<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bloglodak.com</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>i love blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Feb 2010 09:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>bloglodak.com</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>softdrink feat susu</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 09:23:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[hidup sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini lagi demen minum softdrink campur sama susu. Awalnya sih ikut-ikutan temen yang suka bikin Mega Mendung, udah pada tahu kan minuman apa yang aku maksud?
Beneran nggak tahu? Duh, kemana aja sih lo selama ini he3
Itu tuh, Co..ups nggak boleh sebutin merk yak? Aah biarin wes. Mega Mendung itu campuran Coca Cola sama susu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini lagi demen minum softdrink campur sama susu. Awalnya sih ikut-ikutan temen yang suka bikin Mega Mendung, udah pada tahu kan minuman apa yang aku maksud?</p>
<p>Beneran nggak tahu? Duh, kemana aja sih lo selama ini he3</p>
<p>Itu tuh, Co..ups nggak boleh sebutin merk yak? Aah biarin wes. Mega Mendung itu campuran Coca Cola sama susu. Tentu saja susu yang dipake adalah susu putih yang kental dan manis. Kalau pake susu coklat ntar bukan Mega Mendung namanya, tapi Mega Mustika ha ha ha itu mah nama penyanyi dangdut era 80an. Trus kenapa kok yang dipake susu kental yang manis? Tentu saja biar rasanya manis he he he jawaban yang ga berkualitas banget.</p>
<p>Cara bikinnya gampang banget. Yang pertama-tama adalah beli dulu Coke sama Susunya. Dianjurkan membeli pake uang ndiri, jangan minjem apalagi ngutil karena itu akan berpengaruh pada hasil akhir.</p>
<p>Yang kedua, ambil gelas ukuran besar dan sendok untuk mengaduk. Tuangin dulu susu ke dalam gelas, untuk takarannya tergantung selera. Tapi kalau punya bakat tulang keropos, mending  dibanyakkin aja susunya. Setelah itu, tuangin Coca-nya dan aduk pelan-pelan biar mencampur dengan sempurna dan busanya nggak sampe meluber keluar gelas.</p>
<p>Aku sendiri nggak tahu kenapa kok dinamain Mega Mendung, padahal kan mendung tuh warnanya abu-abu bukan coklat muda. Mungkin karena tampilan atau hasil akhir dari campuran dua jenis minuman itu yang akhirnya menginspirasi orang untuk memberi nama Mega Mendung. Sayang aku nggak sempat motret, pokoknya kalau campurannya sempurna maka di gelas itu nanti yang bagian bawah nampak campuran Coca dan Susunya yang berwarna coklat muda dan di atasnya ada busa yang banyak mirip awan gitu.</p>
<p>Nah, kemarin aku nyoba berkreasi dengan mengganti Coca sama Fanta warna Pink. Tentu aja, hasilnya nggak ada busa-busanya. Kenapa aku jadi suka sama minuman softdrink campur susu ini? Soalnya selama ini kalau minum softdrink tuh selalu ada sedikit feel guilty gitu sama my body, aku dulu udah pernah nulis di blog (hasil copas sih) kalau minum softdrink tuh sebenarnya nggak menghilangkan rasa haus tapi malah mengurangi jumlah kadar air dalam tubuh kita. Makanya aku udah lama mengurangi konsumsi softdrink, walaupun kadang suka ngiler sih kalau liat orang minum di sampingku. Nah dengan mencampurnya dengan susu, setidaknya kan tubuhku juga dapet efek samping yang positif yaitu dapet asupan kalsium he3.</p>
<p>Kalau MP&#8217;ers sendiri, punya minuman favorit apa? Bagi -bagi di sini dunk, siapa tahu ada yang unik kan bisa dicoba tuh di rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/02/softdrink-feat-susu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Tribute to Amin</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/a-tribute-to-amin/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/a-tribute-to-amin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 12:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Amin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Hari Minggu kemarin dapat kabar yang cukup mengejutkan buatku, salah seorang guru di SD tempatku sekolah dulu meninggal dunia.  Walaupun yang meninggal bukan guru yang pernah mengajarku dulu, tapi hal itu tetap mengejutkan karena usianya  yang masih tergolong muda. Masih di bawahku malahan.
