa kontak, baik sebelum maupun sesudah memakainya. Sebelum memegang lensa kontak, jari kita harus bener-bener steril dan kering. Apalagi pada awal awal pemakaian, biasanya agak kesulitan untuk memasang atau melepas lensa kontak dari mata kita. Ucapan Donna Harun bahwa kalau mau cakep itu harus mau ribet emang benar adanya!</p>
<p>Sebelum membeli lensa kontak tentunya mata kita harus diperiksa lagi, siapa tahu minus sudah berubah. Dan ternyata minus mataku emang nambah lagi, termasuk silindernya juga. Pantesan beberapa hari sebelumnya mataku tuh terasa pedih dan berair mulu gitu tapi anehnya nggak disertai kemerahan di mata.<br />
Aku emang punya kebiasaan buruk yang udah  kuduga menjadi penyebab utama pertambahan minus dan silinderku itu, yaitu ngenet pake hape sebelum tidur. Yang menjadi masalah adalah pake hapenya tanpa penerangan sama sekali, aku emang biasa tidur dengan lampu dimatikan sih. Kata Mas Penjaga Optiknya, radiasi yang dipancarkan dari layer hape tuh emang nggak bagus buat mata, apalagi kalau make hapenya di gelap-gelapan kayak aku.</p>
<p>Oh iya, asal kalian tahu lensa kontakku ini warnanya cokelat lho! Ha ha ha kalian pasti shock bacanya. Pikirku sih, sudah kepalang basah maka nyebur aja sekalian. Malahan si Mas Penjaga Optik nawarin pake yang warna biru, aje gileee lo! Gue masih tahu diri kaleee, masa kulit sawo matang gini nekat pake matanya bule.</p>
<p>Tanggapan orang-orang sekitar bout gantinya aku pake lensa kontak tentu aja beragam, ada yang pro dan kontra. Dari pihak yang mendukung bilang aku keliatan beda gitu deh, Glodak! Ada yang ngomentarin warnanya yang katanya bikin mataku kayak matanya ular, nggak apa-apa deh daripada mata buaya darat. Temenku di dunia maya, Echan, shock gitu pas tahu aku pake lensa kontak soalnya diantara temen2 cowok yang dia punya, hanya gue aja yang pake gituan. Apalagi ini warnanya cokelat, salut dia sama aku karena dia sendiri pake yang nggak berwarna.<br />
Yang agak-agak kontra sih pamanku, beliau bilang aku “Kakean Polah” atau kalau ditranslate ke bahasa Indonesia artinya tuh: Kebanyaken Tingkah alias aneh-aneh aja. Baru nyadar rupanya kalau keponakannya yang satu ini kadang emang suka aneh-aneh tingkah lakunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/pindah-hati-ke-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>50 + 20 ? 70</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/04/50-20-%e2%89%a0-70/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/04/50-20-%e2%89%a0-70/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 04:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu matematika kayaknya perlu diperbarui lagi karena aku baru aja ngalamin satu kejadian yang mementahkan pelajaran penjumlahan yang dulu pernah diajarkan guruku di sekolah dasar. Duh, bahasanya kayak ngalamin kejadian yang gaswat bin bikin was-was aja.
