<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pribadi Ihwan Harianto &#124; BLog Pribadi Ihwan &#124; &#187; film</title>
	<atom:link href="http://bloglodak.com/tag/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloglodak.com</link>
	<description>Blog Ihwan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 05:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
   <image>
    <title>Blog Pribadi Ihwan Harianto | BLog Pribadi Ihwan |</title>
    <url>http://www.gravatar.com/avatar/9320fcfabbc8172d142bbbd5155275b0?s=48&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536</url>
    <link>http://bloglodak.com</link>
   </image>
		<item>
		<title>The Devil Wears Prada &#8211; Bos Perfeksionis Nan Kejam</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 10:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[the devil wears prada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[
Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.
Selain bos yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/the-devil-wears-prada-220x300.jpg" alt="the-devil-wears-prada" title="the-devil-wears-prada" width="220" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-317" /></p>
<p>Adalah Andrea Sach, mahasiswi  lulusan jurnalistik yang berhasil mendapatkan pekerjaan hebat sebagai asisten kedua Miranda Priestly, pemimpin majalah fashion terkenal di New York, Runway.  Miranda sendiri adalah seorang atasan yang perfeksionis dan cenderung bertangan besi pada para karyawannya. Setiap ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan dan tidak mengenal kata tidak bisa.<br />
Selain bos yang kejam, Andrea juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang jauh bertolak belakang dengan dirinya selama ini. Para karyawan Runway mayoritas adalah gadis-gadis bertubuh kurus, tinggi dan selalu up to date dengan trend fashion.  Bahkan Emily, asisten pertama Miranda, rela diet mati-matian agar terpilih mendampingi Miranda menghadiri acara fashion di Paris.  Andrea awalnya mencoba untuk cuek meski selalu jadi bahan cemoohan karyawan yang lain gara-gara penampilannya yang tidak fashionable. Dia ingin menunjukkan pada Miranda dan semuanya bahwa kualitas kerja dan otaklah yang penting, bukan sekedar penampilan luar saja.<br />
Namun sayangnya, kinerja Andrea tetap tidak ada artinya di mata Miranda. Dia mengritik habis-habisan Andrea hingga membuatnya menangis.  Atas bantuan Nigel,  Andrea kemudian merubah penampilan, perilaku dan kebiasaannya agar lebih bisa diterima di Runway.<br />
Usaha Andrea tidak sia-sia, penampilan barunya mendapat pujian termasuk dari Miranda. Bahkan semakin hari kinerja Andrea semakin memuaskan di mata Miranda. Tapi tanpa disadari, tuntutan kerja yang begitu tinggi dan lingkup pergaulan telah berpengaruh pada diri Andrea. Hal ini berimbas pada hubungannya dengan sang pacar, Nate, teman-teman dan keluarganya. Pada akhirnya Andrea dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit, antara karier dan kehidupan pribadinya.</p>
<p>                                                    &#8212;</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/devilwearsprada_scene1.jpg" alt="devilwearsprada_scene1" title="devilwearsprada_scene1" width="250" height="165" class="alignleft size-full wp-image-316" /></p>
<p>Sudah lama banget penasaran sama film ini, untunglah kemarin Global TV berbaik hati nayangin hari sabtu kemarin. Dari judulnya aja udah menarik banget, Setan dari neraka tingkat berapa yang begitu fashionable hingga memakai merk terkenal dari Italia tersebut.  Nama Meryl Streep dan Anne Hathaway menjadi jaminan mutu kualitas akting yang prima. Meryl Streep tampil begitu anggun, elegan namun juga dingin dan sadis sebagai bos kejam di Runway. Kemampuan Anne Hathaway memerankan itik buruk rupa yang bertransformasi menjadi angsa cantik nggak usah diragukan lagi, tapi memang di sini perubahannya tidak sedrastis tokoh Mia di Princess Diaries.<br />
Pesan moral yang aku dapatkan dari film ini adalah menjadi diri sendiri bagaimanapun juga tetaplah pilihan yang terbaik. Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja memang harus, entah itu penampilan ataupun kebiasan namun jangan sampai hal itu merubah kepribadian kita.<br />
Karier memang penting tapi bukan segalanya, jangan sampai membuat kita kehilangan jati diri hanya karena ambisi meraih karier yang sukses.  Apalagi kalau sampai harus mengorbankan orang-orang tercinta dan teman kerja kita, nggak sepadan deh dengan hasil yang kita dapatkan. Apalah arti kesuksesan kalau kita harus hidup dalam kepalsuan dan kesendirian seperti Miranda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/the-devil-wears-prada-bos-perfeksionis-nan-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi-Mimpi Anak Belitong</title>
		<link>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.