His name is Amin.  Aku nggak tahu nama lengkapnya siapa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Minggu kemarin dapat kabar yang cukup mengejutkan buatku, salah seorang guru di SD tempatku sekolah dulu meninggal dunia.  Walaupun yang meninggal bukan guru yang pernah mengajarku dulu, tapi hal itu tetap mengejutkan karena usianya  yang masih tergolong muda. Masih di bawahku malahan.</p>
<p>His name is Amin.  Aku nggak tahu nama lengkapnya siapa. Aku emang nggak mengenal dia secara personal, hanya sekedar tahu aja. Kebetulan kalau pas bulan Ramadhan gitu, kami sering tadarus bareng.  Caranya membaca Al-Quran bagus dan tartil, suaranya juga merdu.  Jujur aku suka dengernya walau kadang sering ngantuk kalau nunggu giliran baca soalnya kalau baca tartil gitu suka lama.  Selain kelebihannya dalam membaca Al Quran, aku juga bersimpati pada sikapnya yang lebih dewasa daripada umurnya. Mungkin karena terbawa tuntutan profesinya sebagai guru olahraga kali ya, harus bersikap tegas dan penuh wibawa.</p>
<p>Menurut kabar dari temen yang bisa kupercaya, Amin meninggal karena serangan jantung.  Semua orang nggak menyangka kalau orang semuda Amin bisa terkena pembunuh paling mematikan di Indonesia tersebut.  Apalagi selama ini Amin keliatan segar bugar, bahkan pagi harinya dia masih mengajar olahraga murid-muridnya.<br />
Yaa, kematian memang tidak pandang bulu. Dia bisa datang pada siapa aja, mau tua atau muda, kaya maupun miskin, kalau emang sudah saatnya dipanggil Sang Kuasa nggak akan bisa ditunda barang sedetikpun. Tapi  tetap disayangkan juga, aku yakin kalau orang seperti Amin masih bisa membawa banyak kebaikan jika dia diberi umur yang lebih panjang oleh Allah.  Memang sih ada ungkapan bahwa orang baik itu biasanya wafat lebih cepat, tapi buatku mending para koruptor itu aja yang dipanggil supaya mereka nggak semakin merugikan bangsa dan negara ini.</p>
<p>Yang makin menambah ironi adalah pada bulan Maret tahun ini, Amin rencananya akan menikah dengan tunangannya. Hmm…manusia emang hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan. Semoga gadis itu diberi ketabahan dalam menerima cobaan berat ini.</p>
<p>Aku masih inget, dulu pas aku datang ke sekolah untuk meminta legalisir buat keperluan di kantor, Aminlah yang nganterin map berisi fotocopy ijazahku ke ruang Kepala Sekolah.</p>
<p>“Selamat ya Mas, udah diangkat jadi PNS,” begitu ucapnya saat memberikan map itu padaku.<br />
“Terimakasih, samean sendiri gimana? Udah terdata juga kan?”<br />
“Sudah kok Mas, doain saya biar cepet nyusul.”</p>
<p>Kalau inget percakapan kami yang hanya sebentar itu aku jadi makin trenyuh. Dia jauh-jauh merantau dari Probolinggo untuk kuliah setelah lulus dari pondok, trus akhirnya diterima mengajar di sekolah tempat dia KKN. Meski hanya sebagai GTT, tapi aku liat dia berdedikasi tinggi pada profesinya.  Aah, lagi-lagi aku merasa hidup ini kadang nggak adil.</p>
<p>Amin, Semoga Allah menerima semua amal ibadah dan kebaikanmu dan mengampuni semua dosa dan kesalahanmu.  Aku yakin kamu sekarang sudah berada di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/a-tribute-to-amin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Devil Wears Prada &#8211; Bos Perfeksionis Nan Kejam</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 10:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[the devil wears prada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[
Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.
Selain bos yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/the-devil-wears-prada-220x300.jpg" alt="the-devil-wears-prada" title="the-devil-wears-prada" width="220" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-317" /></p>
<p>Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.<br />
Selain bos yang kejam, Andrea juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang jauh bertolak belakang dengan dirinya selama ini. Para karyawan Runway mayoritas adalah gadis-gadis bertubuh kurus, tinggi dan selalu up to date dengan trend fashion.  Bahkan Emily, asisten pertama Miranda, rela diet mati-matian agar terpilih mendampingi Miranda menghadiri acara fashion di Paris.  Andrea awalnya mencoba untuk cuek meski selalu jadi bahan cemoohan karyawan yang lain gara-gara penampilannya yang tidak fashionable. Dia ingin menunjukkan pada Miranda dan semuanya bahwa kualitas kerja dan otaklah yang penting, bukan sekedar penampilan luar saja.<br />
Namun sayangnya, kinerja Andrea tetap tidak ada artinya di mata Miranda. Dia mengritik habis-habisan Andrea hingga membuatnya menangis.  Atas bantuan Nigel,  Andrea kemudian merubah penampilan, perilaku dan kebiasaannya agar lebih bisa diterima di Runway.<br />
Usaha Andrea tidak sia-sia, penampilan barunya mendapat pujian termasuk dari Miranda. Bahkan semakin hari kinerja Andrea semakin memuaskan di mata Miranda. Tapi tanpa disadari, tuntutan kerja yang begitu tinggi dan lingkup pergaulan telah berpengaruh pada diri Andrea. Hal ini berimbas pada hubungannya dengan sang pacar, Nate, teman-teman dan keluarganya. Pada akhirnya Andrea dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit, antara karier dan kehidupan pribadinya.</p>
<p>                                                    &#8212;</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/devilwearsprada_scene1.jpg" alt="devilwearsprada_scene1" title="devilwearsprada_scene1" width="250" height="165" class="alignleft size-full wp-image-316" /></p>
<p>Sudah lama banget penasaran sama film ini, untunglah kemarin Global TV berbaik hati nayangin hari sabtu kemarin. Dari judulnya aja udah menarik banget, Setan dari neraka tingkat berapa yang begitu fashionable hingga memakai merk terkenal dari Italia tersebut.  Nama Meryl Streep dan Anne Hathaway menjadi jaminan mutu kualitas akting yang prima. Meryl Streep tampil begitu anggun, elegan namun juga dingin dan sadis sebagai bos kejam di Runway. Kemampuan Anne Hathaway memerankan itik buruk rupa yang bertransformasi menjadi angsa cantik nggak usah diragukan lagi, tapi memang di sini perubahannya tidak sedrastis tokoh Mia di Princess Diaries.<br />
Pesan moral yang aku dapatkan dari film ini adalah menjadi diri sendiri bagaimanapun juga tetaplah pilihan yang terbaik. Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja memang harus, entah itu penampilan ataupun kebiasan namun jangan sampai hal itu merubah kepribadian kita.<br />
Karier memang penting tapi bukan segalanya, jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri hanya karena ambisi meraih karier yang sukses.  Apalagi kalau sampai harus mengorbankan orang-orang tercinta dan teman kerja kita, nggak sepadan deh dengan hasil yang kita dapatkan. Apalah arti kesuksesan kalau kita harus hidup dalam kepalsuan dan kesendirian seperti Miranda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi-Mimpi Anak Belitong</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.