Jadi gini ceritanya, Sabtu kemarin aku rencananya mau pergi ke Kantor Pajak untuk ngurus NPWP. Sebenarnya sih aku agak ragu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu matematika kayaknya perlu diperbarui lagi karena aku baru aja ngalamin satu kejadian yang mementahkan pelajaran penjumlahan yang dulu pernah diajarkan guruku di sekolah dasar. Duh, bahasanya kayak ngalamin kejadian yang gaswat bin bikin was-was aja.</p>
<p>Jadi gini ceritanya, Sabtu kemarin aku rencananya mau pergi ke Kantor Pajak untuk ngurus NPWP. Sebenarnya sih aku agak ragu apa iya Kantor Pajaknya buka, secara instansi pemerintahan kan biasanya hanya lima hari kerja. Berhubung aku sungkan dan sungkan juga kalau mesti ijin2 keluar di jam kantor Senin lusanya, aku putusin untuk coba2 aja. Kali aja pegawainya mendadak amnesia menyangka hari itu hari Senin…jauh amiiir?</p>
<p>Ternyata emang bener tutup sodara2, ya udah lah nggak apa-apa. Akhirnya aku membelokkan tujuan ke Gramed untuk liat2 buku di sana. Selama sejaman aku di Gramed, trus lanjut lagi ke salah satu dept store yang ada di kawasan Alun-Alun kota. Sengaja aku nggak sebutin namanya, karena takut ntar yang kusampekan ini bisa jadi bumerang buatku. Biar lebih enak, kusebut aja dept storenya dengan nama Emoll. Aku tiba2 ingat kalau Putro beberapa hari yang lalu ngasih tahu aku kalau di Emoll lagi ada diskon besar2an untuk produk sepatu. Sepatuku yang lama emang udah agak butut, bayangin aja selama kerja hampir 9 tahun belum ganti2. Padahal temen2ku yang lain udah sering gonta-ganti sepatu, aku ini hemat apa pelit sih he3.</p>
<p>Mataku langsung kelap-kelip kegirangan kayak nemu harta karun ketika sampai di lantai 2 Emoll di stand sepatu yang dipenuhi dengan tulisan gedhe2: diskon 70 persen, diskon 50+20 persen, diskon 50 persen. Biar lebih dramatis bayangin aja bola mataku digantiin miniatur sepatu2 bermerk terkenal. Aku pun lalu mulai melihat2 deretan sepatu yang tertata dengan rapi di rak. Ambil satu lalu dicoba, nggak cocok balikin trus ambil lagi yang lainnya. Saking banyaknya pilihan, aku malah jadi binun sendiri. Setelah muter2 dari rak satu ke rak lainnya selama setengah jam lebih, akhirnya aku memilih sebuah sepatu hitam merk dalam negeri yang cukup terkenal dan sering jadi sponsor di acara2 di teve. Pasti kalian udah tahu merk apa yang kumaksud, ehm…inisialnya Y ama K. Dari stand sepatu aku mampir ke stand t-shirt sebentar dan nyomot satu buah t-shirt putih. Aku emang lagi demen2nya beli t-shirt putih belakangan ini, tengsin dunk kalau tiap kali latihan capoeira kausnya itu2 mulu.</p>
<p>Rasanya seneng banget sabtu itu karena bisa dapet barang bagus dengan harga miring banget, senyumku nggak henti2nya mengembang saat perjalanan pulang naik motor. Dah kayak orang gila anyaran aja.(anyaran = masih baru). Bayangin aja, aku hanya perlu membayar sepertiga dari harga sepatu yang hampir 300 ribu itu. Beuuh, kalau nggak ada diskon, nggak sudi deh aku beli sepatu semahal itu. Tapi bentar, aku kok merasa ada yang aneh ya. Harga asli sepatu itu kan nggak sampai 300 ribu, trus tadi diskonnya 70 persen, berarti aku hanya perlu bayar sepertiganya dunk. Tapi kenapa tadi harganya masih di atas 100 ribu ya? Pasti ada yang salah neh. Sesampainya di rumah, aku nyoba ngitung sendiri pake hapeku dan ternyata emang bener dugaanku. Harga sepatu setelah didiskon 70 persen harusnya nggak sampe 100 ribu. Kalau gini mah, diskonnya hanya 60 persen. Aku sempat binun apakah aku balik lagi ke sana atau nggak ya. Ntar kalau tenyata yang 10 persen itu untuk ppn, tengsin dunk sama kasirnya. Tapi walau hanya 10 persen jumlahnya lumayan lho, bisa buat beli pulsa 20 ribu, itu aja masih sisa.</p>
<p>Akhirnya aku putusin untuk balik lagi, bukan semata karena masalah uangnya aja tapi pengin minta kejelasan juga kenapa kok harganya jadi segitu. Sesampai di kasir tempatku membayar sepatu tadi, aku lalu menanyakan dengan sopan pada mbak2 kasir yang jaga di situ. Untungnya, orangnya masih sama dengan yang melayaniku tadi.</p>
<p>“Mbak, tadi kan saya beli sepatu diskonnya 70 persen, tapi kok harganya bla bla bla ya?”</p>
<p>“Tadi tulisan di stand-nya gimana, diskon 70 persen atau 50+20?”</p>
<p>“Uhm…(nyoba inget2), diskon 50+20 persen.”</p>
<p>“Oh itu beda Mas sama 70 persen.”</p>
<p>“Tapi kan 50+20 hasilnya 70 juga,” protesku.</p>