Oke, udah cukup intermezonya. lets [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/pemimpi.jpg" alt="pemimpi" title="pemimpi" width="422" height="604" class="alignleft size-full wp-image-311" /></p>
<p>Akhirnya kesampaian juga nonton Sang Pemimpi setelah sebelumnya tertunda pas acara ultah adik sepupuku kemarin. Masuk ke studio agak terlambat dikarenakan urusan teknis yaitu hujan yang belakangan ini mulai sering mengguyur kota Malang. Itu aja udah bersyukur banget karena sebenarnya hampir batal karena temen yang kuajak nonton masih disibukkan dengan kerjaannya.</p>
<p>Oke, udah cukup intermezonya. lets talk about the movie.</p>
<p>Pas aku masuk studio, filmnya udah nyampe di adegan Ikal dewasa yang lagi ngomongin sepupunya, Arai, yang tiba-tiba hilang entah ke mana. Ikal merasa sudah &#8216;ditipu&#8217; oleh Arai dengan impian tinggi mereka untuk bisa kuliah di Sorbone. Penonton kemudian dibawa mundur ke tahun 1985,masa di mana Ikal menempuh pendidikan SMA bersama Arai dan Jimbron di Manggar.</p>
<p>Arai sendiri sebenarnya hanyalah sepupu jauh Ikal. Di usianya yang masih belia harus menerima takdir untuk hidup sebatang kara,dalam budaya Melayu disebut sebagai Simpai Keramat. Meskipun begitu, Arai tidak pernah kehilangan semangat hidupnya. Malahan Ikal yang sebelumnya masih dirundung kesedihan karena kehilangan Lintang, sahabat sekaligus sumber inspirasinya,menjadi terhibur dan ceriakembali semenjak kehadiran Arai. Jimbron sendiri setalitiga uang dengan Arai. Ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung di depan mata kepalanya sendiri dan sejak saat itu dia menjadi gagap.Untungnya ada Pendeta Geovanny yang merawat dan membesarkannya.</p>
<p>Karena di Belitong belum ada sekolah setingkat SMA, maka Ikal, Arai dan Jimbron un harus melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Manggar. Walaupun lepas dari pengawasan orangtua, namun mereka tetap belajar dengan rajin. Tak hanya itu, demi mewujudkan impian mereka untuk kuliah di Jakarta, mereka bekerja serabutan sehabispulang sekolah.<br />
Layaknya para remaja yang masih labil dan mencari jati diri,ada kalanya mereka melakukan kenakalan yang membuat Pak Mustar, sang kepala sekolah berang setengah mati. Ada saja ulah mereka,mulai kabur dari sekolah hingga nekat menonton film panas di bioskop. Pak Mustar memang dikenal galak dan keras dalammendidik para murid.<br />
Untunglah ada Pak Ichsan Balia, guru muda yang menjadi idola para murid karena cara mengajarnya yang menyenangkan dan selalu memberi semangat untuk menggantungkan mimpi setinggi mungkin.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2010/01/sang-pemimpin051.jpg" alt="sang-pemimpin05[1]" title="sang-pemimpin05[1]" width="320" height="260" class="alignleft size-full wp-image-313" /></p>
<p>Seperti halnya Laskar Pelangi, film ini memberikan begitu banyak inspirasi dan pelajaran hidup yang sangat berharga. Aku salut banget sama Ikal, Arai dan Jimbron yang tetap semangat belajar walau hidup dalam keterbatasan. Aku nggak bisa bayangin apakah bisa survive kalau harus mengalami nasib seperti mereka. Mereka bahkan ‘berani’ bermimpi untuk menuntut ilmu hingga ke Sorbone. Sebuah mimpi yang mungkin terdengat sangat naif dan nggak realitis banget. Pelajaran tentang toleransi antar umat beragama ditunjukkan oleh Pendeta Geovanny yang tetap menyuruh Jimbron taat menjalan agama Islam.</p>
<p>Kalau dari segi kualitas akting para pemainnya cukup memuaskan, terutama Achmad Saifullah. Dia nampak natural banget ngebawain karakter Arai yang penuh mimpi, cerdas tapi juga sedikit tengil. Vikri Setiawan juga oke, dia bisa nampilin emosi seorang Ikal yang masih bimbang antara menggapai mimpi yang begitu tinggi dan realistis dengan keadaannya yang serba terbatas. Kalau Azwir Fitrianto masih kurang culun dan lepas aja meranin si Jimbron. Gagapnya kurang natural. Ya nggak harus segagap si Azis Gagap sih he3, coba naikkin dikit gagapnya pasti lebih oke.<br />
Lukman Sardi, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka masih dengan kualitas akting yang cukup prima. Tapi kalo boleh jujur, sejak Laskar Pelangi menurutku kurang pas aja kalau Ikal dewasa diperankan sama Lukman Sardi. Face-nya nggak sesuai bayanganku, agak ketuaan dan kurang Melayu. Ariel dan Nugie tampil cukup meyakinkan di debut akting pertamanya. Mereka bisa melepas sejenak kharisma sebagai anak band.</p>
<p>Minus yang cukup disayangkan adalah soundtrack yang kurang greget. Jujur, aku nggak bisa dapet feel dan semangat seperti yang berhasi ditularin sama Nidji di Laskar Pelangi. Untungnya ada aksi yang cukup menghibur dari Jay Widjayanto sebagai Bang Zaitun, penyanyi Melayu beristri empat dan Arai saat menyanyi di depan kamar gadis pujaannya Zakiah Nurmala. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2010/01/mimpi-mimpi-anak-belitong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Cast of Avatar: The Last Airbender Movie</title>
		<link>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 05:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[avatarthelastairbender]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloglodak.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.