Oke, udah cukup intermezonya. lets [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/pemimpi.jpg" alt="pemimpi" title="pemimpi" width="422" height="604" class="alignleft size-full wp-image-311" /></p>
<p>Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.</p>
<p>Oke, udah cukup intermezonya. lets talk about the movie.</p>
<p>Pas aku masuk studio, filmnya udah nyampe di adegan Ikal dewasa yang lagi ngomongin sepupunya, Arai, yang tiba-tiba hilang entah ke mana. Ikal merasa sudah &#8216;ditipu&#8217; oleh Arai dengan impian tinggi mereka untuk bisa kuliah di Sorbone. Penonton kemudian dibawa mundur ke tahun 1985,masa di mana Ikal menempuh pendidikan SMA bersama Arai dan Jimbron di Manggar.</p>
<p>Arai sendiri sebenarnya hanyalah sepupu jauh Ikal. Di usianya yang masih belia harus menerima takdir untuk hidup sebatang kara,dalam budaya Melayu disebut sebagai Simpai Keramat. Meskipun begitu, Arai tidak pernah kehilangan semangat hidupnya. Malahan Ikal yang sebelumnya masih dirundung kesedihan karena kehilangan Lintang, sahabat sekaligus sumber inspirasinya,menjadi terhibur dan ceriakembali semenjak kehadiran Arai. Jimbron sendiri setalitiga uang dengan Arai. Ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung di depan mata kepalanya sendiri dan sejak saat itu dia menjadi gagap.Untungnya ada Pendeta Geovanny yang merawat dan membesarkannya.</p>
<p>Karena di Belitong belum ada sekolah setingkat SMA, maka Ikal, Arai dan Jimbron un harus melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Manggar. Walaupun lepas dari pengawasan orangtua, namun mereka tetap belajar dengan rajin. Tak hanya itu, demi mewujudkan impian mereka untuk kuliah di Jakarta, mereka bekerja serabutan sehabispulang sekolah.<br />
Layaknya para remaja yang masih labil dan mencari jati diri,ada kalanya mereka melakukan kenakalan yang membuat Pak Mustar, sang kepala sekolah berang setengah mati. Ada saja ulah mereka,mulai kabur dari sekolah hingga nekat menonton film panas di bioskop. Pak Mustar memang dikenal galak dan keras dalammendidik para murid.<br />
Untunglah ada Pak Ichsan Balia, guru muda yang menjadi idola para murid karena cara mengajarnya yang menyenangkan dan selalu memberi semangat untuk menggantungkan mimpi setinggi mungkin.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/sang-pemimpin051.jpg" alt="sang-pemimpin05[1]" title="sang-pemimpin05[1]" width="320" height="260" class="alignleft size-full wp-image-313" /></p>
<p>Seperti halnya Laskar Pelangi, film ini memberikan begitu banyak inspirasi dan pelajaran hidup yang sangat berharga. Aku salut banget sama Ikal, Arai dan Jimbron yang tetap semangat belajar walau hidup dalam keterbatasan. Aku nggak bisa bayangin apakah bisa survive kalau harus mengalami nasib seperti mereka. Mereka bahkan ‘berani’ bermimpi untuk menuntut ilmu hingga ke Sorbone. Sebuah mimpi yang mungkin terdengat sangat naif dan nggak realitis banget. Pelajaran tentang toleransi antar umat beragama ditunjukkan oleh Pendeta Geovanny yang tetap menyuruh Jimbron taat menjalan agama Islam.</p>
<p>Kalau dari segi kualitas akting para pemainnya cukup memuaskan, terutama Achmad Saifullah. Dia nampak natural banget ngebawain karakter Arai yang penuh mimpi, cerdas tapi juga sedikit tengil. Vikri Setiawan juga oke, dia bisa nampilin emosi seorang Ikal yang masih bimbang antara menggapai mimpi yang begitu tinggi dan realistis dengan keadaannya yang serba terbatas. Kalau Azwir Fitrianto masih kurang culun dan lepas aja meranin si Jimbron. Gagapnya kurang natural. Ya nggak harus segagap si Azis Gagap sih he3, coba naikkin dikit gagapnya pasti lebih oke.<br />
Lukman Sardi, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka masih dengan kualitas akting yang cukup prima. Tapi kalo boleh jujur, sejak Laskar Pelangi menurutku kurang pas aja kalau Ikal dewasa diperankan sama Lukman Sardi. Face-nya nggak sesuai bayanganku, agak ketuaan dan kurang Melayu. Ariel dan Nugie tampil cukup meyakinkan di debut akting pertamanya. Mereka bisa melepas sejenak kharisma sebagai anak band.</p>
<p>Minus yang cukup disayangkan adalah soundtrack yang kurang greget. Jujur, aku nggak bisa dapet feel dan semangat seperti yang berhasi ditularin sama Nidji di Laskar Pelangi. Untungnya ada aksi yang cukup menghibur dari Jay Widjayanto sebagai Bang Zaitun, penyanyi Melayu beristri empat dan Arai saat menyanyi di depan kamar gadis pujaannya Zakiah Nurmala. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Cast of Avatar: The Last Airbender Movie</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 05:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[avatarthelastairbender]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.
Berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.<br />
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.</p>
<p>Berikut ini deretan castingnya:</p>
<p>Sang Avatar, Aang diperanin oleh Noah Ringer, Pangeran Kerajaan Api, Zuko diperanin si Bintang Slumdog Millionaire Dev Patel , trus Katara Sang Pengendali Air diperanin sama Nicola Peltz. Lalu sodaranya, Sokka diperanin sama Jackson Rathbone. Dari keempat cast itu yang aku tahu ya hanya si Dev Patel, yang lainnya ga tahu sama sekali.  Si Jackson Rathbone main di New Moon sih tapi secara aku kan bukan fans-nya Twiligth jadi ya harap maklum kalau nggak tahu he3.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_casting.jpg" alt="avatar_casting" title="avatar_casting" width="300" height="600" class="alignleft size-full wp-image-305" /></p>
<p>Untuk cast-nya Aang, menurutku cukup pas dan mewakili.  Walaupun kalo dibandingin sama versi kartunnya, si Noah keliatan lebih culun dikit. Sinar matanya kurang hidup gitu, kesannya jadi nggak energik kayak di teve.</p>
<p>Nah, untuk cast-nya Zuko ini yang pas banget.  Liat aja sorot matanya si Dev yang penuh kebencian itu, sama senyumnya yang sedingin es.  Cuman minusnya, di versi kartun itu face-nya Zuko kan Oriental  nah ini ‘melenceng’ jadi India.</p>
<p>Yang paling nggak cocok adalah casting untuk Katara dan Sokka.  Plis deh, dari namanya aja udah keliatan kalo Katara dan Sokka itu berbau-bau Asia tapi kenapa ini pemerannya pada bule semua? Katara versi film terlalu muda, manis dan imut.  Jauh banget sama Katara versi kartun yang dewasa, sedikit tomboy  dan punya fighting spirit. Ngeliat Katara versi Nicola seperti ngeliat Hermione di Harpot, jelas itu beda banget.</p>
<p>Ini neh yang bakal aku hujat habis-habisan. Dari tampangnya aja, Si Jackson ini bener-bener  maksa banget untuk masuk dalam karakter Sokka.  Sokka itu konyol, slengehan, pokoknya cuek abies lah.  Kalo si Jackson ini dari gayanya keliatan kalo dia tipe cowok doyan dandan dan playboy abies. Emang sih di film kartunnya, si Sokka juga diceritain pandai menarik hati lawan jenis tapi bukan karena modal tampang.</p>
<p>Di Barat sendiri, banyak yang kecewa dengan deretan casting Avatar yang nggak sesuai dengan film kartunnya. Walaupun mereka bukan orang Asia, tapi rata-rata mereka ingin casting Avatar disesuaikan dengan culture Asia yang emang kental banget di sana. It is not about race its about being authentic.</p>
<p>Tadi sih sempet liat trailernya <a href="http://www.thelastairbendermovie.com/">di sini</a>, emang oke banget visualisasinya. Sedahsyat di film kartunnya deh pokoknya. Semoga aja akting para pemainnya nanti nggak mengecewakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ouch&#8230;Infection of The Alay</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 19:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[freaky]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[lebay]]></category>
		<category><![CDATA[personality]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Aku pertama kali mengetahui kata Alay dari sebuah tabloid ibukota yang waktu itu membahas tentang fenomena jasa penonton bayaran yang banyak digunakan oleh stasiun televisi swasta dalam acara-acara mereka. Paling banyak sih di acara musik, tujuannya tentu saja untuk memberi kesan ‘ramai dan heboh’ sehingga penonton yang melihatnya di rumah tertarik dan menganggap acara itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku pertama kali mengetahui kata Alay dari sebuah tabloid ibukota yang waktu itu membahas tentang fenomena jasa penonton bayaran yang banyak digunakan oleh stasiun televisi swasta dalam acara-acara mereka. Paling banyak sih di acara musik, tujuannya tentu saja untuk memberi kesan ‘ramai dan heboh’ sehingga penonton yang melihatnya di rumah tertarik dan menganggap acara itu bagus karena banyak orang yang sampe bela-belain untuk nonton langsung di studio atau lokasi acara.</p>
<p><strong>Trus hubungannya sama Alay apa?</strong></p>
<p>Penonton bayaran yang ‘dipake’ stasiun swasta itu rata-rata adalah para Alay-er, bisa dilihat dari tampilan dan style yang menurut mereka gaul dan modis padahal aslinya sih keliatan norak dan nggak jelas banget kiblat fashionnya kemana. Trus juga aksi dan tingkah polah mereka yang heboh banget di televisi, misalnya aja melakukan gerakan-gerakan tangan secara bersamaan, joget-joget heboh sampai ngalah-ngalahin penyanyi sama dancer-nya. Tapi mereka juga nggak bisa disalahin sih karena mereka memang dibayar untuk seperti itu. </p>
<p><strong>Lalu hubungan Alay sama aku apa?</strong></p>
<p>Perlu aku kasih tahu bahwa selama ini jika sedang chatting menggunakan hape aku selalu menyingkat-nyingkat kata yang kutuliskan, tujuannya adalah untuk menghemat tenaga sehingga jari-jemariku nggak sampai keriting karena kebanyakan chatting.<br />
Selama ini sih fine-fine aja dan tidak ada yang protes dengan kebiasaanku itu, biasanya sih teman-temanku udah maklum jika aku mengetiknya disingkat-singkat gitu pasti lagi onlen pake hape.</p>
<p>Sampai kemudian ada temen chatting baru yang seringkali nggak ngerti dengan singkatan yang aku pakai, uhm…sebenarnya sih singkatan yang kupakai masih standart dan umum dipakai di bahasa SMS. Misalnya aja ‘yang’ aku singkat jadi yg, ‘dapat’ jadi dpt, trus ‘nya’ nulisnya X aja.</p>
<p>Tapi temenku ini tetep saja kekeuh nggak mau kalau chattingan dengan gaya tulisan yang menurutnya nyebelin. Trus pernah juga aku ngirimin SMS Selamat Pagi, eh malah dibalasin dengan sebutan Alay. Aku sih nggak ngefek ya dengan balasan SMS-nya itu because for me its not Alay. Dalam persepsiku Alay itu hanya merujuk pada style dan tingkah laku yang kampungan.</p>
<p><strong>And then…</strong></p>
<p>Ada salah satu temen yang memposting sebuah link tentang Alay Generator, dimana kita bisa merubah tulisan kita yang biasa menjadi tulisan Alay. Nah, di situ ada tiga pilihan Alay Style:<br />