<p>“Nggak sama Mas, kalau 50+20 itu gini cara ngitungnya…..”</p>
<p>Si Mbak2 lalu dengan sigap ngambil kalkulator dan nunjukin penghitungan diskonnya.</p>
<p>Jadi sodara2, diskon 50+20 itu kamsudnya adalah harga asli dikalikan 50 persen dulu, trus hasilnya baru dikalikan lagi sama 20 persen. Jadi nggak langsung dikalikan sama 70 persen. Ternyata hasilnya emang beda, selisih 10 persen buuuk.</p>
<p>Daripada malu debat kusir diliatin banyak orang, padahal hanya demi diskon 10 persen (tapi teteup aja itu uang), akhirnya aku nerima aja dan pergi dengan lapang dada. Kecewa sih enggak ya, toh aku sebagai konsumen masih ‘merasa’ untung udah dikasih diskon se-gedhe itu. Cuman sedikit merasa ‘ketipu’ aja sama strategi promosi mereka. Kenapa nggak ditulis aja diskon 60 persen, daripada nanti mereka harus repot2 ngejelasin jika ada konsumen yang ‘protes’ juga kayak aku. Emang sih, jadinya mungkin kurang heboh dan nendang di hati konsumen. Tapi lebih baik dari awal ‘jujur’ kayak gitu daripada udah membuat ekspektasi yang berlebihan di hati konsumen tapi ujung2nya ada sedikit rasa ‘kecewa’ yang mengurangi kepuasan konsumen. Ternyata bukan cuma bahasa dunia hukum aja ya yang kadang suka ‘menjebak’ orang awam?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/04/50-20-%e2%89%a0-70/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>santai aza di Nimbuzz</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/07/santai-aza-di-nimbuzz/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/07/santai-aza-di-nimbuzz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[nimbuzz]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[santai_aza di Nimbuzz
Posted by Ihwan on Jul 15, &#8216;08  4:12 PM for everyone

Ada yang punya account di Nimbuzz nggak?  Atau jangan-jangan nggak tahu apa itu Nimbuzz? Gosh, kemana aja sih kalian. He he he, nggak ding, aku hanya becanda kok. Kalaupun nggak tahu apa itu Nimbuzz, aku dengan senang hati mau menjelaskan. Yaa, setahuku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="bookmark" href="http://nawhi.multiply.com/journal/item/339/santai_aza_di_Nimbuzz">santai_aza di Nimbuzz</a></p>
<div class="itemsubsub">Posted by <a href="http://nawhi.multiply.com/">Ihwan</a> on Jul 15, &#8216;08  4:12 PM for everyone</div>
<p><span style="color:#3333ff;"><br />
Ada yang punya account di Nimbuzz nggak?  Atau jangan-jangan nggak tahu apa itu Nimbuzz? Gosh, kemana aja sih kalian. He he he, nggak ding, aku hanya becanda kok. Kalaupun nggak tahu apa itu Nimbuzz, aku dengan senang hati mau menjelaskan. Yaa, setahuku aja sih.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Nimbuzz itu salah satu aplikasi mobile chatting berbasis Java. Ada banyak sih sebenarnya macamnya, ada Nimbuzz, Morange, E-Buddy, Mig33, Mxit dan sebagainya. Dengan aplikasi tersebut kita bisa cetingan dimanapun kita berada, nggak harus jauh-jauh pergi ke warnet segala. Mau di kamar tidur, tempat kerja, kampus atau kamar mandi sekalipun kita bisa cetingan sama orang-orang di seluruh penjuru dunia. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Kebetulan saja aku cocoknya sama Nimbuzz, fiturnya lumayan lengkap dan tampilannya juga bagus. Lengkapnya adalah aku bisa online nggak hanya pake id Nimbuzz tapi juga bisa pakai YM, Gtalk, MSN dan masih banyak lagi. Trus di Nimbuzz kita bisa join ke chatroom, jadi kita semakin menambah banyak teman.</span><br /><span style="color:#3333ff;">Untuk mendapatkan aplikasi ini kalian bisa brosing di internet, kalian kunjungi aja situs GetJar.com. Di situs tersebut kalian bisa cari segala macam aplikasi buat hape kalian, boleh percaya boleh tidak, ada sebuah aplikasi (aku lupa namanya) yang kegunaannya tuh sama dengan vibrator. Aku nggak tahu kayak gimana beroperasinya tuh aplikasi, mungkin bikin hape getar-getar gitu kali yak.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Come back to Nimbuzz, kalau kalian dah masuk di GetJar pilih aplikasi Nimbuzz yang sesuai dengan merk dan tipe hape kalian. Soalnya untuk tiap-tiap hape emang beda aplikasinya, jangan hape A tapi plih aplikasi untuk hape B. Mungkin untuk beberapa tipe bisa pakai jenis aplikasi yang sama tapi sebaiknya plih yang emang buat hape kamu aja. Kalau udah donlot deh tuh aplikasi dan copy ke hape kamu. Kalau nggak mau repot-repot, bisa juga donlot langsung dari hape. Ketik wap.GetJar.com, pilih quick download dan ketikan code yang tadi kalian dapatkan di internet. Gampang kan?