Berikut ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film Avatar: The Last Airbender memang baru akan dirilis pada tanggal 2 July 2010 nanti, tapi di internet udah pada rame ngebahas neh film. Secara emang film kartun bikinan Nickelodeon ini sangat sukses sekali penayangannya di teve dan aku termasuk fans beratnya.<br />
Nah tadi aku iseng-iseng gugling dan sempet ngesave foto para pemeran tokoh utamanya.</p>
<p>Berikut ini deretan castingnya:</p>
<p>Sang Avatar, Aang diperanin oleh Noah Ringer, Pangeran Kerajaan Api, Zuko diperanin si Bintang Slumdog Millionaire Dev Patel , trus Katara Sang Pengendali Air diperanin sama Nicola Peltz. Lalu sodaranya, Sokka diperanin sama Jackson Rathbone. Dari keempat cast itu yang aku tahu ya hanya si Dev Patel, yang lainnya ga tahu sama sekali.  Si Jackson Rathbone main di New Moon sih tapi secara aku kan bukan fans-nya Twiligth jadi ya harap maklum kalau nggak tahu he3.</p>
<p><img src="http://bloglodak.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar_casting.jpg" alt="avatar_casting" title="avatar_casting" width="300" height="600" class="alignleft size-full wp-image-305" /></p>
<p>Untuk cast-nya Aang, menurutku cukup pas dan mewakili.  Walaupun kalo dibandingin sama versi kartunnya, si Noah keliatan lebih culun dikit. Sinar matanya kurang hidup gitu, kesannya jadi nggak energik kayak di teve.</p>
<p>Nah, untuk cast-nya Zuko ini yang pas banget.  Liat aja sorot matanya si Dev yang penuh kebencian itu, sama senyumnya yang sedingin es.  Cuman minusnya, di versi kartun itu face-nya Zuko kan Oriental  nah ini ‘melenceng’ jadi India.</p>
<p>Yang paling nggak cocok adalah casting untuk Katara dan Sokka.  Plis deh, dari namanya aja udah keliatan kalo Katara dan Sokka itu berbau-bau Asia tapi kenapa ini pemerannya pada bule semua? Katara versi film terlalu muda, manis dan imut.  Jauh banget sama Katara versi kartun yang dewasa, sedikit tomboy  dan punya fighting spirit. Ngeliat Katara versi Nicola seperti ngeliat Hermione di Harpot, jelas itu beda banget.</p>
<p>Ini neh yang bakal aku hujat habis-habisan. Dari tampangnya aja, Si Jackson ini bener-bener  maksa banget untuk masuk dalam karakter Sokka.  Sokka itu konyol, slengehan, pokoknya cuek abies lah.  Kalo si Jackson ini dari gayanya keliatan kalo dia tipe cowok doyan dandan dan playboy abies. Emang sih di film kartunnya, si Sokka juga diceritain pandai menarik hati lawan jenis tapi bukan karena modal tampang.</p>
<p>Di Barat sendiri, banyak yang kecewa dengan deretan casting Avatar yang nggak sesuai dengan film kartunnya. Walaupun mereka bukan orang Asia, tapi rata-rata mereka ingin casting Avatar disesuaikan dengan culture Asia yang emang kental banget di sana. It is not about race its about being authentic.</p>
<p>Tadi sih sempet liat trailernya <a href="http://www.thelastairbendermovie.com/">di sini</a>, emang oke banget visualisasinya. Sedahsyat di film kartunnya deh pokoknya. Semoga aja akting para pemainnya nanti nggak mengecewakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2009/12/the-cast-of-avatar-the-last-airbender-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>keep fighting..!!</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/08/keep-fighting/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/08/keep-fighting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 06:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Keep Fighting! Itulah kata kunci syuting hari terakhir kali ini (lega banget tapi juga ada rasa kehilangan juga hiks). Kenapa harus keep fighting? Soalnya ada beberapa kerikil yang menyandungi trus scene yang diambil lumayan banyak.
Diawali dari something bad yang terjadi di rumah yang nggak bisa aku ceritain di sini cos emang nggak semua hal harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#3333ff;">Keep Fighting! Itulah kata kunci syuting hari terakhir kali ini (lega banget tapi juga ada rasa kehilangan juga hiks). Kenapa harus keep fighting? Soalnya ada beberapa kerikil yang menyandungi trus scene yang diambil lumayan banyak.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Diawali dari something bad yang terjadi di rumah yang nggak bisa aku ceritain di sini cos emang nggak semua hal harus diceritain kan? Yang pasti sih gara2 something bad itu aku nyaris mbatalin rencana syuting adegan senam bersama di lapangan rektorat. Soalnya something bad itu udah bikin moodku rusak pagi itu dan kalau aku turutin aku bakal datang kesiangan n nggak bisa ikut senam. FYI, di kampus UB emang diadakan senam bersama yang wajib diikuti oleh semua staf kantor pusat. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Tapi aku lalu mikir, anak2 pasti udah bela2in berangkat pagi untuk ngambil adegan senam, masa aku main batalin seenaknya. Benar aja, pas aku tiba di perpus ternyata anak2 udah tiba di lapangan rektorat. Untung something bad itu udah hilang saat di perjalanan berangkat kerja tadi dan mood-ku udah lumayan baikan.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Adegan senam bisa dilalui dengan lancar trus dilanjutin dengan syuting pas aku lagi menata buku (shelving) yang emang udah jadi kewajibanku tiap pagi. Di sini, aku mulai ngerasain betapa ‘capek’nya akting di depan kamera. Gimana nggak? Tiap adegan harus diambil 3 kali dari tiga sudut yang berbeda, depan-belakang-samping. Udah gitu harus sama persis! Tapi rintangan nggak cukup sampai di situ. Aku mengalami kesulitan saat pengambilan gambar sesi wawancara. Biang keroknya adalah suaraku yang nggak begitu keras, berulang kali anak2 menyuruhku menaikkan volume suara. Atau kalau nggak gitu, pas lagi serius2nya pengambilan gambar, eh tiba2 ada suara tak diundang yang terdengar. Akibatnya, adegannya harus diulang berulang kali. Kalaupun scene-nya udah benar masih harus take sekali lagi soalna buat stok katanya, aaargh. Waktu syuting pun jadi agak lama dan aku jadi nggak enak hati sama Dedik cos kelamaan aku tinggal sendirian di loker. Maafin aku ya Ded </span><img style="color:#3333ff;" src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png" alt="" /></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Syuting terakhir diambil di tempat parkir dan pintuk masuk UB, adegannya adalah aku pas tiba dan pulang di tempat kerja. Nggak ada kendala yang berarti sih, walaupun (teteup) take beberapa kali tapi aku udah kebal. Paling kalau sampai harus ngulang ampe lima kali langsung aku tinggal pulang beneran aja ha ha ha. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Oke its time to say good bye…hiks. Buat anak2 Komunikasi 06-absent dulu ya: Prabu, Oji, Rindra, Sheila, Ratna, Rero, Winda, Hadi, Habib dan Raka. Makasih banget udah sudi menjadikanku profil di features yang kalian buat, semoga kalian nggak nyesel he3. Mohon maaf jika aku nggak bisa memberikan yang terbaik dan ada tutur kata n tingkah laku yang nggak berkenan. Semoga proses editingnya lancar dan hasilnya bagus sehingga bisa memenangkan lomba. Jangan lupa, kasih copy-nya ya he3, trus untuk urusan honor transfer aja ke rekening wakakaka. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">*Tapi kayaknya kita nggak bakalan good bye gitu aja deh, kalian kan belum kelar kuliahnya pasti nanti juga ketemu lagi di perpus :p</span></p>
<p><span style="color:#990000;">foto2na ada </span><a href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/63"><span style="font-weight:bold;">di sini</span></a><span style="color:#990000;"> he3.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/08/keep-fighting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syuting hari 2 &amp; 3</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/07/syuting-hari-2-3/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/07/syuting-hari-2-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Syuting hari ke-2 dilakukan di rumahku tercinta yang ada di daerah Mergan. Rombongan anak2 Komunikasi 06 datang ke rumah kira2 pukul 9 pagi. Terdiri dari Ratna (Ass. Sutradara), Rero (editor), Rindra (script writer), Hadi (DOP-director of photograph), Habib (cameraman), Sheila (Korlap) dan Raka (clapper, transport dan perlengkapan), sedangkan Oji sang sutradara, nggak bisa datang karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#3333ff;">Syuting hari ke-2 dilakukan di rumahku tercinta yang ada di daerah Mergan. Rombongan anak2 Komunikasi 06 datang ke rumah kira2 pukul 9 pagi. Terdiri dari Ratna (Ass. Sutradara), Rero (editor), Rindra (script writer), Hadi (DOP-director of photograph), Habib (cameraman), Sheila (Korlap) dan Raka (clapper, transport dan perlengkapan), sedangkan Oji sang sutradara, nggak bisa datang karena lagi pulkam. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Adegan yang diambil hari itu adalah semua aktivitasku selama berada di rumah, mulai dari bangun tidur hingga berangkat kerja. Lalu ditambah dengan kegiatan lainnya seperti membaca, mengetik, interaksiku dengan keluarga dan pulang kerja. Paling nggak banget pas adegan tidur, gimana nggak? Udah urutannya yang pertama (belum ada persiapan mental tuh) trus merupakan hal yang paling privasi lagi. Tapi mau gimana lagi? Udah terlanjur basah, aku pun lalu memperagakan posisi tidur andalan gue: memeluk guling ha ha ha.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Ternyata bikin film itu emang nggak mudah ya, yang namanya mempersiapkan kamera aja dibutuhkan waktu kira2 hingga 20 menitan. Soalnya emang harus dapat angel yang bagus, cahaya yang pas, ditambah lagi peralatannya masih terbatas jadi harus pinter2nya mereka untuk mengakalinya. Trus juga untuk satu scene nggak cukup diambil hanya satu kali, ada aja yang kurang atau salah he3. Entah itu dari aku ataupun krunya, aku sih fine2 aja cos emang kita maunya yang terbaik. Paling banyak sih take sampai tiga kali :p </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Yang lucu pas bibiku dimintai testimoni tentang diriku, karena suaranya kurang keras sampai harus disuruh ngulang berulang kali. Eh nggak tahunya pas mengulanginya malah lupa apa yang tadi diucapkannya, terpaksa deh dikasih tulisan di sebelah kameranya. </span><br /><span style="color:#3333ff;">Syuting baru berakhir pukul 4 sore, Gosh lama banget. Padahal durasi dari features ini sebenarnya hanya 15 menit tapi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya kira2 seminggu. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Hari ke-3 terpaksa aku nggak diambil gambarnya karena aku nggak memakai seragam seperti saat syuting hari pertama. Soalnya ceritanya tuh aku diliput hanya sehari aja, kan aneh kalau pas berangkat dan pulangnya pake seragam eh ketika kerja kok pake pakaian bebas. Rencananya scene-ku tuh nyeritain awal mula kerja di perpus dan tentang novel Xerografer. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Ya udah, giliran teman2 kerjaku yang dimintai testimoni. Jangan bayangin kalau mereka mau gitu aja disyuting, semuanya pada nggak mauu tahu nggak? Ada yang katanya malu dan grogi speak depan kamera, nggak tahu harus komen apa tapi ada yang sok jual muahal :p. Untunglah setelah aku dan kru membujuk, merayu, sedikit maksa (tapi nggak pake ngancam loh) dapat dua testimoni, dari Dedik dan Putro. Nggak tahu deh mereka ngomong apa aja tentang gue, soalnya aku emang nggak boleh tahu, sialan! Awas ya kalau sampe mereka mbongkar2 rahasia gue, bakal aku racunin pake obat cuci perut wakakakaka.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">untuk foto2na bisa liat <a href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/62">disini.</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/07/syuting-hari-2-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maen Film Dokumenter</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/07/maen-film-dokumenter/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/07/maen-film-dokumenter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[xerografer]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh, Allah memang benar2 Maha Pemurah dan Pengertian banget pada diriku. Di saat aku sedang mengalami kejenuhan menjalani kehidupanku yang itu-itu mulu, Dia memberiku sebuah ‘hadiah’ yang memberikan suntikan semangat baru dalam hidupku. Ciee…dalem banget she.