1.	Tulisan Disingkat-singkat.<br />
2.	Tulisan Besar Kecil<br />
3.	Tulisan Huruf dan Angka.</p>
<p>Aku langsung ketawa-tawa sendiri dan nggak nyangka gitu bacanya, jadi gaya chattinganku itu termasuk dalam katagori Alay?</p>
<p><strong>Oh My God, drag me to hell aja dah…ha ha ha ha.<br />
</strong></p>
<p>Didorong oleh rasa malu tapi tetep ya masih nggak ikhlas nerima kenyataan itu…halaah lebay banget, akhirnya aku searching everything about Alay. Aku nemuin banyak banget definisi, ciri-ciri sampai kasus Alay paling heboh yang menimpa seorang siswi SMA dari Banyuwangi bernama Ophi A. Bubu. Begitu hebohnya sampai-sampai The Jakarta Post secara khusus membahasnya dalam artikel Messing With Letters.</p>
<p>Di bawah ini adalah salah satu contoh note-nya Ophi:</p>
<p>cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……(Sayang kamu tau sakitnya&#8230;.)<br />
m_tHa apOn YoH…………… (Minta ampun ya)<br />
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo……….(Aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu)<br />
bUD….. (But)<br />
cIa” adJA………………… (Sia sia aja)</p>
<p>Walaupun di situ udah diartikan tapi tetap saja aku pribadi sampai pusing dan mengernyitkan dahi membacanya. Entah style penulis mana yang dia ikutin sampai dia bisa buat tulisan serumit itu hi hi hi</p>
<p>Tapi kasian juga tuh anak karena hanya karena pengin mengekspresikan diri dan terlihat keren dia sampai dihujat habis-habisan di dunia maya sama anak-anak Kaskus bahkan sampai minta maaf segala di FB-nya seakan-akan ke-Alay-annya itu sebuah dosa. Coba deh bayangin kalau kita berada di posisinya, pasti akan sangat merasa stress dan tertekan sekali.</p>
<p>Kalau aku sendiri, awal mula menyingkat-nyingkat tulisan karena dulu seringkali nggak mengerti dengan SMS-SMS yang dikirim oleh beberapa teman yang memakai kata-kata singkatan. Dari situ lah, aku akhirnya belajar mengartikan dan kemudian ikut menggunakannya. Tapi waktu itu belum ada istilah Alay jadi ya fine-fine aja toh. Lagian aku nggak sampe yang mencampur adukkan antara huruf besar kecil dan angka. Trus aku juga tahu kapan waktunya menggunakan singkatan, nggak mungkin banget lah aku menulis blog pake tulisan kayak gitu.</p>
<p><strong>Saraap, aku baru ingat!! </strong></p>
<p>Mantan cewekku juga kalau SMS suka pake gaya tulisan Besar-Kecil kayak si Ophi itu. Dulu aku suka heran dan kagum aja ngeliat gimana fasih dan cepetnya dia mengetik di keypad dengan huruf Besar-Kecil kayak gitu. Pernah aku iseng-iseng nyoba tapi langsung nyerah karena nggak telaten dan capek harus berkali-kali mencet tombol perubah jenis huruf tiap kali mengetik. Lagian style kayak gitu kan identik dengan cewek.</p>
<p>So, kesimpulan dari semua yang udah aku sampaikan di atas adalah virus Alay sangat mudah sekali menular, terutama dalam gaya penulisan. Dan kita biasanya nggak sadar atau pura-pura nggak sadar saat mulai terjangkiti virus Alay.</p>
<p>Aku sendiri mulai sekarang sudah berusaha untuk menulis dengan normal kembali saat chatting. Tapi alasannya bukan karena takut dicap Alay tapi agar lawan chatting-ku mengerti dengan apa yang aku tuliskan.</p>
<p>Trus juga yang terpenting ini, janganlah kita mengolok-olok, menghujat, menjelek-jelekkan bahkan sampai mempermalukan Alayers. Karena aku ngeliat selama ini, seringkali orang-orang sok-sokan dan mudah sekali nge-judge orang lain Alay biar terkesan update dan berkelas. Jangan sampai kita menjadi orang yang suka merendahkan orang lain hanya agar dirinya terlihat lebih tinggi dari orang lain. </p>
<p>Kalau kita nggak suka dengan style dan tingkah laku Alay, keberatan atau pusing dengan gaya tulisannya yang ajaib itu, kasih tahu aja dengan cara yang halus dan nggak menyinggung perasaannya. In case, kita kenal secara personal. Kalau enggak mah, ya nggak usah. Toh itu hidup-hidup dia, terserah dia mau mengekspresikan diri kayak apa sejauh nggak mengganggu kita.</p>
<p>Lagian nggak selamanya lho style tulisan Alay itu berdampak negative, dalam hal pembuatan password kekreatifan mencampurkan huruf dan angka sangat diperlukan sekali. Dan seperti yang aku sebutin di awal tulisanku tadi, pihak televisi membutuhkan Alayers untuk meramaikan acara musik mereka. Lambat laun, fenomena Alay ini akan segera tergantikan oleh fenomena baru lainnya. Sebagaimana halnya Lebay tergusur oleh Alay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/12/ouch-infection-of-the-alay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelami Dunia Gambir (Pintu Terlarang)</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[personality]]></category>
		<category><![CDATA[schizophrenia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[
Sebenarnya aku sudah lama tertarik pengin melihat film dan membaca novelnya sekaligus. Yang pertama bikin tertarik sih karena filmnya disutradarai Joko Anwar, siapa sih yang nggak kenal dia. Kemampuannya sebagai seorang sutradara nggak perlu diragukan lagi, aktingnya juga oke (di film Babi Buta yang Ingin Terbang) trus..masih inget dong ya dengan aksi gilanya bertelenji ria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/11/akoer_pintu-terlarang.gif" alt="akoer_pintu-terlarang" title="akoer_pintu-terlarang" width="125" height="180" class="alignright size-full wp-image-300" /></p>
<p>Sebenarnya aku sudah lama tertarik pengin melihat film dan membaca novelnya sekaligus. Yang pertama bikin tertarik sih karena filmnya disutradarai Joko Anwar, siapa sih yang nggak kenal dia. Kemampuannya sebagai seorang sutradara nggak perlu diragukan lagi, aktingnya juga oke (di film Babi Buta yang Ingin Terbang) trus..masih inget dong ya dengan aksi gilanya bertelenji ria dia Circle K. Trus yang kedua, pemeran utamanya adalah pasangan Fachri Albar dan Marsha Timoty. Suka aja liatnya, sama-sama cakep dan serasi. Otomatis saat membaca novel ini aku membayangkan mereka berdua.</p>