</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Aku sudah join Nimbuzz kurang lebih 3 mingguan gitu, awalnya sih join2 ke rum dan ngikutin topik yang lagi dibahas di situ, tentu saja sambil hunting cewek. Biasanya aku liat dari namanya, kalau jelas itu id cewek aku langsung pv (private chat) aja. Tapi hati-hati, di Nimbuzz banyak juga cowok-cowok usil yang mengaku-ngaku jadi cewek. Jadi pinter-pinternya kita aja pilih contact.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Di Nimbuzz banyak banget chatroom, mulai dari rum-rum agama seperti: café_ukhuwah, muslim_bersahaja. Lalu ada juga rum2 anak muda: sahabat_nimbuzz, rumah_cinta, cowok_cewek. Ehm, nggak ketinggalan juga rum2 yang hot seperti: nggak usah kusebutin deh. Terserah kalian mau join di chat mana aja.</span><br /><span style="color:#3333ff;"><br />
Atau kalau kalian juga bisa bikin rum sendiri, seperti aku misalnya. Motivasiku bikin rum sih pengin dapat teman yang hobinya sama, akhirnya aku bikinlah rum <span style="font-weight:bold;">BACATULIS</span>. Rum ini aku khususkan untuk Nimbuzzer yang suka baca novel, buku dan menulis apa aja. Sialnya rumku ini nggak laku, mungkin karena namanya yang kurang keren dan topiknya yang terlalu serius sehingga banyak yang enggan untuk join.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Karena masih tertantang untuk bikin rum yang banyak dikunjungi orang, aku lalu mengajak salah satu temanku, namanya <span style="font-weight:bold;">Still_alone</span>, untuk bikin rum bareng. Setelah sharing2, kami pun sepakat membuat rum bernama: <span style="font-weight:bold;">santai_aza</span>. Sesuai dengan namanya, di rum ini Nimbuzzer bisa santai-santai sepuasnya dan ngobrolin apa aja, kecuali yang berbau SARA. Trus kelebihan lain dari rumku ini, kami usahakan nggak ada yang namanya PLUD. Plud itu cetingan2 usil, semacam polusi kalau di dunia nyata. Kalau ada yang berani nge-plud, kami akan langsung meng-kick orang tersebut. Kalau masih bandel, terpaksa di banned sekalian.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Alhamdulilah, rum santai_aza mampu menyodot lebih banyak pengunjung. Bahkan para pengunjung pertama rum kami bersedia membantu kami meramaikan dan mempromsikan rum kami. Di antara kami sudah terbentuk suatu tekad untuk membangun rum ini bersama-sama agar tetap eksis dan bisa ngetop kayak rum-rum besar lainnya (ambisi banged seh? He he he). Sampai saat ini kami sudah mempunyai pengunjung tetap sekitar belasan orang. Emang sih masih dikit, tapi dengan umur rum yang masih tiga hari itu sudah cukup bagus bisa dapet pengunjung segitu. Ternyata ada juga yang sirik sama kehadiran rum kami, beberapa kali ada pengacau yang masuk. Entah itu nge-plud atau ngomong2 jorok. Nggak tahu apa mereka sekedar iseng atau merasa tersaingi. Yang jelas, kita bikin rum untuk cari banyak teman bukan musuh.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Yang lucu adalah pengunjung rum kami kebanyakan berusia di bawah 20an, bahkan ada yang masih ABG gitu deh. Kalau buat Still sih cocok karena dia masih SMA tapi buatku? Ya udah lah nggak apa-apa, siapa tahu cetingan ma ABG bisa buat obat awet muda he3.</span><br /><span style="color:#3333ff;">So…tertarik untuk join di Nimbuzz? Cepetan dunlut programnya dan bikin account yang keren. Trus jangan lupa add aku nanti, id-ku: <span style="font-weight:bold;">ehone</span>. Kalau pikiran lagi suntuk, stress atau sekedar pengin cari kenalan datang aja ke rum kami. <span style="font-weight:bold;">Kami tunggu kehadiranmu di rum santai_aza ..!!</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/07/santai-aza-di-nimbuzz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bad hair&#8230;aargh&#8230;!!</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/03/bad-hairaargh/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/03/bad-hairaargh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 08:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[TC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2008/03/01/bad-hairaargh/</guid>
		<description><![CDATA[Maunya sih ganti model rambut yang baru, Glodak!