Mau tahu nggak? Hadiah apa sih yang katanya sobat2ku keren itu?
Alkisah, halaah, bahasanya kayak dongeng aja. Kemarin pas aku lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#3333ff;">Sungguh, Allah memang benar2 Maha Pemurah dan Pengertian banget pada diriku. Di saat aku sedang mengalami kejenuhan menjalani kehidupanku yang itu-itu mulu, Dia memberiku sebuah ‘hadiah’ yang memberikan suntikan semangat baru dalam hidupku. Ciee…dalem banget she.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Mau tahu nggak? Hadiah apa sih yang katanya sobat2ku keren itu?</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Alkisah, halaah, bahasanya kayak dongeng aja. Kemarin pas aku lagi kerja, menjalankan tugasku di bagian loker, datanglah 3 mahasiswa jurusan Komunikasi yang memintaku untuk menjadi pemain di sebuah film dokumenter yang akan mereka buat. Tentu saja aku kaget dengernya, perasaan aku nggak ikutan casting kok tiba2 diminta main di film mereka, jadi tokoh utama lagi. Glodak!</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Mereka lalu ngejelasin padaku kalau mereka mau ikutan sebuah<span style="font-weight:bold;"> l</span><a href="http://www.tvri.co.id/images/GATRA%20KENCANA.pdf">omba program acara</a> yang diadakan TVRI. Kebetulan mereka membaca profilku yang pernah dimuat di sebuah majalah kampus di UB, nah dari situlah mereka ingin mengangkat kisahku, seorang tukang fotokopi yang nekat menulis sebagian kisah hidupnya dalam sebuah novel. Alasan mereka sih, katanya aku sebagai seorang yang biasa aja tetapi mampu memberi inspirasi bagi yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Wedew…nggak salah tuh?</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Kalau sebagai orang biasa itu emang bener. Tapi memberi inspirasi bagi yang lain? Aku merasa nggak pantes untuk dikatakan seperti itu.</span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Jujur saja, saat mendengar tawaran itu, perasaanku campur-aduk. Antara seneng sekaligus takut. Senang atas kepercayaan dan kesempatan yang mereka berikan padaku, tetapi di sisi lain juga takut nggak bisa ngasih yang terbaik buat mereka. Aku kan nggak pernah tampil di depan kamera.</span><br /><span style="color:#3333ff;">Tapi ya udahlah, aku Bismilah aja, akhirnya aku terima tawaran mereka. Ini kan sesuatu yang baru buatku, nggak ada ruginya kan dicoba? Sekalian juga promosi gratis buat Xerografer he3.</span><br /><span style="color:#3333ff;">Lagian aku juga salut dengan keseriusan mereka mau bikin film ini. Mereka sempat menunjukkan script yang udah mereka buat, detail dan lengkap banget pokoknya. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Rencananya sih syutingnya dimulai hari ini, waktunya selama seminggu. Adapun lokasi yang dipakai adalah di perpus tempatku kerja dan rumahku. Wew…moga2 aja syutingnya nggak pake di kamar segala, ntar bisa ketahuan jorkisnya he3. </span></p>
<p><span style="color:#3333ff;">Minta doanya ya dari MP’ers sekalian agar syutingnya berjalan dengan lancar dan hasilnya bisa maksimal. Semoga filmnya nanti memang benar-benar bisa memberikan inspirasi bagi yang melihatnya, Amin.</span></p>
<p><span style="color:#6600cc;">foto syuting hari pertama sudah bisa liat </span><a href="http://nawhi.multiply.com/photos/album/61">di sini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/07/maen-film-dokumenter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Extra Large</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 09:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Extra Large: Antara Aku Kau dan Mak Erot


Category:
Movies


Genre:
Comedy


Seorang cowok bernama Deny (Jamie Aditya) dipaksa kawin dengan seorang cewek bernama Vicky (Dewi Sandra) yang hamil karena pergaulan bebas. (Begonya adalah si Vicky ini kan profesinya dokter, harusnya dia tahu dunk gimana caranya eM-eL tanpa harus kebobolan.) Tapi Deny kebat-kebit karena si Vicky ini ternyata HiperSex sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nawhi.multiply.com/reviews/item/17" rel="bookmark">Extra Large: Antara Aku Kau dan Mak Erot</a><img src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/R7AVaQoKCrcAAHYec0k1/film18081.jpg?et=%2BSGxgsCbAKriZEQz0Hfw3w&amp;nmid=81549693" style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" border="0" height="200" width="140" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Movies</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Comedy</td>
</tr>
</table>
<p>Seorang cowok bernama Deny (Jamie Aditya) dipaksa kawin dengan seorang cewek bernama Vicky (Dewi Sandra) yang hamil karena pergaulan bebas. (Begonya adalah si Vicky ini kan profesinya dokter, harusnya dia tahu dunk gimana caranya eM-eL tanpa harus kebobolan.) Tapi Deny kebat-kebit karena si Vicky ini ternyata HiperSex sedangkan dia sendiri belum pernah eM-eL dan parahnya lagi punya ‘onderdil’ yang kecil, kecil bin imut gitu deh. Nggak disebutin sekecil apa, sekecil cabe kali he3.<br />