<p>Oke, mari kita mulai memasuki sketsa yang pertama, yaitu dunia Gambir. Gambir adalah seorang pematung yang baru saja mengadakan pameran perdananya yang bertajuk Maternal Moods. Pameran Gambir sukses besar, patung-patung wanita hamil ciptaannya mendapat apresiasi yang tinggi dan dibeli dengan harga yang mahal. Kesuksesan Gambir tak lepas dari dukungan dan sumber inspirasi sang istri, Talyda. Talyda sendiri seorang wanita cantik, cerdas dan perfeksionis, dia mewarisi sebuah perusahaan periklanan Admagic dari mendiang papanya. Sayangnya ada yang kurang dari rumah tangga Gambir-Talyda, yaitu belum hadirnya seorang anak. Talyda memang tidak ingin mempunyai anak, karena baginya mengandung dan merawat bayi hanya akan menyusahkan dan menghalangi laju karirnya. Padahal ibu Gambir sudah lama ingin menimang cucu darinya.</p>
<p>Di sketsa kehidupan kedua, ada seorang anak umur sembilan tahun yang menjadi korban domestic violence yang dilakukan kedua orang tua kandungnya sendiri. Tiap akhir pekan dia selalu mendapat penyiksaan baik fisik maupun mental.</p>
<p>Sketsa yang terakhir menghadirkan Pusparanti, wartawati majalah Em, sebuah majalah terbitan ibukota yang mempunyai oplah cukup tinggi. Dia sedang melakukan penelitian tentang seorang lelaki yang di masa kecilnya menjadi korban domestic violence juga. Jalinan asmaranya dengan Dion, seorang fotografer yang duda beranak satu tak mendapat persetujuan dari ibu tercintanya.</p>
<p>Ketiga sketsa ini dihadirkan secara bergantian, yang paling menarik adalah sketsa Gambir karena terasa lebih hidup dan menantang, apalagi di sana terkuak apa gerangan yang membuat patung-patung buatan Gambir nampak hidup dan bernyawa. Aku agak malas jika gilirannya sketsa si anak umur sembilan tahun, soalnya nggak habis pikir aja kok ada sih orang tua yang sekejam itu sama anak kandungnya. Sketsa Ranti, pada awalnya terasa datar dan sedikit membosankan tapi memberikan twist yang cukup mengejutkan di akhir cerita.</p>
<p>Dari semua novel Sekar Ayu Asmara yang pernah kubaca, kayaknya ini yang paling bagus. Beliau tetap dengan ciri khasnya tersendiri, yaitu menggarap tema penyakit-peyakit jiwa yang sangat menarik namun agak kurang komersil. Gaya penulisannya yang puitis dan suka memakai kata-kata yang tak lazim digunakan tidak terlalu banyak di sini. Yang paling menonjol adalah pengulangan beberapa paragraf yang secara tidak langsung seperti memberikan sugesti pada pembacanya. Sugesti yang paling ngena adalah miliknya Talyda: Kesempurnaan bukanlah bintang yang niscaya gemintang di pundak malam. Kesempurnaan tidak terjadi begitu saja. Kesempurnaan haruslah diupayakan.</p>
<p>Hmmm…jadi makin pengin neh liat filmnya, pasti nggak kalah menarik. Tadi sempet gugling resensinya, tentu aja ada perbedaan jalan cerita karena memang Sekar Ayu Asmara sendiri memberikan kebebasan sepenuhnya pada Joko Anwar dalam menginterprestasikan novelnya ke dalam film.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/menyelami-dunia-gambir-pintu-terlarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>buat kamu yang udah curi hatiku</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhatku]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya tak ada yang istimewa di antara kita, aku menyukaimu sebatas teman saja.
Walau tak pungkiri aku mengagumi dirimu, pribadimu dan semua yang ada pada dirimu.
Seiring berjalannya waktu kita semakin dekat saja, ibarat dua kutub yang berlawanan kita saling tarik menarik.
Namun aku sadar daya tarikmu jauh lebih besar menarikku.  
Ibarat planet yang berotasi pada matahari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya tak ada yang istimewa di antara kita, aku menyukaimu sebatas teman saja.<br />
Walau tak pungkiri aku mengagumi dirimu, pribadimu dan semua yang ada pada dirimu.<br />
Seiring berjalannya waktu kita semakin dekat saja, ibarat dua kutub yang berlawanan kita saling tarik menarik.<br />
Namun aku sadar daya tarikmu jauh lebih besar menarikku.  </p>
<p>Ibarat planet yang berotasi pada matahari seperti itulah aku berusaha ingin mengenalmu lebih dekat.<br />
Tapi tentu saja di orbit rotasi itu bukan hanya ada diriku seorang, banyak yang datang di hidupmu sebelum aku.<br />
Aku tidak tahu dimana aku berada, di Merkurius, Venus, Bumi ataukah Pluto yang begitu jauh darimu.</p>
<p>Aku sudah keluar dari zona amanku demi dekat dengan dirimu, tak ku pedulikan bahaya yang mungkin akan mengancamku.<br />
Tapi entah kenapa kamu seperti semakin jauh dariku.</p>
<p>Sikapmu yang tak menentu membuatku bertanya-tanya, mungkinkah kau merasakan hal yang sama dengan apa yang ada di hatiku ini.<br />
Atau jangan-jangan kau hanya ingin mempermainkanku saja?<br />
Mungkin kah kau sengaja menjeratku hanya untuk sekedar menjadikan salah satu pemujamu saja?</p>
<p>Aku tahu kau kini tak sendiri, namun rasa ini tak bisa kuingkari lebih lama lagi.<br />
Meski aku hanya menjadi yang kedua…atau bahkan mungkin yang kesekian buatmu, namun aku begitu bahagia saat bersamamu.</p>
<p>Aku tidak tahu sampai kapan aku mampu bertahan.<br />
Jika memang aku tak pernah bisa memilikimu aku takkan menyesal pernah mengenalmu.<br />
Tapi aku mohon jangan kau ambil lagi apa yang sudah kau berikan padaku.<br />
Biarlah itu kusimpan sebagai kenangan dan penawar di kala ku merindukanmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/buat-kamu-yang-udah-curi-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desta dan Venita</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 13:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[karyaku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Desta dan Venita berdiri berdampingan di depan jendela apartemen mereka yang terbuka. Angin berhembus pelan malam itu, membelai halus wajah mereka berdua.