Nggak tahunya malah jadi bahan ledekan temen2 di perpus, sialan&#8230;!!
Sebenarnya kemarin pas habis potong rambut tuh, aku agak ngerasa aneh gitu pas ngeliat potongan rambutku di kaca.
Tapi kata anggota keluargaku potongannya oke2 aja, malah mereka seneng akhirnya aku mendekkin rambutku. Biasanya hanya ditipiskan aja tapi kemarin bagian belakang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3">Maunya sih ganti model rambut yang baru, Glodak!<br />
Nggak tahunya malah jadi bahan ledekan temen2 di perpus, sialan&#8230;!!<br />
Sebenarnya kemarin pas habis potong rambut tuh, aku agak ngerasa aneh gitu pas ngeliat potongan rambutku di kaca.<br />
Tapi kata anggota keluargaku potongannya oke2 aja, malah mereka seneng akhirnya aku mendekkin rambutku. Biasanya hanya ditipiskan aja tapi kemarin bagian belakang aku pendekkin, sementara bagian depan ga diapa-apain.</p>
<p>Nggak tahunya begitu tiba di perpus langsung menarik perhatian yang lain.<br />
Awalnya sih mereka hanya kasak-kusuk di belakang, trus akhirnya ada yang nekat (teganya&#8230;) ngomong kalo potongan rambut baruku aneh banget. Lucu malahan, kurang ajaar&#8230;!!</p>
<p>Sontak deh, kepecayaan diriku langsung anjloook ke lantai.<br />
Dan ketika melihat wajahku di kaca, aku jadi merasa konyol abis.</p>
<p>Sekarang nih, aku lagi bingung mau &#8216;direnovasi&#8217; apa nggak ya rambutku?<br />
Kalo direnovasi tuh alamat rambutku bakalan pendek semua.<br />
Tapi kalo ga direnovasi bakalan jadi lelucon selama sebulanan.</p>
<p>Kayaknya aku renovasi aja deh, lagian kemarin <a href="http://nawhi.multiply.com/journal/item/317">si TC </a>udah ngasih garansi kalo potongannya ga cocok, bisa potong lagi gratisss&#8230;!!</p>
<p>*jangan harap aku bakalan masang fotoku dengan rambut terbaruku :p<br />
bisa2 aku jadi bahan ketawaan se-MP.</p>
<p>** kok kayak cewek aja ya, pake bad hair-bad hair-an segala&#8230;.?</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/03/bad-hairaargh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dapet semuanya kecuali yang bawah</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/01/dapet-semuanya-kecuali-yang-bawah/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/01/dapet-semuanya-kecuali-yang-bawah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 09:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[TC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2008/01/16/dapet-semuanya-kecuali-yang-bawah/</guid>
		<description><![CDATA[
Sebelumnya aku minta maaf bila isi blogku nanti membuat orang-orang dari suku tertentu tersinggung bacanya. Sungguh, sama sekali nggak ada niatan untuk melecehkan atau merendahkan. Aku hanya ingin berbagi cerita lucu aja sama para pembaca blogku. 