Deny sendiri mau kawin dengan Vicky karena terhimpit masalah ekonomi, ibunya sudah dua kali kena stroke dan butuh pengobatan yang mahal. Dengan dibantu dua sohibnya, Juno dan Stevan, Deny lalu mulai meng-up-grade dirinya agar nanti bisa memuaskan Vicky di ranjang. Dimulai dari mendatangi Mak Siat (Sarah Sechan) yang mengaku sebagai cucu ke delapan dari Mak Erot, untuk menyulap ‘onderdilnya’ menjadi lebih perkasa. Setelah dari Mak Siat, mereka bertiga mendatangi lokalisasi Maduma (kok mirip ama nama belakang penyanyi di Mendadak Dangdut ya) dan menyewa seorang pecun bernama Intan (Francine Rosenda-bintang utama Pocong 3) selama sebulan untuk ‘melatih’ Deny di atas ranjang. Mereka berdua lalu tinggal di sebuah rumah yang disewakan oleh Juno. Ternyata si Intan ini bukan sembarang pecun, selain cantik dia juga baik hati, rajin bersihin rumah dan pinter masak. Masalah timbul ketika Deny akhirnya malah jatuh cinta beneran sama Intan dan rencana pernikahannya dengan Vicky akhirnya batal. Udah gitu aja, tamat deh filmnya.<br />
Jujur aja, aku sama temen2ku ngerasa ketipu liat film ini cos di posternya tuh keliatannya lucu banget. Tapi setelah kami menonton hampir 30 menit sama sekali nggak ada banyolan yang bikin kami ketawa ngakak atau gimana gitu, jayus abis deh pokoknya. Pantesan di poster filmnya tuh penuh dengan narasi2 sok konyol yang rupanya merupakan bentuk ketidakpedean dari sang sutradara sendiri akan filmnya tersebut. Kalau emang filmnya lucu dan bisa memancing tawa, harusnya kan Mas Monty Tiwa (sok akrab banget gue) nggak perlu repot2 ngasih narasi agar filmnya menarik perhatian. Ambillah contoh Jomblo atau Get Married, poster filmnya simple tetapi ngena banget.<br />
Untungnya masih ada Sarah Sechan yang lumayan juga aktingnya sebagai Mak Siat walaupun masih nggak mampu menghapus kekecewaanku karena telah membuang2 waktuku selama dua jam lebih di bioskop. Mungkin Mas Monty pengin membuat film humor yang sedikit ‘berkelas’ ala Hollywood. Jadi bukan hanya sekedar humor slapstik, melainkan mengajak penonton berpikir sedikit dahulu baru kemudian ketawa. Tapi sayangnya malah bikin film ini nggak jelas mau dibawa kemana, mau humor ataukah serius?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/02/extra-large/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Cinta</title>
		<link>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 11:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[agamis]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2008/01/25/ayat-ayat-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama aku mendengar tentang novel Ayat2 Cinta dan semuanya mengatakan bahwa novel ini buagus banget. Akhirnya kemarin dapet kesempatan untuk membuktikannya.
Tapi sayangnya aku agak kecewa karena kesan yang kudapat setelah membaca novel ini tidak seperti yang digembar-gemborkan orang2 selama ini.
Kalau dari segi dakwah menurutku cukup berhasil, kita nggak merasa diceramahin. Buat yang haus akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama aku mendengar tentang novel Ayat2 Cinta dan semuanya mengatakan bahwa novel ini buagus banget. Akhirnya kemarin dapet kesempatan untuk membuktikannya.<br />
Tapi sayangnya aku agak kecewa karena kesan yang kudapat setelah membaca novel ini tidak seperti yang digembar-gemborkan orang2 selama ini.</p>
<p>Kalau dari segi dakwah menurutku cukup berhasil, kita nggak merasa diceramahin. Buat yang haus akan nilai2 Islami pasti akan mengena banget tapi jujur kalau buat aku pribadi sih biasa2 aja karena sudah pernah membaca hadist2 yang dicantumkan di sana.</p>
<p>Kalau dari segi penokohan menurutku kurang realistis aja karena Fahri digambarkan begitu sempurna, too good to be true&#8230;<br />
Buat aku pribadi, ketika aku membaca sebuah novel aku berharap bisa merasa dekat dengan tokoh2 di dalamnya sehingga cerita yang disampaikan bisa membuatku terkesan. Sayangnya, aku nggak bisa merasakan hal itu dari novel Ayat2 Cinta.<br />
Buat yang udah baca buku Fenomena Ayat-Ayat Cinta, mohon dijelaskan dunk apa alasan Kang Abik membuat Fahri begitu sempurna?</p>
<p>Trus juga jalan ceritanya tuh kok Cinderella story banget (maafin saya ya Kang Abik he3), dari seorang anak miskin penjual tape mendapatkan istri bule yang kaya raya. Udah gitu disukai oleh 4 wanita sekaligus (cantik2 semua lagi!), benar2 sebuah cerita yang diimpikan semua cowok.</p>
<p>Walaupun begitu aku tetap salut dan angkat topi setinggi2nya untuk Kang Abik karena sudah berhasil membuat cerita Islami yang best seller.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2008/01/ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Horor</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/12/film-horor/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/12/film-horor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 07:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/12/15/film-horor/</guid>
		<description><![CDATA[


Film Horor
Dec 15, &#8216;07  1:46 PM
for everyone





Category:
Movies


Genre:
Comedy


Sebenarnya aku dan Putro awalnya pengin nonton Quicky Express tapi karena terlambat (filmnya udah diputar setengah) akhirnya daripada datang sia-sia kami putusin untuk nonton Film Horor. Setelah menunggu setengah jam loket dibuka dan kami pun antri. Kebetulan jadwalnya barengan ama Miracle, film indo juga sih, genrenya thriller. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td class="icon" width="48"><img src="http://images.multiply.com/multiply/icons/clean/24x24/reviews.png" alt="Review" height="24" width="24" /></td>