“Ven, aku rasa kita perlu bicara malam ini.”
Venita meoleh kea rah Desta dengan pandangan yang aneh. “Kamu kayak mau ngomong sama siapa aja sih, serius banget deh.”
“Ini emang masalah yang serius, ini tentang kita!” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desta dan Venita berdiri berdampingan di depan jendela apartemen mereka yang terbuka. Angin berhembus pelan malam itu, membelai halus wajah mereka berdua.</p>
<p>“Ven, aku rasa kita perlu bicara malam ini.”</p>
<p>Venita meoleh kea rah Desta dengan pandangan yang aneh. “Kamu kayak mau ngomong sama siapa aja sih, serius banget deh.”</p>
<p>“Ini emang masalah yang serius, ini tentang kita!” ucap Desta sambil menekankan nada bicaranya pada kata terakhirnya.</p>
<p>“Tentang kita? Apalagi sih yang mau kamu bicarain&#8230;pasti kamu mau ngelanjutin yang kemarin-kemarin itu kan? Dah ah, capek tahu nggak ngebahasnya?”</p>
<p>“Aku juga udah capek dan muak dengan semua ini!!” tukas Desta setengah membentak. “Aku capek ngomong sampe berbusa-busa tapi nggak pernah kamu dengerin sama sekali. Aku muak melihat tingkah lakumu yang udah kayak perek itu!”</p>
<p>Venita hanya tersenyum mendengarnya, Desta sudah sering menyebutnya perek, pelacur dan sebutan-sebutan yang menghinakan dirinya.</p>
<p>“Terserah kamu mau ngatain aku apa, perek, pelacur, wanita murahan, I don’t give a damn. Its my life, terserah aku mau ngejalaninya kayak apa! Sekali lagi aku bilang sama kamu untuk terakhir kalinya, kamu nggak berhak ngatur-ngatur aku!!”</p>
<p>“Oke, kalau emang kamu nggak mau menghentikannya, jangan salahin jika aku sampai berbuat nekat Ven,” ancam Desta dengan bersungguh-sungguh.</p>
<p>“Emang kamu mau ngelakuin apa? Aku nggak pernah takut dengan semua ancamanmu itu Des.”</p>
<p>“Aku akan buka semua kedokmu, aku akan kasih tahu Kevin, Hasan, Andre dan semua lelaki yang udah kamu tipu itu tentang siapa kamu sebenarnya.”</p>
<p>“Silahkan, itu sama aja kamu mempermalukan dirimu sendiri.”</p>
<p>“Aku nggak peduli, selama ini semua tingkah lakumu itu udah bikin aku malu sama diriku sendiri. Jadi udah nggak ada pengaruhnya lagi buatku.”</p>
<p>Venita terdiam sejenak, dia merasa Desta tidak main-main dengan ucapannya barusan. Egonya yang semula begitu tinggi perlahan mulai menurun.</p>
<p>“Desta, pliss aku mohon jangan lakuin itu. Apalagi sama Kevin, aku cinta beneran sama dia. Cintaku tulus sama tuh anak, bukan hanya nafsu sesaat. Aku nggak mau melukai hatinya. Kamu tahu sendiri kan, hubungan kami udah terlampu jauh.”</p>
<p>“Maka dari itu Ven, sebaiknya kamu tinggalin dia sekarang. Kamu tuh hanya kasih mimpi dan harapan kosong sama dia, kalau dia sampe tahu yang sebenarnya, itu akan lebih menyakitkan buatnya.”</p>
<p>“Nggak! Aku nggak mau Desta! Kamu jangan pernah maksa aku untuk melakukan hal yang nggak mau aku lakukan.”</p>
<p>“Ya udah, aku kan kasih tahu mereka semua sekarang juga,” ucap Desta seraya mengambil hape di saku jeansnya dan mulai mengetikkan sesuatu.</p>
<p>Venita menatap tajam ke arah Desta, tanpa menunggu lebih lama dia langsung merebut paksa hape Desta dan melemparkannya ke luar jendela. Tak lama kemudian terdengar bunyi alarm mobil yang meraung-raung di bawah sana. Rupanya hape Desta jatuh di atas salah satu mobil yang diparkir di sana.</p>
<p>Kemarahan di dalam diri Desta kini benar-benar sudah tak tertahankan lagi. Dia sudah tidak tahan dengan semua kekacauan yang terjadi dalam hidupnya selama ini, dan itu semua disebabkan oleh Venita. Begitu kuat keinginan dalam diri Desta untuk mengenyahkan Venita dari hidupnya namun dia tidak pernah sanggup untuk melakukannya. Ada ikatan emosional antara dia dan Venita yang dia sendiri tidak bisa menjelaskannya.</p>
<p>“Aku tadi hanya kasih kamu dua pilihan, aku kasih tahu mereka siapa kamu yang sebenarnya atau kamu tinggalin mereka semua. Kamu udah menyia-nyiakan pilihan yang pertama, maka sekarang tinggal pilihan yang kedua.” Nampak benar emosi di dalam diri Desta dari raut wajahnya yang tegang dan sorot matanya yang tajam.</p>
<p>“Kamu bayar berapa pun aku nggak akan melakukannya!” tolak Venita tak kalah emosinya.</p>
<p>“Bagaimana kalau aku membayarnya dengan sebuah nyawa?” tanya Desta dengan senyum licik yang mengembang di wajahnya.</p>
<p>“Apa maksudmu?” Venita balik bertanya dengan paniknya.</p>
<p>“Kamu nggak mau kan sesuatu yang buruk menimpa Kevin?”</p>
<p>Venita menampar pipi Desta dengan kerasnya, “Awas kamu, kalau sampai terjadi apa-apa sama Kevin, aku nggak akan pernah memaafkanmu. Inget itu!!”</p>
<p>“Kalau gitu kamu bayar dengan nyawamu sendiri, Ven.”</p>