Sepulang kerja kemarin aku pergi ke tukang cukur langganan (baru tiga kali sih potong rambut di sana, udah termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="bodytext">
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><span style="color:#ff6600;">Sebelumnya aku minta maaf bila isi blogku nanti membuat orang-orang dari suku tertentu tersinggung bacanya. Sungguh, sama sekali nggak ada niatan untuk melecehkan atau merendahkan. Aku hanya ingin berbagi cerita lucu aja sama para pembaca blogku.</span> </font></p>
<p><font size="2"><br />
</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Sepulang kerja kemarin aku pergi ke tukang cukur langganan (baru tiga kali sih potong rambut di sana, udah termasuk pelanggan belum ya?) karena rambutku sudah waktunya dirapikan. Berhubung rambutku ikal jadinya kalau panjang dikit tuh makin keliatan mbrekele gitu. Ketika aku sampai di sana, nggak ada orang sama sekali. Yang ada malah suara tape yang diputar keras-keras (lagunya dangdut lagi) sehingga baru di ketukan pintu yang ketiga, si tukang cukur keluar dari dalam.</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku agak heran karena yang keluar bukan orang yang biasa motong rambutku tapi seorang cowok yang kira2 berumur dua puluhan. Mungkin dia pegawai baru, moga-moga aja potongan rambutnya nanti bagus. Sambil asyik dengan hapenya dia lalu mempersilahkanku duduk di kursi dan menanyakan potongan rambut yang kumau. Dari penampilan fisik dan logat bicaranya kayaknya dia ini orang Madura.</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"> </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>Tukang Cukur (TC): Potong model apa, Mas?</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Seset, Mas. (Potongan seset itu hanya menipiskan volume rambut sedangkan panjangnya sama sekali nggak berubah)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Semuanya….? (Maksudnya yang dipotong seset itu rambut bagian depan aja, samping aja atau seluruh rambut di kepala.)</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Iya semuanya tapi yang bagian belakang agak dipendekkin.</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Jangan Mas, lebih keren kalau dibiarin panjang.</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku hanya mbatin, terserah gue dunk. Rambut2 gue juga.</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Nggak lah, pendek aja. Kayak rambutnya sampeyan. (Lha, yang Madura ini aku apa dia kok malah aku yang duluan manggil dia sampeyan)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Ooh, ini saya potong sendiri Mas. Jelek ini.</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Oh ya, bagus kok Mas. (tulus nih mujinya)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"> </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Enak banget ya jadi TC, kalau rambut udah panjang tinggal menghadap ke kaca dan sreet-sreet, langsung rapi deh rambutnya. Aku pun jadi nggak kuatir lagi, motong rambutnya sendiri aja bisa serapi itu pasti nanti juga bagus kalau motong rambutku. TC kemudian mulai beraksi, dengan lincahnya dia menggunting rambutku. Sambil memotong rambut dia ngajak ngobrol ngalor-ngidul. Oh iya, dia tetep ngomong pakai bahasa Indonesia karena dia baru tiga bulan di Malang dan belum bisa ngomong dalam bahasa Jawa. Tapi dari obrolan kami itu kesannya malah aku yang ‘diinterogasi’ sama TC cos dia banyak nanya2 tentang diriku. Mulai dari kerjaanku apa, gaji tiap bulan itu berapa. Bahkan dia nanyain aku udah punya pacar apa belum. Aku sempat curiga dibuatnya, jangan2 nih cowok naksir gue lagih ha ha ha</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Ketika dengan enteng kujawab kalau aku belum punya pacar, TC kayak nggak percaya gitu. Mungkin batinnya, cowok secakep gue kok belum punya pacar ya. Glodak!</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"> </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Belum nambah maksudnya. (ralatku kemudian dengan gaya sok cool, jangan sampai aku keliatan jablay banget di hadapan TC!)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Ooo, emang sih Mas kalau punya pacar banyak itu enak. Kalau yang satu lagi ngambek, kita tinggal ngapelin yang satunya lagi he he he.</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku hanya manggut2 dengernya. Bego banget sih nih orang, gampang banget dikibulin.</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Sampeyan sendiri udah punya pacar belum?