<td class="cattitle"><a href="http://nawhi.multiply.com/reviews/item/12" rel="bookmark">Film Horor</a></td>
<td class="itemsubsub">Dec 15, &#8216;07  1:46 PM<br />
for everyone</td>
</tr>
</table>
<p><img src="http://images.nawhi.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/R2N4OAoKCpQAAHMj7Nk1/film17691.jpg?et=Za0olOIu3dE9Tay1Lg8Low&amp;nmid=72662091" style="position:relative;float:right;margin-left:5px;" border="0" height="202" width="140" /></p>
<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Movies</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Comedy</td>
</tr>
</table>
<p class="bodytext">Sebenarnya aku dan Putro awalnya pengin nonton Quicky Express tapi karena terlambat (filmnya udah diputar setengah) akhirnya daripada datang sia-sia kami putusin untuk nonton Film Horor. Setelah menunggu setengah jam loket dibuka dan kami pun antri. Kebetulan jadwalnya barengan ama Miracle, film indo juga sih, genrenya thriller. Ada kejadian menggelikan waktu lagi antri tiket. Kebetulan di sebelahku ada cowok yang mau nonton Miracle, saat memesan tiket dengan mantap dia bilang gini ama penjual tiketnya: Mirasel dua! Aku tersenyum mendengarnya dan di dalam hati ngomong: Mirakel kali bacanya :p</p>
<p>Oke, sekarang kita bahas filmnya. Mungkin karena sejak awal udah undersetimate jadinya aku nontonnya nyante aja dan nggak berharap apa-apa dari Film Horor. Film ini dibuka dengan adegan seorang cewek yang ketakutan setengah mati-ga tahu dikejar apa-di sebuah gedung. Saking takutnya tuh cewek ampe nggak nyadar kalo manjat jendela dan akhirnya terjatuh dengan sukses dari gedung bertingkat tersebut. Tubuhnya terhempas di atas sebuah mobil dan tentu saja mati.</p>
<p>Esoknya di sebuah kampus dikagetkan dengan hilangnya salah satu mahasiswi bernama Mala secara misterius. Mala ini merupakan salah satu anggota dari gang yang terdiri dari Putri (The Sweet One Sheila Marcia-sayang lo dah jadian ama Roger hiks), Nina (Angie Virgin), Beni, Dani dan Rendra. Mereka berlima pun bertekad untuk menyingkap misteri hilangnya sahabat mereka itu. Seperti jalan cerita film horor lainnya, satu persatu dari mereka mati secara misterius. Trus di mana komedinya? Tenang-tenang, di tengah-tengah pembunuhan yang misteri itulah berbagai hantu muncul dengan versi konyol. Ada sundel bolong yang bajunya nyangkut di pohon saat mengejar Putri dan Beni yang naik mobil, sehingga nggak jadi ngejar karena malu tubuhnya telanjang (hantu bisa malu juga ternyata), Pastor Hantu Jeruk Purut yang nggak becus-becus masang kepalanya yang putus, suster ngesot yang keinjek tangannya plus kejedot kepalanya dan suka lagu Ketahuan versi dangdut, kuntilanak berbagai warna-mulai dari merah, hijau, kuning ampe pink juga ada.</p>
<p>Selain hantu-hantu apes di atas, film ini juga menjual daya tarik dari Cut Memey dan Maria Eva. Dua wanita yang ngerasa seksi ini (padahal enggak) dengan pede dan bangganya melakonkan aib yang pernah mereka alami di dunia nyata. Ada juga Ferry Irawan yang berperan sebagai polisi yang maunya sih konyol tapi bagiku garing banget leluconnya. Satu-satunya yang cukup menghibur adalah kembarannya Riri Riza yang di sepanjang film kebingungan mau mengembalikan ‘Piala Citra’ dan nanyain semua tokoh yang dia temui kemana harus mengembalikan tuh piala. Mungkin ini bentuk protes dari sang produser yaitu Mr.Shanker yang nggak terima atas pencabutan gelar film terbaik yang diraih oleh film Ekskul dalam ajang FFI 2007 kemarin.</p>
<p>Aku bersyukur belum penah melihat Scary Movie karena jika tidak kekecewaanku atas film ini akan makin berlipat. Di pembukaan, Film Horor diberi label: terinspirasi oleh Scary Movie tapi pada kenyataannya humor yang ditampilkan kebanyakan garing dan basi banget. Membuat orang tertawa memang jauh lebih sulit dibandingkan membuat orang sedih, nangis atau terharu karena tiap orang mempunyai selera, tingkat humor dan apresiasi yang berbeda-beda. Jujur saja, setelah film berakhir aku bertanya pada Putro: Ini tadi film apaan seeh? Yang lebih parah, setelah film usai di layar bioskop muncul tulisan: Sampai Jumpa di Film Horor 2. Oh My God…
</p>
<p class="bodytext">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/12/film-horor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get Married</title>
		<link>http://bloglodak.com/2007/10/get-married/</link>
		<comments>http://bloglodak.com/2007/10/get-married/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2007 00:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ihwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[freaky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ihwan.wordpress.com/2007/10/21/get-married/</guid>
		<description><![CDATA[

Category:
Movies


Genre:
Comedy