<p>Belum sempat Venita mencerna maksud perkataan Desta, tiba-tiba saja dia merasakan tubuhnya di tarik dengan kuat oleh Desta keluar jendela. Kedua tangannya berusaha mencari pegangan namun sayangnya sudah terlambat. Hanya dalam hitungan detik, tubuh semampainya langsung terjun ke bawah tertarik oleh gaya gravitasi bumi yang begitu kuat. Kedua matanya melihat deretan mobil-mobil yang diparkir dengan rapinya di bawah sana seakan menyambut tubuhnya yang sebentar lagi akan patah dan hancur tak karuan.</p>
<p>                                           ***</p>
<p>Alarm mobil sedan metalik itu berbunyi kembali setelah sebelumnya terdengar suara berdebum akibat sebuah benda berat yang jatuh menimpa tepat di atasnya.. Suaranya yang meraung-raung sangat mengganggu siapa saja yang mendengarnya. Seorang satpam nampak berjalan tergesa-gesa ke parkiran sambil menggerutu sendirian.</p>
<p>“Pasti ini kerjaan anak-anak jalanan itu, dasar sialan! Ganggu tidur gue aja!!”</p>
<p>Umpatan-umpatan yang keluar dari mulut pria paruh baya itu langsung berubah menjadi kalimat istighfar manakala dia mengetahui apa yang menyebabkan mobil milik salah penghuni apartemen itu berbunyi lagi. Satpam itu begitu terperanjat ketika melihat tubuh seorang pria terkapar di atas mobil sedan metalik yang tadi sempat berbunyi oleh sebuah hape yang dijatuhkan dari atas. Melihat kondisi badannya yang mengenaskan dan bagian depan mobil yang lumayan penyok pasti pria itu terjatuh dari lantai apartemen yang yang paling atas. Dengan kaki gemetaran satpam itu langsung balik lagi menuju apartemen untuk mencari bantuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/desta-dan-venita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta Lagi</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[
Buku ini berisi tentang cerita di balik lirik lagu-lagu yang ditulis Wieke Gur. Wieke Gur, siapa tuh? Juju saja, sebagai generasi muda nan imud (hoeks cuiih) aku sama sekali belum pernah denger yang namanya Wieke Gur. Lagu-lagunya pun aku juga nggak pernah denger.
Di sampul belakangnya ditulis bahwa Wieke Gur sudah berkiprah di dunia musik, dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/11/jatuh2.jpg" alt="jatuh2" title="jatuh2" width="200" height="305" class="alignright size-full wp-image-291" /></p>
<p>Buku ini berisi tentang cerita di balik lirik lagu-lagu yang ditulis Wieke Gur. Wieke Gur, siapa tuh? Juju saja, sebagai generasi muda nan imud (hoeks cuiih) aku sama sekali belum pernah denger yang namanya Wieke Gur. Lagu-lagunya pun aku juga nggak pernah denger.</p>
<p>Di sampul belakangnya ditulis bahwa Wieke Gur sudah berkiprah di dunia musik, dalam hal ini penulisan lirik, selama lebih dari 20 tahun dan membuat beberapa lagu menjadi abadi. Weks, kemana aja gue selama ini? Sebagai orang yang mengaku cinta musik (tapi ironisnya nggak bisa main satu pun alat musik) tentu saja aku jadi merasa penasaran dan pengin tahu isi buku ini.</p>
<p>Ternyata oh ternyata, Wieke Gur merupakan partner kolaborasi dari Elfa Secioria dalam menciptakan lagu. Bang Elfa yang menciptakan musiknya sedangkan Mbak Wieke yang menulis liriknya.</p>
<p>Di dalam buku behind the song ini diulas sekitar 54 lagu, baik itu dari cerita-cerita yang melatar belakanginya maupun tujuan lagu itu diciptakan. Kebanyakan merupakan hasil pengamatan sang penulis atas peristiwa-peristiwa yang dia temui di luar sana, jarang banget yang merupakan pengalaman pribadi sang penulis. Sebagian lagu-lagu di buku ini sengaja diciptakan untuk diikutkan dalam festival musik di luar negeri dan hasilnya tidak mengecewakan, sebagian besar berhasil menjadi jawara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia.</p>
<p>Emang keliatan banget ya perbedaan antara lagu-lagu jaman dulu dan sekarang, terutama pada lirik-liriknya. Lagu jaman dulu liriknya cenderung puitis dan agak mikir untuk mencerna arti di balik lagu tersebut. Nggak kayak lagu jaman sekarang yang blak-blakan, lugas dan langsung to the point. Yang norak dan malu-maluin liriknya nggak masuk hitungan ya he3. Dari semua lagu Wieke Gur yang banyak itu, hanya ada dua yang kukenali yaitu lagu Raihlah Kemenangan dan Pesta.</p>
<p>Dilihat dari rentang waktu lagu-lagunya, buku ini cocok banget buat generasi era 80-90an yang pastinya familiar dengan lagu-lagu ciptaan Wieke Gur. Yaa, semacam nostagila masa-masa remaja lah. Tapi juga nggak menutup kemungkinan bagi generasi muda untuk menikmatinya sekaligus sebagai media bagi yang ingin belajar menulis lirik lagu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/11/jatuh-cinta-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