</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Belum Mas. Sebenarnya cewek di sini cantik-cantik tapi aku sendiri yang nggak suka ama mereka. (Nah, lho jangan-jangan dia ini emang gay)</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Nggak suka gimana? Kamu nggak suka ama cewek gitu? (tanyaku dengan iseng)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Bukan gitu Mas (dia ngomongnya tetap dengan ramah, untung aja nggak tersinggung). Kalau kita suka ama cewek di sini kan harus pedekate dulu, entah itu sebulan dua bulan. Nah kalau ama cewek di Madura sana enggak, walopun baru kenal satu malam tapi kalau udah sama-sama suka, kita bisa dapet <i>semuanya</i> dari tuh cewek. (walopun TC ini asli Madura tapi gaya bicaranya gaul juga lho)</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Aku: Dapet semuanyaaa…? (tanyaku dengan mimik muka nggak percaya bin kepengin gitu)</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><b>TC: Iya, kita bisa dapet <i>semuanya</i> kecuali <i>yang bawah</i> he he he (mesum mode on)</b></font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"> </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">TC pun lalu menjelaskan kalau di Madura sana para cowoknya biasa hunting cewek di acara dangdutan. Seumpanya ada cewek yang disukai, mereka akan pedekate dan jika ceweknya juga suka mereka bisa dengan mudahnya mengajak tuh cewek having fun. Biasanya si cowok akan mengajak si cewek untuk mojok berdua, entah itu ke sawah atau terserah kemana yang penting nggak ada orang yang liat. Seperti yang dibilang si TC tadi, dalam sesi mojok berdua itu <b>si cowok akan mendapatkan <i>semuanya</i> dari si cewek kecuali <i>yang bawah</i></b>, kalian udah ngerti kan maksudnya? Jadi ini semacam One Night Stand ala Madura kali ya? Cuman ini nggak sampai eM-eL gitu!</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">TC bahkan berani mengklaim bahwa seumpamanya aku pernah sekali ngerasain nonton dangdutan di Madura pasti bakalan ketagihan dan pengin balik lagi ke sana. Mendengar cerita TC aku jadi kepikiran untuk mengajukan usul pada BigBoss agar tujuan rekreasi tahun ini ke Madura saja, he he he. Nggak ding! Dari cerita TC aku jadi semakin yakin bahwa yang namanya <b>pergaulan bebas itu emang bukan lagi monopoli anak muda di Jakarta</b>, jadi fenomena itu sebenarnya juga sudah menyebar ke daerah-daerah. Aku ngomong gini bukannya mau sok suci atau apa, aku hanya menulis berdasarkan realita yang memang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, Glodak! </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"> </font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Di akhir pembicaraan (yang nggak aku sangka-sangka bakalan dapet cerita seruu dari seorang cowok asli Madura) TC sempat-sempatnya nitip pesan <b>kalau seumpamanya aku punya kenalan janda muda agar dikenalin juga sama dia.</b> Katanya sih teman-temannya di Madura sana suka banget ama janda muda, lagi-lagi alasannya karena biasanya mereka bisa mendapatkan semuanya dari si janda muda. (dan yang pasti lebih pengalaman kali ya). Sebenarnya sih aku punya kenalan artis janda muda (dulu sempat kenalan di angkot) tetapi aku kuatir kalau nanti TC nekat pedekate ama tuh janda, bakalan digorok ama yang <i>punya</i>. Ada yang tahu siapa janda muda yang kumaksud…? <b>Itu tuh yang barusan launching album dan di salah satu lagu andalannya pake acara mendesah-desah lirih gitu: ih..ih..ih…</b>(ponakanku aja ikut ketawa dengernya).</font></p>
<p><font size="2"><br />
</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2">Ehm…by the way, aku agak kuatir nih dengan kejadian2 yang belakangan ini kualami. Kenapa semua menjurus ke hal-hal yang berbau esek-esek ya? Di tempat kerja aku punya teman kerja yang udah nikah dan kalau liat cewek kinclong pasti ujung2nya ngobrolin about sex. Di tempat cukur rambut malah dapet curhat colongan tentang gaya pacaran anak Madura yang lumayan bebas. Kalau terus-terusan kayak gini, bisa-bisa otakku ketularan ngeres nih (bukannya udah ngeres dari sononya..?) dan ujung-ujungnya jadi terinspirasi bikin cerita stensilan he he he. Just kidding!</font></p>
<p style="font-family:Verdana;color:#3333ff;" class="MsoNormal"><font size="2"><br />
</font></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/01/dapet-semuanya-kecuali-yang-bawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