Dalam minggu2 ini semua bioskop di Malang ‘dikuasai’ oleh film2 Indonesia, tapi sayangnya 3 dari 4 film yang diputar di sana adalah film horor. Seperti kita ketahui bersama, pertengahan puasa kemarin 3 film horor tayang premier hampir bersamaan, yaitu Jelangkung 3, Kuntilanak 2 dan Pocong 3. Nggak tahu kenapa kok para sutradara ini memilih waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="font-weight:bold;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td width="70">Category:</td>
<td>Movies</td>
</tr>
<tr>
<td width="90">Genre:</td>
<td>Comedy</td>
</tr>
</table>
<p><a href="http://ihwan.files.wordpress.com/2007/10/film17421.jpg" title="film17421.jpg"><img src="http://ihwan.files.wordpress.com/2007/10/film17421.jpg" alt="film17421.jpg" /></a></p>
<p>Dalam minggu2 ini semua bioskop di Malang ‘dikuasai’ oleh film2 Indonesia, tapi sayangnya 3 dari 4 film yang diputar di sana adalah film horor. Seperti kita ketahui bersama, pertengahan puasa kemarin 3 film horor tayang premier hampir bersamaan, yaitu Jelangkung 3, Kuntilanak 2 dan Pocong 3. Nggak tahu kenapa kok para sutradara ini memilih waktu yang bersamaan. Kalau boleh menebak, setidaknya ada 3 sebab kenapa hal itu bisa terjadi, ciee serius banget seeh mbahasnya.</p>
<p>1. Di bulan puasa kan syetan-syetan pada dibelenggu, biar premier-nya sukses para hantu itu mutusin untuk tampil bareng-bareng. Ibarat pepatah: bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Tapi tetep aja mati penasaran :p<br />
2. Mungkin ini sebuah ajang pembuktian di antara para sutradara itu siapa yang paling jago bikin film horor. Ntar yang paling laris ditonton, nraktir yang lain makan di kuburan :p<br />
3. Jangan-jangan para sutradara itu sebenarnya takut dihantui ama karakter yang mereka angkat sehingga mereka mutusin untuk janjian aja pas bikinnya ha ha ha</p>
<p>Kok aku jadi mbahas film2 horor itu ya? Sorry2, mari kita kembali ke topik utama review kali ini. Alasan utama kenapa aku lebih memilih nonton Get Married adalah bukan karena aku ‘sentimen’ ama film2 horor di atas. Kebetulan aja novel ke-2 yang sedang kutulis itu genrenya komedi, biar makin dapet mood-nya tentu aku harus mengonsumsi segala hal yang berbau komedi. Amat sangat tidak nyambung jika aku tetap nekat nonton film horor, bisa-bisa aku ketularan bikin novel horor. Atau yang lebih parah lagi, aku jadi nggak berani ngetik sendirian di malam hari karena kebayang2 terus ama filmya hiiii (ketauan deh kalo penakut)</p>
<p>Get Married berkisah tentang persahabatan seorang cewek bernama Maemunah (Nirina Zubir) dan 3 cowok bernama Beni (Ringgo Agus R), Eman (Aming) dan Guntoro (Desta Clubeighties). Mereka berempat punya problem yang sama, dipaksa ortunya menempuh pendidikan yang nggak sesuai dengan cita-cita mereka hingga akhirnya setelah lulus malah jadi pengangguran dan stress berkepanjangan ha ha ha. Apakah ini gambaran umum anak-anak muda di Indonesia?<br />
Masalah timbul ketika ortunya Mae (Meriam Belina cocok juga jadi istrinya Jaja Miharja) memutuskan untuk segera menikahkan Mae karena mereka udah nggak kuat lagi menanggung biaya hidup anak gadisnya itu. Seperti kisah-kisah perjodohan klasik lainnya, maka ditampilkanlah calon2 yang konyol dan jauh dari harapan si Mae. Sampai kemudian datanglah sang pangeran bernama Randy (Richard Kevin) yang berhasil mengetuk hati si gadis tomboy itu. Tapi di lain pihak, 3 sahabatnya Mae rupanya masih belum rela jika harus kehilangan Mae sehingga dengan ‘terpaksa’ mengeroyok Randy dan melarangnya berhubungan dengan Mae.<br />
Masalah makin pelik ketika Ibunya Mae tiba-tiba jatuh sakit karena perjodohan yang gagal mulu dan mengancam bakalan mati penasaran jika Mae nggak segera kawin. Nah, siapakah yang akhirnya dipilih Mae untuk menjadi pendampingnya? Lebih seru kalau kalian cari tahu sendiri jawabannya.</p>
<p>Secara keseluruhan film ini cukup menghibur dan bisa bikin penonton tertawa ngakak saat melihat kekonyolan para tokohnya. Di sini ditunjukkan betapa ribet dan stressnya usaha mencari seorang pendamping itu. Orang tua bahkan rela melakukan apa saja asalkan anaknya bisa lekas kawin. Hanya saja aku nggak mendapatkan sesuatu yang baru dari aktingnya Nirina, Ringgo dan Aming. Melihat akting Ringgo sebagai Beni seperti melihat tokoh Agus di film Jomblo. Demikian juga dengan akting Aming, nggak jauh beda ama aksinya sebagai cowok tulen di Extravaganza. Cieee, lagaknya kayak aktor langganan Oscar aja pake ngritik2 segala. Ya enggaklah, tujuannya kan buat ngasih masukan agar kualitas akting mereka meningkat. Glodak.<br />
Akting paling prima justru ditampilkan oleh pemeran pendukung yaitu Ira Wibowo yang berperan sebagai ibunya Kevin. Aktingnya benar-benar oke, Mbak Ira bisa melebur menjadi seorang ibu yang cerewet, borju tapi tetep nasionalis sampai2 nggak sudi punya mantu bule meski anaknya kuliah di Amrik.</p>
<p>Ya udah, segitu aja review-ku kali ini. Buat kalian yang lagi stress atau sekedar pengin cari hiburan nggak ada ruginya nonton film ini. Khusus buat yang lagi dikejar ‘deadline’ untuk menikah dibutuhkan kebesaran hati saat menontonnya. Karena kalau enggak, bukannya terhibur setelah nonton film ini malah tambah stress. (ehone)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloglodak.com/2007/10/get-married/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
